Pembalasan Istri Yang Terzalimi

Pembalasan Istri Yang Terzalimi
luka tapi tak berdarah


__ADS_3

sambil menangis aku terus berlari menuju pintu gerbang,, sampai sampai panggilan dari mas Aris tidak aku hiraukan, sesampainya di pintu gerbang aku meminta tolong pada pak Budi untuk segera membuka pintu gerbang nya


pak, tolong buka gerbang ny( kata ku sambil menangis)


Pak Budi,kaget melihat ku berurai air mata,,,


Ya non, sebentar saya buka gerbang nya,kata pak Budi sambil berjalan ke arah pintu gerbang..


Sudah saya buka non...


Ya,pak terima kasih y...


Ya non,, sama sama...non mau pulang ya...


Ya pak,,


Hati hati ya non,,non wanita yang kuat insya Allah non dan anak-anak segera mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya..


Mendengar perkataan pak Budi,,aku berhenti sejenak, dan aku berkata terima kasih banyak pak Budi atas doa ny.. semoga bapak juga selalu di berikan kesehatan


Pak Budi menganggukkan kepalanya,, dan tersenyum menatap ku,


Aku segera pergi dari rumah mertua ku, berjalan menuju halte bis terdekat untuk segera pulang.. Setelah sampai di halte bis, untungnya tidak berselang lama bis yang aku tunggu akhirnya datang juga,, sayup-sayup kudengar suara mas Aris terus memanggil ku.. dan aku bergegas masuk ke dalam bis,, bis nya segera melaju,ku lihat ke belakang mas Aris tidak lgi mengejar ku,


Alhamdulillah aku bisa duduk dengan tenang,,(sambil mengusap dada ku)aku mengucap syukur..ku hapus sisa air mata yang masih ad di pipi ku,,aku tidak mau anak anak ku curiga melihat wajah ku.. karena terlalu lelah aku pun tertidur sepanjang perjalanan menuju rumah ku,, untung nya kernet bis membangun kan ku,,


Non..bangun nona sudah sampai tujuan..


Dengan sedikit kesadaran karena baru bangun tidur,, aku mencoba untuk berdiri dan segera turun dari mobil Bis..


Terima kasih ya bang,


sama sama non... kata kernet bis


setelah turun dari bis,aku bingung bagaimana aku bisa sampai di rumah,, karena jarak antara rumah dan jalan lintas lumayan jauh, kalau berjalan kaki bisa bisa ashar aku baru sampai, sedangkan sekarang baru jam 14:15..tukang ojek yang biasa nya mangkal tidak ada satupun yang ad di pangkalan,,


akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat di bekas warung yang ad di dekat persimpangan,,dengan berharap ada kendaraan yang akan memasuki desa ku .


Alhamdulillah baru 15 menit aku menunggu,,ad pak Mamat sopirnya pak Haji yang lewat,, dan dia memanggil ku dan bertanya


Ariana,,kamu mau pulang ya


Ya pak,jawab ku...


Ayo sini naik,, barengan aja sama bapak


Ya pak,,


Aku, segera berjalan menuju mobil pak Mamat,, di sepanjang perjalanan aku banyak bercerita dengan pak Mamat,,aku memang cukup dekat dengan pak Mamat, karena ia menganggap ku sebagai anaknya


dan pak Mamat mulai pembicaraan kami..


Kamu dari mana Ariana,, tumben pergi gak bawa anak anak..


Hmmm,aku dari rumah mertua ku pak, tadi

__ADS_1


Tumben kamu kesana,, tanya pak Mamat


Tadi pagi aku berangkat dengan mas Aris pak,, air mata ku lagi lagi mengalir.teringat ucapan mertua ku tadi...


Loh kamu kenapa malah nangis, cerita saja belum..


akhirnya aku ceritakan semua yang terjadi di rmh mertua ku, tidak aku tambahin atau di kurangi, pak Mamat sangat marah setelah mendengar cerita ku.. dan dia berkata


Jangan kamu berikan Akmal pada mereka nak,, mereka tidak berhak atas akmal karena sudah bertahun tahun Aris tidak memberikan kalian nafkah.. insya Allah bapak akan membantu sebisa bapak.


Ya pak terima kasih,,,


Nanti Ikmal jam berapa mau ke puskesmas nya.. akhirnya cucu bapak itu sudah berani di sunat


Sambil tersenyum aku menjawab, insya Allah sehabis sholat ashar pak,, Alhamdulillah pak kemarin sebelum penerimaan lapor dia sendiri yang minta di sunat,,


Syukur Alhamdulillah kalau begitu Ariana..


Tidak terasa, sampai juga aku di rumah,,aku mengucap kan terimakasih pada pak Mamat,, selama di perjalanan pak Mamat banyak memberikan nasihat kepada ku, dan membuat hati ku lebih tenang sekarang


Aku terus berjalan menuju rumah ku,, sesampainya di depan pintu rumah,aku segera mengetuk pintu


tok...tok...tok...


assalamualaikum, akmal, ikmal ibu pulang...aku mengucap salam sambil memanggil kedua anak ku.. dari dalam rumah aku mendengar suara Ikmal yg menjawab salam ku


Waalaikum salam,ya Bu. Bentar ya


Tidak berapa lama pintu rumah ku terbuka,,


Mama's mu di mana nak,,kok sepi tanya ku sambil tersenyum dan mengusap kepala Ikmal..


oh,,kok ikmal denger suara ibu,,


Y Bu tadi Ikmal baru selesai mandi,kn bentar lagi mau berangkat ke puskesmas


Oh ya sudah,ibu ke kamar dulu ya mau siap siap juga..


