Pembalasan Istri Yang Terzalimi

Pembalasan Istri Yang Terzalimi
Di rumah mertua


__ADS_3

Selama di perjalanan,aku dan mas Aris lebih banyak diam.


menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam akhirnya kami sampai di rumah mertua ku .. sesampainya di pintu gerbang, mas Aris meninggal kan ku dan berkata,


Ariana kau tau kan harus lewat mana kalau mau masuk ke dalam rumah.?


aku hanya menganggukkan kepala,enggan sekali rasanya menjawab pertanyaan mas Aris..miris sekali nasib ku , sudah menjadi istri yang terabaikan,dan menjadi menantu yang tak dianggap,aku berjalan ke arah pos satpam untuk mencari keberadaan pak Tono(satpam yang dulu bekerja di rumah ini) tidak aku temukan,ad wajah baru yang tidak aku kenal, lebih muda dari pak tono,kalau aku lihat namanya pak Budi..


Assalamualaikum ,Selamat siang pak...sapa ku pada pak Budi


waalaikum salam siang juga... ini non Ariana ya..?


Ya,,kok bapak tau nama saya, seperti nya kita baru ketemu..


Kakak saya pak Tono sering cerita tentang nona,,,


oh begitu ya pak,,jawab ku sambil tersenyum,,


Gimana kabar ny pak Tono sekarang?kok gak da..


Mas tono sudah gak kerja lagi non,, sekarang sudah kembali ke kampung..


Oh begitu ya pak,,,yah sudah kalau begitu saya masuk dulu ya pak,nanti di cariin mas Aris..


Ya non,,, jawab pak toni


sambil berjalan menuju pintu samping rumah,aku melihat lihat suasana di sekitar rumah ini belum begitu banyak berubah ,, hanya ada beberapa bagian yang di renovasi..


Sampai di pintu samping aku melihat ad bi Ira,, orang kepercayaan ibu mertua ku..


Assalamualaikum Selamat siang bi.. tanya ku


waalaikum salam ,,non Ariana kapan sampainya,, gak barengan sama den Aris y non,,


barengan kok Bi,,tapi tadi aku ngobrol dulu sama pak Budi


oh y sudah kalau begitu, mari non masuk,, pekerjaan non sudah menunggu


hmmm, pekerjaan ap y bi..


Emang den Aris gak cerita ya sama non

__ADS_1


gak bi..


Biar bibi kasih tau,,tapi sebelum bibi cerita non jangan kaget ya,, yang sabar y non


ya bi,, buruan cerita bikin Ariana penasaran aj..


Beneran ya non...


Aku hanya menganggukkan kepala


Sebenarnya acara hari ini, adalah syukuran karena nyonya besar dapat cucu perempuan kembar lagi non..


hah.. kaget ku


Cucu anak nya siapa bi, bukan nya mas Aris anak tunggal


nah itu dia non, anak nya den Aris.. Satu tahun yg lalu mereka menikah.. dan sekarang baru dapat anak,, perempuan lagi,,duh seneng banget nyonya dan tuan besar non,den Aris juga bahagia..


karena keceplosan cerita,bi Ira menutupi mulut dengan tangan dan berkata,,


maafin bibi ya non,, bukan maksud bibi menyinggung perasaan non Ariana..


Dan sambil tersenyum aku menjawab


Sedih tentu saja aku sedih suamiku sudah menikah lagi,tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa ,, hanya bisa terdiam menerima takdir,dan dalam hati ku berdoa semoga aku dan kedua anakku segera mendapatkan kebahagiaan.


Sambil bercerita dengan bi Ira dan bercanda,, kmi memulai pekerjaan yang harus sudah selesai sebelum jam makan siang nanti ,, dari mulai aku datang tidak ada satupun yang menemui ku jangan kan papa dan mama,,mas Aris saja langsung menghilang setelah masuk lewat pintu utama tadi,, mungkin sekarang mereka sedang bermain dengan cucu kesayangan nya..


