Pembalasan Zevanya.

Pembalasan Zevanya.
Bab 12 Ratih dan Fatur.


__ADS_3

Kabar kematian Nenek Zeva sampai juga di telinga Sonia, dia masih menunggu pengacaranya yang akan membebaskan dirinya dari kantor Polisi.


"Akhirnya kau mati juga, Nenek tua. Kini aku akan fokus pada pencarian Zeva saja" gumam Sonia dengan terkekeh.


Dia sudah seperti orang gila saja, datang dengan wajah santai dan tanpa dosa, bahkan sampai di penjara pun dia masih tetap santai dan tertawa kecil.


Sampai penghuni lainnya pun tak ada yang mau mendekati Sonia.


Hingga sang pengacara datang dan membebaskannya dengan syarat, entah apa yang mereka lakukan hingga Polisi pun tunduk pada dirinya dan sang pengacara.


🍌


Zeva bangun dari tidur nya, dia menatap kesekeliling nya dan tak ada Dani disana.


"Abang" panggil Zeva dengan sedikit keras.


Hening.


Tak ada sahutan dari manapun, Zeva melangkah keluar kamar dan melihat Dani yang sedang menelpon dengan seseorang.


"Aku akan membawa Zeva saat pemakaman dan kami pun akan menjaga jarak dari sana" ucap Dani yang mana membuat jantung Zeva serasa berhenti.


Deg.


"Pemakaman siapa, Bang?" tanya Zeva dengan manik mata yang sudah berkaca dan suara bergetar.


Dani langsung saja berbalik dan menyimpan ponsel nya di atas nakas dekat jendela.


"Kamu yang sabar ya" ucap Dani memeluk Zeva dengan erat.


Hiks hiks.


Tangis Zeva keluar kembali, dia sudah merasakan tak enak hati dan perasaannya sejak tadi. Bahkan dia juga bermimpi Nenek nya duduk bersama Ayah dan Bunda di taman yang indah.


"Gak mungkin Nenek ninggalin aku, Bang" lirih Zeva kembali.


Zeva melepaskan pelukan dari Dani, dia bahkan berhenti menangis dan menyeka air mata nya.


"Aku harus bertindak dan jangan diam saja begini, aku tak ingin ada yang terluka lagi karena mereka melindungi ku" ucap Zeva dengan sorot mata yang tajam dan penuh amarah.


Dani memegang kedua pipi Zeva lembut, dia lalu menatap manik mata indah itu dengan tatapan dalam.


"Yang harus kamu lakukan yang pertama adalah menyelesaikan kuliah dan ambil alih perusahaan, kamu tidak sendiri karena aku akan selalu berada di sampingmu. Kau haru yakin bahwa kau bisa membuat Bibi mu mendapatkan balasan nya" ucap Dani penuh kelembutan namun tegas.


"Ya kau benar Bang, aku akan buktikan pada Bibi Sonia bahwa aku bukan anak kecil yang bisa dia kelabui ataupun perbudak. Aku akan datang menjelma jadi wanita kuat dan cerdik" balas Zeva dengan membalas tatapan Dani.


Cup.


"Aku suka kau yang begini gadis kecil" ucap Dani mengecup kening Zeva lembut.


Dani menyeka air mata Zeva dengan jari nya, dia memeluk kembali Zevanya agar tenang.


"Nanti malam kita ke pemakamannya, kau harus tenang dan jangan sampai ada yang curiga dengan kedatangan kita" ucap Dani.

__ADS_1


Zeva mengangguk, dia memeluk Dani dengan erat dan masih terasa nyaman saat pertama kali bertemu dulu.


Ya, Dani dan orangtua nya pernah bertandang ke Desa dan menemui Nenek bersama dengan Zeva.


Dani dan Zeva sangat dekat , hingga mereka harus berpisah karena Dani harus pergi ke luar negeri bersama orangtua nya.


🌿🌿


Tepat jam 9 pagi acara pemakaman Nenek Zeva pun sudah selesai, semuanya bubar dan menuju ke Rumah Nenek.


Sesampainya disana, mereka di suguhkan pemandangan yang sangat menyesakan dada mereka.


Bahkan Surya dan Yoga sudah mengepalkan tangannya dan wajah yang memerah.


