Pembalasan Istri Yang Terzalimi

Pembalasan Istri Yang Terzalimi
aku dan anakku memilih untuk pergi


__ADS_3

Ku pikir resmi berpisah dari mas Aris, kehidupan aku dan anakku, akan bahagia.ternyata tidak sama sekali,, hanya dua hari setelah kata talak itu terucap kami merasa ada ketenangan dan kedamaian,,aku sudah mulai bekerja ke kebun karet seperti biasanya Akmal dan Ikmal juga ikut ke kebun..


Hari ini tepat di hari ketiga mas Aris dtang ke rumah kami,, ingin membawa akmal..


Ketika,,Aku sedang membersihkan halaman rumah,, tiba tiba mas Aris datang,,, tanpa mengucapkan salam dia langsung bertanya


mana akmal Riana,aku akan membawa ny hari ini juga,,


Maaf mas,, kamu tidak bisa membawa akmal, karena hak asuh anak ad pada ku,jadi kamu tidak berhak sama sekali,,


Mana bisa seperti itu,aku ayah nya jelas punya hak


Ayah nya kata mu.....( jawab ku sambil menatap ny sinis),aku tanya sama kamu mas.. ayah mana selama sebelas tahun menelantarkan anaknya dan tidak memberikan nafkah sama sekali , setelah melihat ank mu punya prestasi yang membanggakan baru kamu akui dia anak mu cek....cek.. kata ku sambil menggeleng geleng kn kepala,,, lagi pula di dalam berkas yang kamu tandatangani kemarin sudah jelas tertulis, kalau hak asuh anak ad padaku, jadi jangan mimpi kamu ingin mengambil anak ku.. ucap ku sambil berlalu meninggalkan mas Aris sendirian di halaman rumah ,dan segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam,, setelah menyadari kalau aku sudah masuk kedalam rumah,mas Aris langsung mengejar ku ke arah pintu dan menggedor-gedor pintu rumah ku sambil berteriak memanggil ku..


ku biarkan saja ia berteriak ,,ku berjalan menuju kamar akmal dan Ikmal untuk menemui mereka yang sedang berada di kamar..


Akmal,ibu boleh masuk nak...


Ya Bu,masuk saja pintu nya tidak kami kunci..


Ku pegang gagang pintu, dan ku buka perlahan sambil melangkah kan kaki menuju ke tempat tidur... baru saja aku duduk akmal langsung bertanya


ad siapa bu di luar,,kok pintu nya di gedor gedor,,


sebelum menjawab pertanyaan Akmal,ku pejamkan mata sambi menghela nafas panjang,,


di luar ada ayah mu nak,dia ingin menjemput mu dan membawa mu tinggal bersama mereka


Apa ibu mengijinkan akmal ikut ayah Bu...


Tentu saja tidak nak,,jawab ku,,


Ibu tidak akan pernah memberikan salah satu dari kalian untuk di bawa ayah mu,, bukannya ibu ingin memisahkan kalian dari ayah kalian tapi kemana selama ini ayah mu,, setelah melihat prestasi kalian seenaknya saja ingin memisahkan kita,,


kata ku sambil menatap haru pada mereka,, dan mereka pun langsung memeluk ku..


Ibu kenapa kita tidak pergi saja dari rumah ini, supaya ayah tidak lagi mengganggu kita,, kata ikmal


Kita mau pergi kemana nak ..ibu tidak mempunyai saudara... kalau kita tinggal di rumah Abi Rasyid kalian, rasanya tidak mungkin... sebentar lagi kalian akan masuk sekolah...


Ya Bu sebaiknya kita pergi saja, akmal takut nanti ayah malah menyakiti ibu, atau salah satu diantara kami..


Sambil termenung ku pikir kan , permintaan anak anak ku..


Ya sudah kalau kalian ingin kita pergi dari rumah ini,, kalian istirahat saja dulu nanti ibu pikirkan kita akan pergi ke mana...


