Pembalasan Istri Yang Terzalimi

Pembalasan Istri Yang Terzalimi
bertemu ibu Ratih


__ADS_3

Tak terasa sudah satu jam perjalanan, mobil yang kami tumpangi berhenti di halaman masjid, karena sebentar lagi akan masuk subuh.kami bertiga dan semua penumpang lainnya segera turun dari mobil menuju masjid,aku dan kedua anakku bergegas mengambil wudhu setelah itu kami langsung masuk ke dalam masjid untuk menunaikan shalat subuh...


Setelah selesai sholat, kami segera menuju ke mobil untuk melanjutkan perjalanan yang masih jauh,,di sepanjang perjalanan aku melihat ke arah jendela mobil ada rasa lega dan sedih yang aku rasakan..lega karena aku bisa pergi dari mas Aris,,sedih karena harus meninggalkan semua kenangan bersama almarhumah ibu,, sambil memejamkan mata aku berpikir akan ku bawa kemana anak anak ku,, akan kah aku bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk mereka,dan bisa mendapatkan pendidikan yang baik.. sambil menghela nafas perlahan ku buka mata ku..


aku memberi semangat untuk diri ku sendiri,Aku harus bisa.


sesaat ku pandangi wajah kedua anakku yang sedang tertidur di pangkuan ku,, wajah yang tak berdosa,,yang terpaksa mengalami cobaan hidup,, yang seharusnya tidak mereka alami.aku harus bangkit dan bisa memberikan kebahagiaan untuk anak anak ku,,


Sekilas ku teringat dengan Abi, ummi dan mas Rasyid,, maafkan Riana, Abi dan ummi... Riana harus pergi tanpa pamit pada kalian, dan mas Rasyid maafkan Riana blm bisa menjawab pinangan mu,klu kita berjodoh insya Allah Pasti akan bertemu lagi di lain waktu..


Tak terasa kurang lebih 4 jam perjalanan yang kami lewati, akhirnya sampai juga kami di terminal yang ad di kota T,,aku segera membangunkan kedua anak ku,,


akmal, ikmal bangun nak kita sudah sampai di terminal,,ayo lekas kita turun dari mobil,,


Akmal bangun tidur lebih dulu, sambil mengucek mata ia bertanya


kita sudah sampai ya Bu,,,


Ya nak,,ayo akmal turun duluan ,ibu bangunin adek mu dulu ..tas ny di bawa ya nak


ya Bu...jawab nya sambil berjalan menuju pintu mobil...


Setelah akmal turun, Ikmal pun bangun, dan langsung bertanya....


Mas akmal mana Bu,,kok gak ada


Mas mu sudah bangun,ayo kita turun...mamas sudah menunggu kita di bawah,,


ya Bu,


Setelah kami turun dari mobil, Ikmal mendekati akmal yang menunggu kami di kursi yang ada di terminal,dan aku langsung membayar ongkos ke pak sopir,,


Ini pak ongkos nya,,,


ya,,,mba terimakasih... hati hati ya mba saya lihat mba orang baru, sampai ke kota ini jangan terlalu percaya dengan orang yang berpura pura baik ""pesan dari pak sopir sebelum aku meninggalkan nya """


ya pak, terima kasih,, jawab ku,,,


langsung saja aku berjalan mendekati kedua anakku,,

__ADS_1


Akmal, ikmal ayo kita lanjut perjalanan


Kita mau kemana Bu,, tanya Ikmal


Kita cari makan dulu ya,,kan dari pagi kita belum makan....


Ya,Bu kami sudah lapar,, jawab mereka serempak..


Kurang lebih lima belas menit kami berjalan,, akhirnya kami menemukan rumah makan, yang ada di dekat persimpangan jalan.


Ibu,itu rumah makan nya,, tunjuk ikmal


Ya,ayo kita kesana.. jawab ku


Hmmm..... boleh gak nanti ikmal makan nya lauknya pakai ayam goreng...mintanya sambil tersenyum ke arahku


boleh nak,mas Akmal juga boleh


Hore.... teriak ikmal


Hush dek,gk usah teriak ah malu-malu in aja kamu..kata akmal


Ya mas, ikmal minta maaf


Ya...Bu..


Aku mendekati seorang ibu ibu, penampilan nya cukup sederhana,dan sepertinya orang nya pun baik,mungkin beliau pemilik rumah makan ini


Assalamualaikum Bu,,,


waalaikum salam,ya nak mau pesan ap ....


Saya mau pesen, nasi putih nya tiga, ayam goreng nya dua, kalau ad sayur SOP sama ikan asin nya ya Bu,,


Oh ya nak,, tunggu sebentar ya ibu siap kan dulu


Ya Bu....


aku mendekati meja di mana kedua anakku yang duduk,,

__ADS_1


Ibu sudah pesan ya,..


Sambil menunggu ibu Ratih mengantar kan pesanan kami,, akmal bertanya pada ku


Ibu setelah ini kita mau kemana lagi,,


Ku pandangi wajah mereka satu persatu,, sambil tersenyum ku menjawab ...


Kita cari kontrakan dulu ya,, untuk tempat tinggal kita,, nanti baru ibu cari kerja..


Ya Bu , jawab mereka


Akhirnya makanan yang kami pesan sudah datang,, silahkan kan ini di makan,,


maaf apa boleh ibu ikut duduk di sini, soalnya tadi ibu dengar kalian mau mencari rumah kontrakan ya,, tanya Bu Ratih


Ya Bu,, boleh,,, kata ku sambil mempersilahkan Bu Ratih duduk di samping ku.


apa ibu ad rumah yang akan di kontrakan..


Ad nak, kalau perlu kalian tidak usah ngontrak .. tinggal saja di sini bersama ibu.. hitung-hitung untuk jadi teman ibu..


Maksud ibu gimana ya tanya ku bingung


Begini nak..( Bu Ratih mulai menjelaskan ke inginan nya)


Di rumah ini,ibu tinggal sendiri..suami ibu sudah lama meninggal dunia,, anak ibu juga gak punya,, kalau malam ibu sering kesepian,, kalau siang di temenin Sumi (satu satunya pegawai Bu Ratih) kalau kalian tidak keberatan tinggal bersama ibu selama kalian mau.. anak anak mu bisa sekolah, ad kok pesantren dekat sini


Aku, akmal dan Ikmal saling tatap,, dan menganggukkan kepala berbarengan..


Alhamdulillah ya Allah,, akhirnya ibu ad teman nya,, ucapan syukur dari Bu Ratih..dan langsung memeluk ku.. dan berkata


ya Allah nak,ibu bahagia sekali kalian mau tinggal bersama ibu,, ngomong ngomong ibu belum tau nama kalian,,


Oh y Bu maaf... nama saya Ariana, yang ini Akmal sambil tangan ku memegang bahu akmal, anak saya yang pertama, dan di sebelah ny Ikmal anak saya yang kecil...


Oh ya, kalau nama ibu kamu sudah tahu kan Nana,, maaf ibu panggil kamu Nana boleh kan


Boleh Bu,, jawab ku sambil tersenyum

__ADS_1


Dan untuk kalian berdua,, panggil nenek ya..


Ya nek... jawab akmal dan Ikmal...


__ADS_2