Ya Bu,, Ikmal mau manggil mas Akmal dulu,,


teman ny mna kok gak keliatan


Mereka sudah pulang Bu,, katanya mereka mau ikut


Syukur Alhamdulillah, masih banyak yang perduli dan sayang dengan anak anak ku..


Sehabis mandi,aku menunggu kedua anak ku yang sedang bersiap siap,,aku duduk di teras rumah, tidak lama kemudian, ada mobil yang berhenti di depan rumah, jantung ku berdebar kencang


Aku takut kalau mas Aris datang untuk mengambil akmal..


Setelah ku perhatikan, tenyata yang datang pak Mamat dan pak Haji.. aku mengucap syukur dan merasa lega,aku segera memanggil kedua anakku.. belum sempat aku panggil mereka sudah keluar,,


Hore,,pak Haji ny sudah datang,kata ikmal


aku langsung meminta anak anak ku untuk mendekati mereka,, sementara anak anak ku berjalan menghampiri pak Haji dan pak Mamat,aku segera mengunci pintu rumah dan membawa makanan kecil serta minuman untuk kami makan selama perjalanan

__ADS_1


setelah di dekat pak Haji Ikmal dan akmal langsung Salim


Sudah siap Ikmal,, kalau sudah siap ayo kita langsung berangkat tanya pak Mamat, biar gk kesorean kita sampai nya,, nanti biar kita bisa sholat di masjid yang ad di dekat puskesmas..


Bentar lagi pak,, Ikmal lagi nunggu temen temen yang mau ikut


Ya sudah kalau begitu, kita tunggu sebentar, kata pak Mamat


Baru saja selesai pak Mamat ngomong, temen ny Ikmal sudah sampai..


Ayo pak kita berangkat,,


Ayo nak.. segera naik ke mobil


Pak Mamat mengendarai mobil ny cukup kencang ,karena waktu perjalanan menuju puskesmas lumayan jauh ..


baru saja kami sampai di depan puskesmas suara adzan sudah berkumandang, menandakan waktu


Sholat ashar telah tiba .. pak Haji bergegas meminta kami untuk segera turun dari mobil, dan menuju masjid


Sesampainya di masjid kami langsung berwudhu.


Sehabis sholat kami menuju ke puskesmas,, kami menanyakan ke bagian informasi untuk menanyakan dimana ruangan dokter Irham(dokter yang akan mengkhitan Ikmal) belum sempat kami bertanya,ternyata ad perawat laki laki yang datang menghampiri kami,, dan membawa langsung ke ruangan dokter Irham,,


Tok..tok..( perawat itu mengetok pintu ruangan dokter Irham)


Ya silahkan masuk, terdengar suara dari dalam yang meminta kami masuk.


silahkan duduk,ibu Ariana, pak Haji dan adek Ikmal


Hanya kami bertiga yang di perbolehkan masuk, sementara pak Mamat, akmal dan teman teman ikmal menunggu di luar,,


Ya dok jawab ku


hebat ya dek Ikmal, sudah berani sunat


Kelas berapa sekarang dek.. Dokter Irham bertanya pada Ikmal


Ikmal kelas 4 dok,, insya Allah Ikmal berani dok, jawab ny sambil tersenyum


Kalau dek Ikmal sudah berani, kita langsung saja ya.. pakai sarung dulu,, ganti nya di kamar mandi.. kamar mandi nya itu ad di belakang..


perawat yang Tadi mengantar kami, segera mengantarkan Ikmal ke kamar mandi yang ad di dalam ruangan sementara Ikmal berganti sarung, dokter Irham berbicara kepada kami untuk segera keluar dari ruangan,,awal ny aku ragu meninggalkan Ikmal sendirian,tapi setelah mendengar penjelasan dari dokter Irham, dan pak haji yg meyakinkan ku, akhirnya aku dan pak haji segera keluar dan bergabung dengan akmal dan yg lainnya


Bu kok Ikmal di tinggal, nanti kalau nangis gimana (tanya akmal)


Insya Allah tidak terjadi apa-apa nak, kita sama-sama berdoa semoga semua lancar dan Ikmal tidak menangis, jawab pak Haji.


Dengan perasaan campur aduk,, kami menunggu di luar,, tidak lama kemudian pintu ruangan dokter Irham terbuka,, kami serentak mendekati pintu dan ternyata yang keluar adalah Ikmal dengan percaya diri dan senyum dia berkata


Ni mas, Ikmal berani kan gak nangis,, dengan bangga ny ia berkata seperti itu


tanpa disengaja kmi bersama mengucap syukur kepada Allah SWT,,


Lihat lah mas walaupun kamu dan keluarga mu baru saja menorehkan luka yang tak berdarah di hati ku,, sekarang aku benar-benar bahagia , masih banyak orang yang perduli dan sayang pada kami.. sambil kulihat wajah orang orang yang Tadi ikut mengantarkan Ikmal..

__ADS_1


Langsung ku dekati dan memeluk Ikmal,, dan berkata


Alhamdulillah anak Sholih ny ibu sekarang sudah besar,, tetap jadi anak kebanggaan ibu ya nak,kamu dan Mama's mu adalah harta ibu yang paling berharga


__ADS_2