Ya Bu... kata mereka kompak..


sebelum keluar dari kamar anak ku,aku menciumi pipi mereka dan berkata, maafkan ibu nak yang belum bisa memberikan kebahagiaan Pada kalian...


Ku,, berjalan ke arah pintu untuk segera keluar dari kamar ank ku,, dan menuju kamar ku .... tapi sebelum masuk kamar ku pastikan mas Aris sudah tidak ada lagi,, karena tidak lagi terdengar suara teriakan nya..

__ADS_1


Ku langkahkan kaki,, sambil berpikir akan ku bawa pergi ke mana anak anak ku,, sedang aku tidak mempunyai uang... sesampainya di kamar,aku menuju ke lemari pakaian dan mengambil sebuah kotak,, yang ku pakai untuk menyimpan uang tabungan ku..


Ku keluar kan semua uang yang ad di dalam kotak, dan ku hitung ternyata ad tiga juta rupiah,,ku rasa ini cukup untuk ongkos mobil, dan mencari kontrakan untuk tempat kami tinggal di tempat yang baru.. segera ku simpan uang itu ke dalam tas,, dan segera berbaring di tempat tidur.. mungkin karena terlalu banyak pikiran aku tertidur nyenyak,.


Baru beberapa menit aku tertidur, seperti ada yang membangunkan ku... dan itu seperti suara almarhumah ibu


Nana(panggilan kesayangan ibu untuk ku)bangun nak,,,ini ibu


Ku buka mata ku perlahan... dan bertapa terkejutnya aku,, ketika melihat di depan ku ada ibu ku dengan senyuman hangat nya,, tanpa pikir panjang aku langsung memeluk ibu,, dan berkata....


Bu nana kangen sama ibu,,ku curahkan semua kerinduan ku padanya..Nana ingin iku ibu saja...


Sambil melepas kn pelukan ny ibu berkata,


Kamu gak bisa ikut kami nak, dan belum waktunya,, masih ada tanggung jawab mu pada cucu cucu ibu,, kamu harus membalas perlakuan keluarga mantan suami dengan cara mu..


Ku anggukan kepala sambil menatap wajah ibu ku..


Oh y ad yg ingin bertemu dengan mu,, tunjuk ibu melalui lirik kan matanya ke arah samping ku..


Ku lihat siapa yang ibu maksud,,,


Deg.. itu Ikmal ya Bu.. tanya ku...


Bukan nak,, dia ayah mu,, ayah yang dulu sering kamu tanyakan sekarang dia ad di dekat mu..


ku langsung memeluk ayah dengan erat, dan berkata.


Ternyata benar dugaan Nana yah,, kalau ikmal sangat mirip dengan ayah..


Tapi Nana bingung yah gk tau harus pergi ke mana...


ibu berkata,,kamu masih menyimpan kan kotak kecil yang ini berikan dulu,,


Ku anggukan kepala sebagai jawaban...


di dalam kotak itu ada petunjuk, yang nanti ny akan membawa bertemu dengan keluarga ayah mu nak...


Benar begitu yah,, tanya ku pada ayah...


Kamu pergi saja ke kota T ,, semoga di sana nanti kamu dan anak anak mu bisa menemukan keluarga ayah.. besok sebelum masuk waktu shubuh kamu segera bawa ank mu pergi nak...


Setelah mengatakan itu, ayah dan ibu langsung menghilang...


Ku terus memanggil mereka sambil berteriak


ayah....ibu.... jangan tinggalkan Nana Bu...Nana masih merindukan kalian...


ibu... bangun...Bu..., akmal membangun kan ku sambil menggoyangkan tangan ku,,,bu kenapa tidur sambil nangis dan memanggil manggil Mbah uti(panggilan mereka untuk ibu ku)ku buka mata ku perlahan dan mencari cari sosok yang aku rindu kan.. ternyata aku bermimpi,,ku lihat kedua anak ku dengan wajah cemas mereka,, langsung ku dekap ikmal terlebih dahulu,, ikmal ternyata dugaan ibu benar nak , kalau kamu mirip sekali dengan Mbah Kakung (panggilan untuk ayah ku)


Beneran tanya nya

__ADS_1


Ya nak.. akmal ternyata selama ini Mbah Kakung mu selalu ad bersama kita nak


Syukurlah Bu,..


