
Kusambut hangat kedatangan mereka, walau hati ini tak karuan,ku ulurkan tangan.. untuk menyalami mertua dan suami ku.. terlihat sedikit enggan papa dan mama menyambut tangan ku, begitu pun dengan mas Aris
ku persilakan mereka masuk..
Ayo masuk ma,pa
Hmmm, itu jawaban yang ku dengar dari mama,,
ku persilakan mereka duduk di ruang tamu
bagaimana kabar nya ma,,
kemana akmal, tadi mama lihat dia ada...
Bukannya menjawab pertanyaan ku,mama malah menanyakan Akmal,,
dia sedang keluar sebentar ma,, katanya mau ke tempat teman nya
oh, bukan karena kamu yang menyuruh dia pergi, supaya tidak bertemu dengan kami, sambil
matanya menatap sinis ke arah ku..
Ku geleng kn kepala sebagai jawaban,, karena aku sudah enggan untuk menjawab pertanyaan ny,, yg membuat aku emosi
tiba tiba mas Aris bertanya pada ku.
Kemana saja kamu selama seminggu ini, sudah 2 kali aku pulang tapi kalian tidak di rumah
kami menginap di rmh pak Haji mas, karena pulang dari rumah mama kemaren, kami pergi ke puskesmas dan pak haji bersedia mengantarkan ke puskesmas, dan pak haji meminta kami tinggal di rumah nya sampai Ikmal sembuh,,
sudah berani kamu ya, tidak memberitahu aku,, apa kata orang orang hah.. kata mas Aris sambil membentak ku..
Alhamdulillah mas, smua orang yang ada di desa ini sudah tau kalau ikmal anak yang tidak di akui oleh ayah kandung ny sendiri.. apa salahnya klu aku menerima tawaran dari pak haji sekeluarga yang perduli dengan kami..
Sambil berdiri mas Aris mendekati ku, dan ingin menampar wajah ku.. belum sempat mas Aris menampar pipiku
Sudah lah Aris,, wanita seperti dia tidak usah di layani.." kata mama"ingat tujuan kita ke sini ap
Kulihat mas Aris menghela nafasnya,,
Ariana kenapa kamu mencuri uang mama'
Aku sangat kaget dengan ucapan yang keluar dari mulut mas Aris, yang tadi ny aku duduk langsung berdiri mendengar ucapan nya
Apa mas,atas dasar apa kamu menuduh ku,, sedangkan menginjakan kaki ku di rumah mama mu saja baru kemarin, itu pun kamu yang menjemput ku"jawab ku dengan tegas"
kami sudah menanyakan nya dengan Ki gede (salah seorang dukun yang ada di perbatasan desa) kata nya memang kamu yang mengambil, lagi pula bi Retno(salah satu pembantu di rumah mas Aris) melihat kamu yang mengambil.
Aku langsung menatap tajam ke arah bi Retno,, dan berjalan mendekati nya
__ADS_1
Kenapa bibi menuduh ku, apakah aku punya salah sama bibi tanya ku
Bi Retno enggan menatap ku dia hanya menunduk kan wajahnya.
Sudah lah Ariana kamu mengaku saja "ucap papa mas Aris "
dengar ya tuan Wicaksono( nama papa nya mas Aris)yang terhormat,semiskin miskin nya saya,,pantang bagi saya memberi nafkah untuk anak anak saya dengan uang haram,, walaupun anak tuan ini(tunjuk ku ke wajah mas Aris) sudah sebelas tahun ini tidak pernah memberikan saya nafkah, padahal status saya masih sebagai istri sah ny,, tidak saya permasalah kan.alhamdulillah masih banyak orang orang yang perduli dengan kami.. dan satu lagi tuan Aris yang terhormat ( ku langkahkan kaki ku mendekati mas Aris )kamu itu seorang muslim kan, kenapa percaya dukun? Hanya orang b....h yang percaya dengan dukun .
Ariana kurang ajar sekali kamu y sudah berani melawan ,,sekarang teriak mas Aris,,
Kenapa aku harus takut sama kalian hah,, jawab ku lebih lantang,, sudah hilang rasa hormat ku,pada kalian (tangan ku sambil menunjuk ke arah mereka) semenjak kamu mengabaikan kan ku mas..
Tangan mas Aris ingin menampar ku untuk yang kedua kalinya tapi tidak jadi, karena terdengar suara Abi yang memasuki rumah
tolong nak Aris jauh kan tangan mu dari putri ku..
Sebelum Abi mendekati ku,ia berbicara pada akmal..
akmal kamu masuk kamar ya temenin Ikmal
ya kek..
Setelah memastikan akmal masuk ke kamar, baru lah Abi dan ummi mendekati ku
Aku langsung memeluk ummi, menumpahkan tangis ke di pelukan nya,,, sambil memeluk ku ummi berkata,,
Istighfar Riana,,
Nak Aris bisa ceritakan pada saya ad apa sebenarnya ini, kenapa dari luar terdengar ribut sekali..