Alhamdulillah pekerjaan kami sudah hampir selesai, tinggal menata nya di meja makan,,tiba tiba mas Aris memanggil ku


Ariana..kamu di panggil papa dan mama, kamu di minta masuk ke ruang kerja papa ..


Deg.. jantung ku rasanya berhenti berdetak,, tidak biasanya mereka memanggil ku..


Ariana kamu dengar tidak ,, tanya mas Aris sambil membentak ku


ya mas aku dengar


Kalau denger kenapa kamu masih berdiri di situ,, cepat sana jalan.. kamu itu bukan ratu yang harus di tunggu..


Ya mas, sambil berjalan menuju ruang kerja papa, hati dan pikiran ku kacau tidak biasanya mereka memanggil ku,, dengan pikiran ku yang Bingung, tidak terasa aku sudah berdiri di depan pintu, ada keraguan dalam hati ku,, akhirnya ku paksakan tangan ini untuk mengetuk pintu

__ADS_1


Tok..tok...tok..


Masuk,, terdengar suara dari dalam ruangan.. suara yg terdengar dingin dan tegas,, perlahan ku buka pintu, dan melangkah kan kaki menuju sofa, tepat di sepasang suami istri yang sedang menunggu ku..


duduk lah(kata mama) sambil menunjuk ke arah sofa yang kosong


anggukan kepala yang ku jadikan jawaban..


Langsung saja Ariana..kamu tau kan kami tidak suka bertele-tele


lagi lagi aku hanya menganggukkan kepala..


Gimana kabar Akmal sekarang, papa dengar dia menjadi juara umum ya


Lagi lagi aku terkejut , yang tadinya aku tidak berani menatap wajah papa mertua ku, Sekarang aku berani menatap mereka,, kenapa hanya Akmal yang di tanyakan, apa mereka melupakan Ikmal..


Jawaban saja Ariana, kenapa kamu masih terdiam..


Alhamdulillah Akmal dan Ikmal baik dan sehat ma,, tanpa kekurangan satu apapun,,


terlihat ada rasa tidak suka di wajah mereka ketika aku menyebut nama Ikmal,


kami hanya menanyakan Akmal,,


Papa dengar kamu sekarang bekerja sebagai buruh petani karet ya,


ya pa ma,,


Apa cukup untuk membiayai kehidupan kalian bertiga ?


Alhamdulillah cukup ma,pa


Begini Ariana,, papa dan mama bermaksud ingin meminta Akmal dari kamu,, setelah kami lihat lihat,, wajahnya ad kemiripan dengan Aris waktu dulu,,kalau untuk Akmal kami yakin kalau ia cucu kami , tidak untuk anak mu yang satunya.. lagi pula mana cukup penghasilan kamu dari buruh petani karet, untuk membiayai kehidupan kalian bertiga, apalagi sempai kuliah nya nanti.


Hati ku bener bener teriris kala mendengar kan ucapan papa mas Aris,, hanya karena wajah ikmal sama sekali tidak mirip dengan salah satu dari keluarga ini, mereka menyebut kalau Ikmal bukan bagian dari keluarga suamiku..


sekali lagi kami katakan,, Akmal biar kami yang urus,kamu setuju atau tidak kami akan tetap mengambil ny.


Untuk pertama kalinya aku membantah ucapan mereka,, dan sambil berteriak ku berkata


papa dan mama,bahkan mas Aris pun tidak berhak memisahkan aku dan Akmal,, seenaknya saja kalian menginginkan nya,, setelah besar dengan tidak tau malu ny kalian memintanya, hanya karena ad kemiripan di wajah akmal dengan mas Aris.. sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengabulkan permintaan kalian,,,

__ADS_1


setelah itu, tanpa mau mendengarkan lagi apa yang mereka katakan aku bergegas menuju dapur untuk mengambil tasku, dan aku langsung berlari sambil berurai air mata menuju pintu gerbang untuk segera pergi dari rumah ini..aku berjanji dalam hati tidak akan kembali lagi ke rumah ini...


__ADS_2