Kalian jadi ingin pergi dari rumah ini,, tanya ku pada mereka


Ya Bu,, jawab mereka serempak..


Kalau beneran,, sekarang kalian bereskan barang barang kalian, bawa barang barang yang penting nak.. terutama buku lapor dan alat sekolah kalian,, insya Allah sebelum shubuh nanti kita akan pergi..abis ini ibu mau ke tempat pak Asep ingin minta tolong mengantar kan kita ke jalan lintas..


Kenapa tidak minta di antar sama kakek saja Bu tanya Ikmal


Kamu lupa ya mal,, kalau kakek, nenek dan Abi Rasyid sedang pergi ke luar kota..,, jawab akmal,,,


Oh iya ya mas,,kata ikmal sambil menepuk-nepuk kepala nya,, Ikmal lupa..


Ya sudah sana kalian bereskan barang kalian,ibu juga mau membereskan barang barang ibu, sesudah itu ibu mau segera ke rumah pak Asep


Ya Bu... ucap mereka sambil berlalu meninggalkan kamar ku...


Semua barang barang kami sudah selesai di bereskan,,


aku bergegas menuju ke rumah pak Asep.. untung nya rumah pak Asep tidak terlalu jauh,hanya beberapa menit dari rumah ku.. sesampainya di rumah pak Asep , kebetulan pak Asep ad di rumah.. setelah mengucapkan salam...


Assalamualaikum pak...


Waalaikum salam ,,eh ada nak Riana ..ad na tumben ke rumah bapak di jam segini..


Langsung ku utarakan apa yang ingin ku sampaikan,, dan pak Asep mendengar kan cerita ku..


insya Allah besok pagi bapak bisa mengantarkan kalian.. kalau bisa malam ini kalian menginap saja di rumah bapak, takut nya nanti mantan suami mu datang lagi di saat sedang tidur


Setelah ku pikirkan apa yang di bilang pak Asep ad bener ny,,


Ya pak nanti malam sehabis sholat magrib kami ke rumah bapak..ya sudah pak kalau begitu saya permisi dulu


assalamualaikum,, pamit ku,,


waalaikum salam.. jawab pak Asep..


Sesuai dengan rencana,, sehabis sholat magrib kami bertiga berangkat ke rumah pak Asep,,, ternyata benar dugaan pak Asep kalau mas Aris malam ini datang ke rumah ku.. dan berpapasan di jalan bertemu dengan pak Asep dan menanyakan keberadaan kami,, untung nya pak Asep tidak memberi tau keberadaan kami..


Keesokan harinya, sebelum masuk waktu shalat subuh,, kami sudah di antar ke jalan lintas..pak Asep menemani kami sampai kami mendapat mobil untuk di tumpangi... hampir menunggu setengah jam akhirnya kami mendapat mobil ny..aku lekas berpamitan dan mengucapkan terima kasih banyak pada pak karena sudah bersedia mengantar kami.. akmal dan Ikmal ku minta untuk masuk lebih dulu,,


Ariana pamit ya pak ,, terima kasih sudah bersedia membantu kami.. maaf kalau selama ini Riana dan anak anak sering menyusahkan bapak... dan Riana titip pesan sama bapak jangan memberi tau siapa pun tentang kepergian kami...


Ya nak,,kamu tidak usah merasa merepotkan bapak,, bapak ikhlas membantu kalian,, semoga kamu bisa segera menemukan keluarga ayah mu,


Terima kasih banyak pak,, jawab ku sambil melangkah masuk ke dalam mobil yang akan membawa kami pergi dan tak lupa mengucapkan salam..


Assalamualaikum...

__ADS_1


Waalaikum salam nak,, hati hati,jaga anak anak mu...


Sambil tersenyum ku menatap pk Asep...


__ADS_2