Mas Aris menceritakan semuanya..dan Abi mendengar kan nya.. sampai mas Aris selesai bercerita,ia mengambil handphone ny, dan menghubungi seseorang ,, dari yang ku dengar seperti nya Abi menghubungi mas Rasyid.. setelah hubungan telepon terputus Abi berbicara
jujur saja nak Aris, saya kecewa sama kamu seenaknya saja kamu menuduh putri kami mencuri tanpa adanya bukti yang akurat, kita tunggu sebentar lagi akan ad orang yang bisa menyelesaikan masalah ini, dan tidak saling menyakiti..
sambil menunggu orang yang di maksud Abi,, di dalam rumah tidak ad suara sama sekali selain suara tangis San ku.. hampir 25 menit kami menunggu, akhirnya orang yang di maksud pak Haji datang
assalamualaikum
waalaikum salam,, jawab kami bersamaan,,
Ternyata yang di maksud Abi adalah mas Rasyid dan teman ny yang berseragam polisi,,sekilas ku lirik bi Retno,ad ketakutan di wajahnya
ada apa sebenarnya bi.. tanya mas Rasyid
Abi pun menceritakan semuanya pada mas Rasyid dan Ridwan ( teman nya mas Rasyid) setelah Abi selesai bercerita,ku lihat ad kemarahan yang tertahan di wajah mas Rasyid,,
mas Ridwan langsung mengambil alih pembicaraan
Mba Riana,ap kah bisa menjawab pertanyaan ku ..
__ADS_1
sambil ku lepaskan pelukan ku pada ummi dn menghapus air mata ,
Insya Allah saya siap menjawab pertanyaan dari mas Ridwan,tapi maaf sebelumnya ny mas,, ada yang ingin saya tanyakan dulu pada suami saya
silahkan mba"kata mas Ridwan"
mas Aris aku ingin meminta padamu untuk yang terakhir kalinya, kalau aku terbukti tidak bersalah apakah kamu bersedia mengabulkan apapun yang aku minta
Aku bersedia,tapi jika kamu terbukti bersalah kamu pun harus bersiap melepaskan akmal untuk ikut bersama kami.
Baik mas,aku bersedia biar semua yang ada di rumah ini menjadi saksi
Mas Ridwan silahkan ingin menanyakan apa ...
Baik mba,, kalau bisa mba jelaskan apa saja yang mba lakukan sewaktu di rmh mertua anda
Lalu aku pun langsung menceritakan dari mulai kedatangan sampai akhirnya aku pulang sambil menangis..
Apakah bi Ira yang di maksud ada di sini""tanya mas Ridwan ""
Tidak ada pak polisi,bi Ira ada di rumah saya," jawab mama"
Ya sudah saya minta, tolong hubungi bi Ira tanyakan pada ny , apakah jawaban yang di sampaikan mba Ariana ini sama atau tidak..kata mas Ridwan...
Mas Aris langsung mengambil handphone yang ad di saku ny,dan langsung menghubungi rumah ny,, setelah hubungan telepon tersambung ia langsung menghidupkan pengeras suara, dan kebetulan yang menjawab telepon mas Aris adalah bi Ira sendiri,,ia langsung menanyakan kepada bi Ira ,, syukur Alhamdulillah jawaban bi Ira sama dengan jawaban ku,,ada kelegaan dalam hati ku,aku terbebas dari fitrah ini..
Mas Ridwan langsung beralih ke pada bi Retno,blm sempat mas Ridwan menanyakan kepada bi Retno,,bi Retno langsung duduk bersimpuh di kaki ku dan meminta maaf atas kesalahannya..
Aku menghela nafas panjang,, sudah lah bi aku sudah memaafkan bibi..
Mata ku langsung tertuju pada mas Aris
Sekarang sudah jelas kan mas, kalau aku tidak bersalah,,aku akan menagih janji mu pada ku..
Baik lah akan ku buktikan Janji ku dan mengabulkan permintaan mu
Dengan mengucapkan bismillah,aku minta padamu dengan di saksikan semua yang ad di sini, hari ini,dan jam ini juga aku minta kamu men talak tiga aku,Ariana binti Pramuja Atmaja.. itulah permintaan yang aku inginkan
apa apaan kamu Ariana...
tidak ku jawab pertanyaan mas Aris,aku berjalan menuju kamar untuk mengambil sesuatu di kamar ku,, sampai di dalam kamar ku mengambil map berwarna merah dan ku bawa keluar dan langsung kuberikan kepada mas Aris,,kamu tidak perlu menjawabnya mas, cukup kamu tandatangani saja..
Untung kemarin sewaktu masih di rumah pak haji aku sudah menyiapkan ini semua atas bantuan dari mas Rasyid ..
Sudah lah Aris kamu tandatangani saja,,toh gak da ruginya,kata mama.
Kulihat dengan berat hati mas Aris menandatangi berkas yang ad di dalam map merah itu, tanpa membaca ny sama sekali..
Setelah menandatangani berkas itu,,mas Aris beserta orang tua nya dan bi Retno langsung pulang tanpa permisi lagi,,,
__ADS_1
Ada kelegaan ya aku rasakan setelah menyandang status janda,, tanpa ku sadari akmal dan Ikmal yang tadi bersembunyi di kamar, langsung berlari dan memeluk ku erat,, kami bertiga menangis bersama,,
Ya Allah semoga aku sanggup merawat dan mendidik anak-anak ku Aamiin ya Allah....