
mama Airin dan ummi Aini, mendekati Ariana dan Aisyah yang sedang berpelukan... setelah berada di samping Ariana... mama Airin mengusap punggung Ariana perlahan untuk menguatkan Ariana.. dan berkata....
istiqfar Na...kamu harus iklhas nak... tidak ada manusia pembawa sial di dunia ini.. kita semua pasti akan berpulang...
dan kamu bukan lah penyebab kepergian,ayah Atma,ibu mu dan juga Bu Ratih.... karena memang sudah waktunya mereka pergi meninggalkan kita semua... singkirkan pikiran buruk mu itu...
tapi Bu... mereka semua pergi sebelum Ariana membahagiakan mereka... apalagi ayah... bahkan beliau pergi sebelum melihat Ariana lahir ke dunia ini... dan ibu Runi... pergi di saat Riana baru saja menikah.. dan Bu Ratih... Ariana kembali menangis dalam pelukan Aisyah...
kini giliran ummi Aini yang berbicara...
Ariana...hei coba kamu lihat ummi....
Ariana melepaskan pelukannya dari Aisyah dan menatap ummi Aini...
ummi minta,kamu ambil wudhu...terus duduk lagi di sini...
mendengar ucapan ummi Aini... Ariana langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi.,
ummi Aini, mama Airin dan Aisyah menghela nafas panjang melihat Ariana yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi... mereka terdiam tidak ada satu pun yang bersuara... karena sangat memahami apa yang di rasakan oleh Ariana... tidak lama kemudian Ariana keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sembab.. dan duduk di samping ummi Aini...
gimana perasaan kamu setelah wudhu Na... tanya ummi...
Alhamdulillah,,lega ummi....
syukur Alhamdulillah... dan mba berikan surat nya....kata ummi pada mama...
sekarang di dalam kamar Ariana hanya tinggal ummi Aini dan mama Airin.. karena Aisyah sudah keluar saat Ariana di dalam kamar mandi... Aisyah keluar kamar karena di mintai tolong oleh mama Airin untuk mengambil kan makanan untuk Ariana...
Na...ini ada titipan dari almarhumah ibu Ratih. . kata mama sambil memberikan sepucuk surat....
Ariana, menerima surat itu dan segera membuka nya.,
untuk putri ku yang Sholihah...
__ADS_1
assalamualaikum, Na....
Maaf kan ibu yang mengecewakan mu... dan menutupi semua ini dari mu.... di saat kamu membaca surat dari ibu...ibu sudah pergi meninggalkan mu..,..
Ariana membaca surat itu kembali menangis..... tidak sanggup lagi untuk membacanya... melihat Ariana.... yang kembali menangis, Mama Airin menanyakan kepada Ariana, untuk di lanjutkan atau tidak membaca surat itu....
kalau kamu tidak kuat membacanya, tidak usah di lanjutkan Na....
tidak ma,,,, Ariana ingin tahu alasan kenapa Bu Ratih menutupi semua ini dari Ariana.....
kalau kamu izin kan..biar Mama saja yang membacanya.. ucap Mama Airin yang menawarkan diri untuk membaca....
Riana diam tidak menjawab, hanya tangan nya yang bergerak memberikan surat yang ia pegang pada Mama Airin... karena ia masih memeluk ummi Aini....
Mama Airin, segera mengambil surat itu dan melanjutkan membaca nya..
Dan karena kehadiran kalian membuat Ibu menjadi lebih bersemangat.. untuk sembuh dari kanker otak yang ada di dalam kepala ibu... penyakit ini sudah ada jauh sebelum kamu dan kedua anak mu hadir mengisi hari hari ibu yang kosong...
jadi jangan menyalahkan diri mu... karena kepergian ibu....
oh ya,kamu ingat kan... waktu nak Dika bertunangan dengan indah...ibu meminta pada Mama mu untuk kita semua photo...ibu waktu itu meminta izin pada Mama dan papa mu... untuk menambahkan photo almarhum dan almarhumah kedua orang tua mu dan almarhum suami ibu...
kamu tau sendiri kan, kalau Dika sangat pintar mengedit foto lama.. menjadi seperti yang baru... kalau kamu lihat photo keluarga kita, ibu yakin kamu tidak percaya dengan photo itu.,. kalau kamu ingin melihat photo nya.. tanyakan saja sama Dika...ya..
kamu jangan bersedih lagi.... dan menyalahkan diri mu sendiri... karena kita semua pasti akan berpulang... hanya tidak tau saja kapan waktu nya..
ibu pesan pada mu ,.. tetap lah jadi Ariana yang seperti sekarang,,,baik hati,.. lupakan masa lalu mu yang buruk...tatap lah masa depan mu yang penuh kebahagiaan...ibu titipkan rumah makan ibu untuk kamu kelola bersama bi Sumi dan kedua anaknya...
oh ya, ibu titip salam untuk kedua cucu ibu., dan sampaikan maaf ibu.... yang tidak bisa menunggu mereka hingga dewasa. ..
__ADS_1
Sudah dulu ya Na....ibu akan selalu menyayangi... jangan bersedih terlalu lama.... dan menutup diri dari laki laki,, Akmal dan Ikmal butuh sosok ayah... insya Allah jodoh mu akan datang....
peluk cium ibu untuk putri ibu , yang paling ibu sayang.....
wassalammualaikum...
dari ibu.....
setelah selesai membaca surat itu,mama Airin menyimpan nya kedalam laci meja rias milik Riana... dan kembali duduk dekat Riana dan ummi Aini.. dan berkata pada Riana....
nah Na bagaimana perasaan mu setelah mendengar kan pesan dari Bu Ratih tadi....
Ariana sedikit lebih tenang ma,,, tapi rasa menyesal karena tidak bisa merawat ibu yang mendominasi... kalau ibu jujur dari awal... Riana bisa menjaga dan merawat ibu di hari terakhir nya....
penyesalan itu pasti ada mba.... jawab Dika yang sekarang sedang berjalan mendekati tempat dimana Ariana, ummi Aini dan mama Airin duduk....
ini Dika bawain hadiah dari almarhumah ibu...mba pasti suka... sambil menyerahkan bingkai foto yang cukup besar....
ini letakkan saja di kamar mba,,, karena Dika sengaja membuat dua... dan yang satunya lagi di pajang di ruang keluarga..,
Riana berdiri dari duduknya untuk menerima apa yang di berikan oleh Dika,,, dan segera melihat gambar nya.....
setelah melihat gambar nya... Riana terkejut sambil menutup mulutnya... dan berkata....
Masa Allah,,kamu yang membuat ini Dika....
hehehe,ya mba bagaimana, bagus gak...?
bagus sekali Dika,, seperti photo yang baru...
oh ya ma, apa benar ini ayah Pramuja... Ariana bertanya pada Mama Airin, menunjukkan photo seorang laki laki yang terlihat berbeda....
__ADS_1
ya, seperti itu lah wajah ayah mu....
setelah puas memandangi photo yang di bawa oleh Dika,,, baru lah ia meminta Dika untuk memajang nya di dinding kamar nya.,