Pembalasan Istri Yang Terzalimi

Pembalasan Istri Yang Terzalimi
kembali menata hati


__ADS_3

  Ariana begitu kehilangan Bu Ratih,.. cukup lama ia bisa menerima kepergian Bu Ratih,... untungnya mama Airin rutin mengajak nya menghadiri pengajian di pondok pesantren milik kiyai Hasan.,. bisa menyadarkan Ariana untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan....


   sudah beberapa bulan yang lalu Bu Ratih pergi untuk selamanya.... Ariana memilih kembali ke rumah papa Prabu dan mama Airin... karena kenangan beberapa bulan bersama almarhumah Bu Ratih begitu terbayang jelas di matanya...


Ariana kini mulai menata hati nya lagi... melanjutkan usaha rumah makan yang di titipkan oleh Bu Ratih padanya...


***


    sedangkan akmal dan Ikmal...kini merasakan kebahagian karena bertemu dengan orang yang sangat mereka rindukan... mereka tidak menyangka keinginan mereka untuk pindah ke pesantren GTR bisa mempertemukan mereka kembali....


   siang ini,,, akmal dan Ikmal sedang bercerita di taman yang berada dekat asrama mereka.... dengan seseorang yang mereka rindukan...ada rona wajah bahagia yang nampak dari mereka bertiga....


  Abi... bagaimana kabar kakek haji dan nenek haji... tanya akmal pada Abi Rasyid.,.


   Alhamdulillah kabar mereka baik baik saja,,, hanya saja mereka sangat merindukan kalian berdua...


maaf,Abi waktu itu kami pergi gak pamit... akmal berkata sambil menunduk kan kepala.. teringat betapa sedihnya mereka terpaksa meninggalkan desa B...


Rasyid yang mendengar ucapan akmal... segera merangkul pundak akmal dan berkata...


 ini semua bukan salah kalian...ini sudah jadi takdir kita untuk berpisah sementara akmal... dan Alhamdulillah kita bisa bertemu lagi sekarang... dan jika saja waktu itu kalian tidak pergi... belum tentu kalian bisa bertemu dengan opa dan Oma kalian kan....!


   ya mas akmal... apa yang di ucapkan oleh Abi itu ada benarnya., jawab Ikmal. ...


oh....ya Bi apa kita harus segera memberitahukan kepada ibu... kalau saat ini kita sudah bertemu... siapa tau setelah ibu mengetahui kabar kakek dan nenek haji,,ibu sudah tidak sedih lagi setelah nenek Ratih meninggal dunia...


Rasyid yang belum mengetahui siapa itu nenek Ratih.. segera bertanya pada Ikmal...


  nenek Ratih itu siapa Ikmal....


oh...ya..ya... Ikmal belum cerita ya sama Abi...


Rasyid mengganggu kan kepala tanda sebagai jawaban nya.,.


   nenek Ratih itu orang pertama yang membantu kami, sewaktu pertama kali sampai di kota T Abi, bahkan ia juga yang memberikan kami tempat tinggal, serta yang menyarankan kami agar sekolah di pondok pesantren milik kiyai Hasan,, tapi kami terpaksa minta pindah karena kami belum siap kalau harus bertemu dengan ayah.... jelas akmal.


   ayah,,. ulang Rasyid....


iya Bi,,, ayah sekarang juga tinggal di kota T... tinggal bersama istri baru Ayah...dan hadir waktu pernikahan pakde Dirga... dan ternyata ayah juga mengenal Kiyai Hasan..


  siapa kiyai Hasan itu akmal....? tanya Rasyid. ..

__ADS_1


kiyai Hasan itu orang tua nya buk De Aisyah, istrinya pakde Dirga Abi...


oh.... begitu...ya.,


 ya Abi.... jelas Ikmal...


berarti ayah kalian belum bertemu dengan kalian...


Akmal dan Ikmal kompak menggelengkan kepala, sebagai jawaban mereka....


ibu, kalian bagaimana....?


ibu,sama dengan kami belum siap kalau ketemu sama ayah... untungnya sekarang ibu selalu memakai cadar... jadi ayah tidak bisa mengenali ibu...


  oh.... begitu ternyata.... apa kalian ingin menghubungi ibu kalian.. tanya Rasyid pada akmal dan Ikmal.,. padahal itu ia lakukan demi mendapatkan nomor handphon Ariana...


