
Aris, sangat terkejut dan kecewa dengan apa yang ia lihat... sekarang ia duduk menyendiri di ruang keluarga... ingin marah sudah tidak bertenaga... sampai pagi ia tidak bisa tidur sama sekali...
sekitar pukul 05:00,bi Mira sudah bangun untuk memasak sarapan,,awal nya bi Mira membiarkan Aris sendiri yang diam seribu bahasa, sudah beberapa kali ia mengajak Aris bicara, tapi gak respon.. tatapan matanya kosong.. sampai bi Mira menyelesaikan memasak nya baru bi Mira, duduk bersama dengan Aris.. dengan membawa secangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng yang tadi di masak ny...
Aris... kamu kenapa nak... apa masih merindukan almarhumah Mama mu... tanya bi Mira lembut sambil tersenyum dan menyentuh tangan Aris... dan Aris yang baru menyadari ada seseorang yang juga duduk bersama dengan nya.. menoleh ke arah suara yang tadi di dengar nya dan berkata...
bukanya menjawab pertanyaan bi Mira Aris justru bertanya...
apa ibu sudah selesai membuat sarapan... sejak dulu Aris memang memanggil bi Mira dengan sebutan ibu
ya nak,,itu ibu sudah siapkan teh hangat dan sepiring pisang goreng yang sudah hampir dingin,, dagunya memberi isyarat pada Aris,. ketika Aris menoleh ke atas meja.. dan melihat secangkir teh yang hampir dingin,,ia tersenyum miring,..
ia Bu, nanti Aris minum teh nya dan makan pisang goreng nya...ibu Aris minta tolong ... kemasin semua pakaian ibu, dan tolong bilang sama intan juga... untuk mengemasi pakaiannya dan pakaian Elsa dan salsa,, jangan ada satu pun yang tertinggal,.
apa kita mau pindah hari ini,,,nak!..lalu bagaimana dengan nak Risa...?
Risa nanti sama Aris Bu,,ibu, intan, Elsa dan salsa berangkat lebih dulu.. tadi Aris sudah menghubungi salah satu karyawan Aris untuk menjemput ibu...
ya, sudah kalau begitu...ibu ke kamar dulu...
oh ya Bu,,jam berapa Risa bangun tidur selama Aris gak ada di rumah ...
selama kamu pergi,, tuan Wicaksono dan Risa selalu bangun siang... kadang malah mereka melewatkan waktu sarapan pagi... mereka tidak pernah sarapan atau makan bersama di satu meja,, kalau gak Risa yang lebih dulu,, kadang juga papa mu yang duluan...kalau terlalu lama menunggu di bangun kan saja nak...
Aris menggelengkan kepalanya,,biar saja Bu...apa ibu pernah bertanya kenapa mereka sering bangun siang...
pernah,, dan jawaban mereka sama...
mereka menjawab apa Bu ..
katanya gk enak kalau cuma berdua...
oh gitu ya Bu...
ada lagi yang mau di tanyakan!!
gak Bu,,,ibu langsung saja kemasin pakaian..
ibu Mira.. berjalan menuju kamar nya dan memberi tahukan kepada intan...
__ADS_1
di kala Aris masih di posisi yang sama.. handphone nya berdering.. iapun segera mengambil handphone nya dan melihat siapa yang menghubungi.. ternyata salah satu pegawai nya yang di minta untuk menjemput Bu Mira, intan dan kedua anaknya...
halo...pak..
ya Rif... kamu sudah sampai mana...
saya sudah ada di depan rumah bapak...
langsung masuk saja, dan sekalian bantu bawa barang barang...
ya pak,,,
Tut...Tut...
...panggilan pun terputus.. arif berjalan menuju ke pintu utama dan mengetuk pintunya...,.....
tok...tok....tok... assalamualaikum,....
waalaikumsalam,,, terdengar suara dari dalam rumah..dan pintu rumah di buka Aris...
masuk Rif,..
kamu tunggu sebentar,, saya mau lihat ibu dan adik saya sudah selesai belum mengemasi barang-barang...
ya, silahkan pak.,.