"Bun, tunggu di mobil dan jangan pernah kemana-mana" bisik Surya pada Kania.


"Baik Mas" balas Kania patuh.


Surya dan Yoga menghampiri orang yang sedang duduk santai di depan Rumah Nenek Zeva.


"Jadi kalian berdua yang berkhianat pada kami" ucap Surya dengan nada santai.


"Ya memang kami, karena kami adalah anak dari Bunda Sonia" balas Ratih dengan tenang


"Tepatnya anak tiri" celetuk Yoga.


Fatur mengepalkan tangannya, dia lalu menatap Yoga dengan sengit.


"Tentu saja, kami sudah memberikan berkas penting tersebut pada Ibu Sonia dan besok perusahaan itu akan milik kami" balas Fatur dengan lantang.


Heh.


"Jangan harap dan cek kembali berkas itu" ucap Surya dengan terkekeh.


"Kalian adalah manusia tidak tahu di untung, dan keberuntungan masih berpihak pada kami setelah Dani Kumbara datang dan membawa Zevanya ke dalam lingkupnya" ucap Yoga dengan penuh ketegasan.


Ratih dan Fatur melotot tak percaya, keduanya menggelengkan kepala karena tidak yakin apa yany di ucapkan Yoga barusan.


"Apa kau kaget? Kalian salah jika berpikiran Zevanya di luaran sana sendirian, dia sudah bersama dengan Dani dan aman dari kalian" jelas Surya


"Dan pekerjaan kalian akan dilakukan sekarang, mencari Zevanya yang entah dibawa kemana oleh keluarga Kumbara" lanjut Yoga.


Surya dan Yoga mundur perlahan hingga tiba di dekat mobil mereka langsung masuk dan menembakan peluru ke arah kaki keduanya.


Dor.


Dor.


"Aregghhhhhhh sialan" teriak Fatur dan Ratih dengan tubuh yang tumbang.


Lalu mereka di bawa ke dalam mobil yang berbeda oleh anak buah Dani.


Sedangkan Surya melajukan mobilnya ke arah Rumah mereka, mereka tidak akan kemana-mana karena takut akan ada yang mengawasi ketiga nya.

__ADS_1


Drrt.


"Halo Oma" ucap Kania lirih


[...... ]


"Ya kami gagal menjaga nya Oma, maafkan kami" isak Kania dengan penuh penyesalan.


[.......]


"Baik Oma, hati-hati disana karena Sonia sudah terang-terangan meneror kita" balas Kania.


Tut.


"Dimana Oma?" tanya Yoga.


"Dia ada bersama dengan keluarga Kumbara, mereka sudah tiba di Indonesia dan akan mulai mengambil alih semuanya" jawab Kania.


Yoga dan Surya langsung bernafas dengan lega, keduanya serasa memiliki kekuatan lagi untuk melawan Sonia setelah pengkhianatan Ratih dan Fatur.


"Bagaimana kalian tahu kalau keduanya pengkhianat?" tanya Kania.


-Flashback.


Saat keputusan Zeva untuk ikut bersama mereka, entah kenapa Surya merasa was-was pada Ratih. Dan benar saja pada saat dia akan berkunjung ke Desa untuk menemui Nenek Zeva dia melihat Ratih sedang menerima telepon dengan sembunyi di dekat pohon mangga.


Dan dari sana pula Surya tahu bahwa Ratih utusan Sonia dan Fatur adalah komplotannya.


Maka dari itu Surya dan Yoga membuat rencana baru dan rencana terselubung dengan sangat rapih bersama dengan Nenek.


Hingga saat ini kebusukan mereka terbongkar, namun tidak membuahkan hasil karena semuanya sudah aman.


-Flashnow.


"Jadi mereka sudah lama berkhianat dan hanya aku yang tidak di beritahu" kesal Kania dengan wajah cemberut nya.


Surya dan Yoga hanya tersenyum, keduanya memang sengaja menjaga rahasia itu agar Ratih dan Fatur tidak curiga dan masih mengira bahwa mereka tidak tahu apapun.


Hingga sampailah mereka di halaman Rumah Surya, Yoga pun ikut serta masuk dan akan beristirahat disana.


.


.


.


.


.


..


.

__ADS_1


__ADS_2