Pembalasan Istri Yang Terzalimi

Pembalasan Istri Yang Terzalimi
Hari Baru


__ADS_3

sudah hampir satu bulan, Ariana tinggal terpisah dari kedua anaknya...ia bahagia walaupun rasa rindu untuk kedua anaknya tak bisa tersalurkan mengingat jarak yang cukup jauh... dan sampai saat ini Aris tidak menyadari keberadaan nya,, walaupun terkadang bertemu di acara pengajian yang di adakan di pondok pesantren milik kiyai Hasan... dengan penampilan nya yang baru.. benar-benar melindungi nya dari masa lalu nya... sekarang ia mulai berdamai dengan masa lalu nya... karena papa prabu sudah menceritakan semuanya tentang Aris...dia memaafkan Aris... dan berdoa semoga Aris bahagia dengan keluarga baru nya....


sekarang Ariana sedang sibuk melanjutkan pendidikan nya yang tertunda... dan Bram sudah tidak lagi mencoba mendekati Ariana,, setelah usaha terakhir yang ia lakukan.. dan mendengar jawaban dari Ariana... Bram memutuskan untuk tidak lagi berusaha memiliki Ariana...


ya, waktu itu Bram berkunjung ke kediaman keluarga Prabu Atmaja,, untuk bertemu dengan Ariana...


Mereka sedang duduk di taman belakang dekat kolam renang. . Bram mengutarakan maksud dan tujuannya untuk bertemu dengan Ariana,, kalau kemarin kemarin, Bram bilang ingin menjadi sahabat Ariana.. tapi tidak untuk hari itu... hari dimana Bram mendapatkan penolakan dari Ariana untuk menjadi istrinya ..


waktu itu....


dek Riana,,, pasti kamu bisa menebak apa maksud dan tujuan saya datang ke sini dan duduk di samping mu...


ya,,mas... kalau untuk menjadi sahabat Ariana gak bisa mas... karena dua manusia yang berbeda tidak baik jika menjalin persahabatan... karena akan menimbulkan fitnah...


Bram yang salah menduga setelah mendengar ucapan Ariana... menjadi bersemangat untuk mengutarakan maksud kedatangan nya yang ingin melamar Ariana...


oh... kalau mas meminta mu jadi istri mas apa kamu bersedia....?


Ariana terkejut... dan sedikit menggeser posisi duduk nya...ia terdiam tidak berani langsung menjawab pertanyaan Bram....


Bram masih sabar menunggu jawaban dari Ariana....


setelah terdiam cukup lama, akhirnya Ariana berbicara....


maaf mas,, kalau apa yang Riana ucap kan nantinya akan menyakiti hati dan membuat mas kecewa...


insya Allah mas siap menerima apapun yang akan kamu ucapkan dek....


kalau mas sudah benar-benar siap,, baiklah Riana akan menjawab nya...

__ADS_1


jujur saja mas.... mas adalah lelaki yang cukup dekat dengan Ariana saat ini ... tapi maaf sebelumnya... walaupun tidak ada hubungan apapun di antara kita,, tapi mas selalu menjaga Ariana dan kedua anak Riana...


Ariana memejamkan matanya, dan menghirup udara bebas dan melepaskan nya perlahan...dan menjawab pertanyaan Bram..


sampai saat ini Ariana belum bisa menerima lamaran mas Bram.. bukanya Ariana,,sok suci, jual mahal atau yang lainnya.. tapi untuk saat ini Ariana belum bisa menerima siapa pun untuk menjadi pendamping Ariana mas... jujur saja mas...rasa trauma itu masih ada... Ariana belum tahu sampai kapan rasa sakit dan ketakutan yang Ariana rasakan saat ini akan hilang..di tambah lagi sekarang Ariana sudah memiliki dua putra... sedang kan mas Bram dengan status mas Bram yang belum menikah... membuat Ariana tidak pantas menjadi pendamping hidup nya mas Bram...