Aris, berjalan menuju kamar Bu Mira untuk memastikan mereka sudah selesai apa belum....
sesampainya di depan pintu kamar,Aris langsung saja masuk karena pintu kamar tidak di kunci..
bagaimana Bu, sudah selesai belum..
sudah mas,ini tinggal membawanya ke mobil,,ini yang tiga koper besar barang barang nya Elsa dan salsa.. kalau pakaian intan ada satu koper, dan satu ransel... jawab intan...
kalau ibu sudah belum ntan... tanya Aris...
ibu bentar lagi mas...
oh,biar mas bawa yang dua koper yang ini nanti biar Arif yang bantu bawa.. kamu bantuin ibu dulu.. biar cepat selesai...selagi Elsa dan salsa masih tidur...
__ADS_1
ya mas, intan berjalan mendekati ibu Mira untuk membantu mengemasi pakaian
*****
setelah mengantarkan ibu Mira, intan dan kedua putri nya..ke mobil yang akan membawa mereka ke rumah baru Aris yang ada di kota T...Arif menjalankan mobilnya untuk meninggalkan rumah Aris. ...Aris melangkah masuk ke dalam rumah nya...di tangga sudah nampak Risa yang baru keluar dari kamar nya...Aris tidak menghiraukan nya..
Risa nampak terkejut melihat Aris yang sekarang berada duduk di ruang tamu...ia pun segera mendekati Aris.. dan baru saja merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Aris... tapi sayang nya Aris tidak mau. dan meminta Risa segera duduk di hadapan nya...Risa sedikit bingung kenapa Aris berubah... tidak lama kemudian papa Wicaksono juga baru keluar dari kamar dan ikut bergabung bersama Risa dan Aris...
Risa bingung saling pandang dengan papa mertuanya.. kenapa Aris bersikap dingin pada mereka...apa lagi setelah mendengar ucapan Aris....
pa,Risa...,Aris minta kalian jujur saja... sudah berapa lama hubungan kalian...
Risa, dan mertuanya jadi gugup... ingin menjawab pertanyaan Aris... mulut mereka seakan terkunci...
Aris yang sedang menahan emosi nya yang sudah dari semalam ingin meledak... bertanya lagi dengan suaranya yang tinggi... dan mengancam
kalian jawab, sudah berapa lama... kalau tidak ada yang mau menjawab...baik lah... saya akan menghubungi polisi... kalian pasti tau kan kalau perselingkuhan itu bisa di laporkan ke polisi...
Risa dan Wicaksono yang takut, kalau sampai akan di laporkan pun menjawab... karena mereka tidak menyangka Aris bisa mengetahui secepat ini ..
dengan suara yang gemetar papa Wicaksono menjawab...
kami sudah berhubungan sejak sekitar lima belas bulan yang lalu...ris...
bagus kalau begitu,,, silahkan kalian lanjutkan hubungan kalian... karena saya yang akan pergi...
,dan mulai saat ini kamu bukan lagi istri ku... dan kedua putri kita menjadi tanggung jawab ku...dan jangan pernah sekalipun kamu mendekati kami... ingat itu baik baik Risa...
tapi mas...aku ibu mereka...kamu tidak bisa melarang ku bertemu mereka...
kamu jangan membuat aku jadi tambah emosi Risa,, seharusnya, sudah dari semalam aku menghajar kalian berdua, saat sedang bercinta... tapi aku tidak mau melakukan nya,, bukan karena aku takut pada kalian.. tapi karena aku tidak mau mengotori tangan ku menyentuh manusia kotor seperti kalian....
saat Risa yang masih tidak terima dengan keputusan Aris,, Wicaksono segera memegang tangan Risa dan menggeleng kan kepala, memberi tau pada Risa untuk tidak lagi membantah Aris... untungnya Risa menurut pada Wicaksono...
Aris yang melihat,,, bagaimana Risa menurut pada papa nya..
Risa,perpisahan lebih baik untuk rumah tangga kita,..
setelah berkata demikian Aris langsung saja pergi dari rumah,, dan tidak menghiraukan panggilan dari Risa yang masih tidak terima karena ia di pisahkan dari kedua putri nya..kini Risa masih menangis dalam pelukan papa mertua nya... dan Aris sudah pergi meninggalkan semua kenangan dari rumah yang selama ini ia tempati bersama keluarga nya.....
__ADS_1