Pembalasan Istri Yang Terzalimi

Pembalasan Istri Yang Terzalimi
masuk pesantren


__ADS_3

hari ini, Akmal dan Ikmal akan diantarkan ke pesantren,, warung makan Bu Ratih di tutup.karena bi Sumi dan kedua anaknya ikut mengantarkan mereka... kami berangkat dari rumah mengendarai mobil angkot milik pak Ucup,, selama di perjalanan anak-anak bercanda.. selama satu jam menempuh perjalanan.. akhirnya sampai juga kami di pondok pesantren milik pak kyai Hasan.. tampak banyak anak anak yang baru masuk pesantren,, banyak di antara mereka di antar oleh keluarga dan orang tuanya... walaupun Akmal dan Ikmal tidak di antar oleh ayahnya.. tidak mengurangi kebahagiaan mereka...ku lihat senyum mereka yang membuat aku bahagia...


kami berjalan menuju kantor untuk mendaftar kan mereka,, dan ke bagian administrasi... setelah semuanya selesai kami berjalan menuju asrama untuk menata pakaian Akmal dan Ikmal....


setelah semuanya selesai,, kami duduk di gazebo yang sudah di siapkan pihak pondok.. sambil menunggu waktu pulang...


di saat kami sedang mengobrol,mba Aisyah datang menghampiri, dan duduk bergabung dengan kami..sama seperti kemarin.. pandangan mba Aisyah...terus tertuju pada Ikmal... sambil terus memperhatikan mba Aisyah hati ku berkata,,, ada apa sebenarnya dengan mba Aisyah... kenapa terus memandangi Ikmal,, ingin rasanya aku menanyakan langsung kepada nya.. tapi aku agak sungkan....


akhirnya aku memutuskan untuk membiarkan nya... mungkin dia senang sama Ikmal...


dari arah lapangan pondok pesantren, terdengar suara pengumuman memanggil semua santri baru untuk segera berkumpul.,.


Akmal dan Ikmal segera bergegas berjalan menuju arah lapangan... dan pamit kepada kami..


ibu,, nenek kami ke lapangan duluan ya..


ya ,,, jawab ku dan Bu Ratih...


sekitar lima belas menit ustadz memberikan pengarahan kepada semua santri baru..ku lihat Akmal dan Ikmal sedang berjalan menuju ke arah kami...


Bu,kata pak ustadz... kami harus masuk ke dalam kelas untuk perkenalan dengan semua santri.. jadi semua wali santri di minta untuk meninggalkan pondok...

__ADS_1


saat saat inilah yang membuat aku sedih...aku harus berpisah dengan anak anak ku... walaupun dengan berat hati aku harus melepaskan dan mengikhlaskan mereka untuk menuntut ilmu demi masa depan mereka..


aku,peluk mereka bersama-sama,,air mata yang ku tahan dari tadi,, akhirnya tumpah juga.. dan sambil terisak aku berkata,kalian yang semangat ya nak belajar nya, jangan lupa doain ibu...dan pada Akmal ku berpesan adik nya di jaga ya mas... Ikmal juga jangan nakal ya nak ikuti kata kata Mama's, setelah mengatakan itu,kucium mereka bergantian


ibu jangan sedih ya,, insya Allah kami ingat pesan ibu,,ibu juga jaga kesehatan ya.. soalnya kalau ibu kecapean Ikmal gak bisa pijitin ibu...


ya Allah... tambah deras air mata ini mengalir.. untung Bu Ratih menenangkan ku..dan memeluk ku.. sambil berkata...


ikhlas kan Riana,, supaya hati kamu lega... nanti mereka gak jadi mondok gara gara ngeliatin kamu nangis... kirimin mereka doa supaya mereka gampang menerima ilmu, dan betah...kamu lihat wajah mereka..


ku lepaskan pelukanku pada Bu Ratih, dan ku pandangi wajah mereka yang berurai air mata.... dalam hati ku berkata...kamu harus tersenyum Riana... supaya mereka ikut bahagia...


ya sudah nak kata nya mau masuk kelas,,,ibu gak papa kok... sambil tersenyum ku berkata... dan menghapus sisa air mata yang masih mengalir di pipi mereka...


dengan sambil tersenyum mereka mengangguk


ibu Ratih,bi Sumi, indah dan sari bergantian pamit pada Akmal dan Ikmal... setelah itu mereka berjalan meninggalkan kami untuk menuju ruang kelas..


ku pandangi mereka, sampai masuk ke dalam kelas... dan menghela nafas pelan... sudah berusaha kutahan air mata ini masih saja mengalir...Bu Ratih segera merangkul pundak ku, dan mengajak ku segera meninggalkan pondok pesantren.. kami berjalan menuju parkiran, sesampainya di parkiran..kami naik angkot nya pak Ucup.. yang sudah siap mengantar kami pulang...


di sepanjang jalan menuju pulang ke rumah Bu Ratih.. ku menatap kosong ke luar jendela angkot.... pikiran ku terus tertuju pada anak anak ku.. dari kecil mereka tidak pernah berpisah dari ku.. bagaimana tidur mereka nanti malam.. lamunan ku di sadarkan indah yang kebetulan duduk di samping ku . ..

__ADS_1


mba jangan sedih terus... nanti anak anak mba juga merasakan hal yang sama..


ya Indah...mba terlalu terbawa perasaan ya...


bi Sumi pun berkata,,,


gak papa nak,, kalian berpisah... setiap bulan kan kita masih bisa mengunjungi mereka...ini semua kan demi masa depan mereka juga. ..


ya Bi.... jawab ku... terimakasih ya sudah mengingatkan Nana...


ya nak sama sama....


tak Terasa kami sudah sampai di rumah...Bu Sumi, indah dan sari langsung pamit pulang ke rumah mereka.... setelah bi Sumi dan kedua anaknya pulang, angkot pak Ucup sudah pun sudah pegi..aku dan Bu Ratih juga langsung menuju ke rumah...


di dalam rumah kini terasa sunyi,,, biasanya Akmal dan Ikmal... sekarang sedang menonton film kartun kesukaan mereka...


ku berjalan lemas menuju kamar ku... sebelum masuk ke dalam kamar ...ku pandangi pintu kamar Akmal dan Ikmal yang berada tepat di samping kamarku..ku hirup udara perlahan dan melepaskan sambil beristighfar.. dan ku buka pintu kamar...dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan wajah ku yang terlihat sembab karena terlalu banyak menangis.. setelah terlihat lebih segar..ku berjalan menuju tempat tidur ku...


bruuuuk..


aku menjatuhkan badan ku ke atas tempat tidur... entah karena terlalu lelah atau sedih baru saja memejamkan mata..aku pun langsung tertidur pulas.....

__ADS_1


__ADS_2