Ariana menjelaskan semuanya kepada Bram... atas jawaban yang selama ini di nanti oleh Bram.... Bram mendengar kan nya dengan baik,ia cukup mengerti dengan alasan Riana yang menolak lamaran nya.. dan ia pun memaklumi nya....


sekali lagi Ariana minta maaf mas....


tidak apa-apa dek,mas cukup mengerti dengan alasan mu....mas juga minta maaf karena di awal pertemuan kita mas selalu berusaha untuk dekat dengan mu.. bahkan sampai meminta bantuan kepada om prabu, Dirga dan juga Dika....


ya mas gak papa..... Riana harap setelah ini kita tetap menjadi keluarga, dan Ariana doa kan semoga mas Bram menemukan wanita yang pantas, dan kalian saling mencintai...


terima kasih doanya dek...mas juga mendoakan semoga kamu bahagia selalu dan menemukan laki laki yang bisa menghilangkan rasa trauma dan takut mu untuk membina rumah tangga yang baru...


ya silahkan dek...


setelah mendengar ucapan Bram, Ariana berjalan masuk ke dalam rumah... dan meninggalkan Bram seorang diri....


*****


karena terlalu asyik melamun Bram tidak menyadari kalau Dika sudah dari tadi duduk di hadapan nya...


sampai sampai sudah habis kesabaran Dika yang dari tadi memanggil Bram tapi tidak di gubris sama sekali oleh Bram...


akhirnya Dika memukul meja kerja milik Bram...


gubrak....kira kira seperti itu suaranya

__ADS_1


mendengar suara meja yang di pukul cukup kuat,, membuat Bram tersadar dari lamunannya dan terkejut....ia beristighfar sambil mengelus dada....


astagfirullah,Dika.... ucap nya dengan nada tinggi....


kamu apa apaan sih, kalau masuk itu ketuk pintu dulu, terus ucapin salam.. bukanya langsung memukul meja, untung saja aku gak punya penyakit jantung...


ya e lah...mas Bram aja yang gak sadar... dari tadi melamun terus... udah capek aku ngetik pintu, sampai ngucapin salam dekat kuping nya mas Bram tapi tetap gak sadar....


masak ia Dika....


ya mas, ngapain juga aku bohong... pasti ke ingat penolakan dari mba Ariana kan....


dengan lesu, Bram menjawab...kamu benar Dika...mas sudah mencoba untuk ikhlas menerima penolakan nya,, tapi hati ini belum bisa terima...


saran dari aku ya mas,,, jangan terlalu memaksa kan diri untuk menghilangkan perasaan mas untuk mba Riana... lebih baik mas ikutin aja alur ceritanya...biar gak terlalu tersiksa... dan jangan menghindari mba Ariana terus,,, dengan cara mas yang selalu menghindar akan membuat mas makin tersiksa nantinya...


saran mu ada benar nya Dika...mas akan mencobanya...


ya udah kalau begitu,ayo ikut Dika mencari suasana baru, siapa tahu nanti ketemu jodoh...


emang nya kamu mau kemana Dik....


sebenarnya Dika ke sini ingin mengajak mas Bram melihat pembangunan rumah makan milik Bu Ratih...ini kan sudah dua bulan lebih pembangunan nya... gimana mas,,mau ikut gak... sekalian kita makan siang di luar nanti....


ya, udah ayok lah kita jalan.... pekerjaan mas juga sudah selesai...


Dika dan Bram segera berjalan meninggalkan ruangan Bram.... dan lantai dasar.. menggunakan lift.. yang langsung akan mengantarkan mereka ke area parkiran....


sesampainya di lantai dasar,Dika dan Bram menuju ke mobil Dika yang ada di parkiran... mereka memutuskan untuk memakai satu mobil... setelah Dika dan Bram sudah berada di dalam mobil...Dika menjalankan mobilnya untuk meninggalkan area parkiran kantor menuju jalan raya...

__ADS_1


__ADS_2