Akmal dan Ikmal yang mendapat tawaran untuk menghubungi ibu nya.... tentu saja sangat senang... tapi sayang nya cuma sesaat karena mereka baru ingat kalau sampai sekarang ibu mereka tidak memiliki handphone.,


melihat wajah akmal dan Ikmal seketika berubah, menjadi tidak bersemangat... Rasyid bingung dengan perubahan wajah akmal dan Ikmal,,, dan ia pun bertanya... kenapa mereka jadi tidak bersemangat...


loh... wajah kalian kenapa jadi lemas seperti itu... apa kalian tidak bahagia bisa melepas rindu dengan ibu kalian.....?


   bukanya begitu Abi...kamu baru ingat kalau ibu tidak memiliki handphone.... selama ini opa yang lebih dulu menghubungi kami... jadi kami tidak tau nomor nya....


  kalau tidak salah ustadz Hanif... Abi...


 oh.. ustadz Hanif., biar Abi saja yang meminta nomor opa kalian....


  beneran Abi...? tanya Ikmal semangat


  ya beneran... kalian tunggu sebentar ....


 Rasyid segera mengambil handphone nya yang berada di dalam saku bajunya... dan mencari nama ustadz Hanif... setelah menemukan nomor yang cari.. ia segera menghubungi nya,..


  Tut....Tut.....Tut... terdengar suara handphone Rasyid,pertanda belum ada jawaban dari seberang.,. setelah melakukan beberapa panggilan akhirnya ustadz Hanif mengangkat ponselnya.....


   halo .. assalamualaikum...ada yang bisa saya bantu ustadz Rasyid...


  waalaikumsalam, ustadz Hanif...ya saya minta tolong kirim kan nomor ponsel nya tuan prabu Atmaja....


kalau boleh saya tau, ada keperluan apa ya ustadz...maaf sebelumnya...

__ADS_1


ya, gak papa ustadz Hanif....ini kedua cucu tuan prabu Atmaja ingin menghubungi beliau...


oh, ya kalau begitu.., sebentar lagi saya kirimkan.,.


terima kasih ustadz Hanif..... assalamualaikum....


ya sama sama ustadz Rasyid.... waalaikumsalam.....


setelah ustadz Hanif menjawab salam nya., ustadz Rasyid segera mematikan handphone nya.... tidak lama kemudian... ada notifikasi pesan yang masuk


pesan dari ustadz Hanif yang mengirimkan nomor handphone opa nya akmal dan Ikmal.... Rasyid segera memberi tahu kan kepada akmal dan Ikmal kalau nomor nya sudah di kirim....


Akmal,ini nomor handphone opa kalian sudah di kirimkan ustadz Hanif, apa kalian jadi ingin menghubungi nya....


bagaimana dek jadi gak.... akmal bertanya pada Ikmal...


... ya mas, Ikmal rindu dengan ibu,opa, dan Oma.......


ya, sudah kalau begitu...biar Abi menelpon opa kalian ya....


ya ,Abi jawab akmal dan Ikmal kompak...


Abi, Rasyid segera menghubungi, nomor ponsel tuan prabu,,, tidak perlu menunggu waktu yang lama... panggilan nya sudah di jawab oleh opa prabu....


halo, assalamualaikum....


waalaikumsalam.... apa benar ini dengan tuan prabu Atmaja,opa nya akmal dan Ikmal....


ya, benar.... kalau boleh tau...ini dengan siapa dan ada keperluan apa menghubungi saya... apa terjadi sesuatu dengan kedua cucu saya....? tanya opa khawatir....


maaf, sebelum nya tuan.... nama saya Rasyid...salah satu ustadz yang mengajar di pondok pesantren dimana akmal dan Ikmal mondok.... dan Abi Rasyid segera menjelaskan maksud dan tujuannya menghubungi tuan prabu Atmaja....


setelah mendengar penjelasan yang di sampaikan oleh Abi Rasyid..opa jadi mengerti... dan saat ini sedang berbincang melalui handphone milik Abi Rasyid....


assalamualaikum,opa.... akmal dan Ikmal kompak mengucapkan salam kepada opa mereka...


waalaikumsalam,,,, bagaimana kabar kalian.... cucu cucu opa...


Alhamdulillah,kami sehat opa.... opa sendiri bagaimana...Oma dan ibu juga bagaimana kabarnya.... akmal juga menanyakan tentang kabar semua nya....


setelah saling menanyakan kabar,, akmal dan Ikmal juga memperkenalkan siapa itu ustadz Rasyid... cukup lama mereka bercerita bahkan bercanda... sayang nya tidak bisa berbicara dengan Oma dan ibu mereka karena sedang pergi keluar... hampir satu jam mereka berbicara... diakhiri karena mendengar bel pertanda... semua santri di minta untuk segera mandi... karena sudah mendekati waktu Maghrib...

__ADS_1


Akmal dan Ikmal... pamit pada Abi Rasyid, tidak lupa mereka mengucapkan terima kasih karena bisa melepas rindu dengan opa mereka...


\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2