
hari, yang di tunggu-tunggu oleh Bu Ratih akhirnya sebentar lagi akan terlaksana.... karena tadi saat mereka sedang sarapan pagi..Dika memberi tahukan kalau rumah makan milik Bu Ratih akan segera di buka kembali, karena pembangunan nya sudah 99% selesai.... bahkan kamar untuk para karyawan pun sudah selesai...bi Sumi dan kedua putri nya bisa tinggal bersama dengan Bu Ratih dan Ariana....
karena sesuai kesepakatan, kalau rumah makan Bu Ratih sudah bisa di buka Ariana akan tinggal bersama Bu Ratih kembali dan meninggalkan kediaman prabu Atmaja...
Bu Ratih sendiri sampai saat ini masih menyembunyikan penyakit yang ia derita dari Ariana... tapi tidak untuk papa Prabu,mama Airin,Dirga serta Dika yang sudah mengetahui tentang kesehatan Bu Ratih... bahkan mereka semua membohongi Ariana pada saat kondisi Bu Ratih drop dan harus di rawat beberapa hari di rumah sakit... waktu itu mereka beralasan mengajak Bu Ratih jalan jalan ke luar kota..
\*\*\*\*
pagi semua anggota keluarga Prabu Atmaja sedang sangat sibuk.. bahkan sudah ada beberapa koper dan beberapa tas besar, milik Bu Ratih,Bu Sumi, indah dan sari... sedangkan Ariana hanya membawa satu tas yang ukurannya sedang.. karena ia tidak membawa semua barang miliknya... hanya beberapa barang penting saja... tidak mungkin ia langsung meninggalkan keluarga papa Prabu.. mengingat mereka lah satu-satunya keluarga yang ia miliki....
pak Wawan, sudah memasukkan barang barang milik Bu Ratih,bi Sumi, indah dan sari ke dalam mobil.... mereka berangkat menuju ke rumah makan Bu Ratih menggunakan tiga mobil.. yang satu mobil khusus membawa barang barang, dan satu lagi di kendarai oleh Dika,, dan bi Sumi beserta kedua putri nya, dan yang satunya lagi di kendarai langsung oleh papa Prabu, yang membawa mama Airin, Ariana dan Bu Ratih...
mobil mereka sudah melaju meninggalkan kediaman prabu Atmaja...
mulai dari berangkat Ariana selalu memperhatikan Bu Ratih,, yang selalu tersenyum,.. karena bahagia akan segera melihat tempat tinggal mereka yang baru...
__ADS_1
kurang lebih sekitar lima belas menit,, perjalanan mereka.. akhirnya sampai juga di rumah makan Bu Ratih... dan ternyata Dirga, Aisyah, beserta kiyai Hasan dan ummi Aini, sudah lebih dulu sampai... bahkan Bram juga sudah ada....
papa prabu segera memarkirkan mobilnya,di susul dengan mobil yang di kendarai Dika dan pak Wawan.... setelah mobil terparkir dengan sempurna... baru lah semua penumpang nya turun....Bu Ratih turun lebih dulu di dampingi Ariana..di ikuti anggota keluarga yang lain nya...
Bu Ratih berjalan menuju pintu masuk...tak henti hentinya ia mengungkapkan syukur kepada Allah SWT... atas semua rezeki yang ia terima... dan di sambut oleh beberapa karyawan baru yang akan bekerja di rumah makan milik Bu Ratih...
Bu Ratih sangat takjub melihat rumah makan miliknya yang sudah berubah... menjadi restoran mewah...ia peluk Ariana begitu erat... sambil menangis terharu Bu Ratih berkata pada Ariana...
terima kasih Riana... kenapa kamu memberikan ibu hadiah yang berlebihan nak...ibu iklhas membantu kalian dulu.. tidak pernah terbersit dalam benak ibu mendapatkan hadiah yang mewah seperti ini nak....
Ariana membalas ucapan Bu Ratih... sambil berusaha menahan air matanya... keluarga papa Prabu, juga iklhas memberikan semua ini untuk ibu... Karena ibu memang pantas mendapatkan ini semua bu..
ibu orang baik, tulus.. sangat jarang ada orang yang seperti ibu di jaman sekarang yang iklhas membantu orang lain tanpa mengetahui asal usul Nya...kami sengaja menyiapkan kejutan ini khusus untuk ibu ....jadi kami sekeluarga mohon ibu menerima hasil usaha kami.. ucap Dirga... yang berdiri di belakang Bu Ratih....
Bu Ratih setelah mendengar ucapan Dirga segera melepaskan pelukannya dari Ariana dan berbalik menghadap Dirga..dan berbicara...
__ADS_1
Alhamdulillah nak Dirga,ibu sangat sangat bahagia menerima hadiah dari seluruh keluarga tuan prabu Atmaja,, insya Allah ibu berjanji akan menjaga dan merawat tempat ini, sebaik-baiknya...
karena tidak ingin melihat ada pertumpahan air mata lagi...Dika yang sudah lebih dulu masuk dan duduk di salah satu meja, sambil memegang mickropon berkata...
udah dong....sedih sedih nya.. kita makan....kan kita belum ada yang sarapan tadi...perut Dika sudah disko ni.... sambil mengarahkan mickropon ke arah perutnya... dan terdengar lah suara...
krucuk.... krucuk...
semua orang yang ada di dalam sontak saja tertawa mendengar suara perut Dika...
Prabu langsung mengambil alih mickropon yang Dika pegang... dan meminta semua tamu undangan duduk di tempat yang sudah di sediakan.. dan memberi kan kata kata sambutan.. setelah selesai papa Prabu....langsung meminta kepada kiyai Hasan memimpin doa.....
\*\*\*\*\*\*
__ADS_1