Pembalasan Zevanya.

Pembalasan Zevanya.
Bab 28


__ADS_3

Tepat jam 5 sore mereka pergi dengan di sopiri langsung oleh Dani. Mereka akan mengikuti kemauan Bumil yang sangat antusias untuk pergi.


Namun sebelum itu mereka jalan-jalan lebih dulu dan setelah jam 7 malam mereka langsung menuju ke Restoran.


"Mas, ke restoran yang lesehan dengan pemandangan fan udara yang langsung alami, jangan di dalam ruangan" ucap Zeva saat mobil sudah melaju keluar dari Taman.


"Di jalan x yang seberang kampus besar" timpal Ayah Hanan santai.


"Em ada gak yang deket sama danau atau Pantai?" tanya Zeva dengan lirih.


Dani langsung tersenyum, dia lalu mengusap lembut perut Zeva.


"Besok weekend kita jalan-jalan ke Pantai ya, sayang. Sekarang kita makan malam biasa saja dengan tema yang kamu inginkan" jelas Dani dengan lembut dan penuh hati-hati.


Huh.


"Yaudah Mas gak papa" pasrah Zeva dengan tersenyum.


Bunda dan Ayah hanya diam dengan tersenyum saja, keduanya membiarkan Dani yang membujuk Bumil yang masih saja menekuk wajah nya.


Zeva menatap lurus ke depan, dia mengusap lembut perut nya dan menatap dengan binar mata yang teduh.


Hingga tak lama kemudian mereka sampai juga di halaman restoran. Dani menghentikan laju nya dan keluar mobil untuk membukakan pintu bagi Zeva.


"Awas hati-hati, sayang" ucap Dani memegang tangan Zeva.


"Terimakasih, Mas" balas Zeva tersenyum.


Dani hanya mengangguk, lalu mereka masuk ke dalam restoran. Mereka langsung menuju ke lantai atas yang bernuansa outdoor.

__ADS_1


Tiba di lantai atas, Zeva langsung tersenyum cerah dan duduk dengan segera.


"Seger kan kalau gini, indah lagi" celetuk Zeva dengan senyum bahagia nya.


"Jangan membuka jaket mu sayang, nanti masuk angin" ucap Dani cepat saat tangan Zeva menyentuh jaket nya.


Zeva langsung menunjukan cengirannya, dan dia juga tak jadi membuka jaket nya.


Zeva dan yang lainnya memesan makanan yang paling best disana, tak lupa juga dengan minuman yang cukup menyegarkan dahaga mereka.


"Mas, janji ya buat ngajak aku jalan-jalan ke Pantai" ucap Zeva kembali teringat.


"Iya sayang, besok sore kita langsung pergi dan akan menikmati malam dengan menginap di Hotel pinggir pantai" balas Dani mengusap lembut perut Zeva.


"Awas kalau nanti gak jadi dengan dalih pekerjaan, aku akan tinggalin kamu dan pergi ke Aus untuk menyusul Ibu Kania" ucap Zeva dengan ketus.


Ehhh.


Zeva langsung kaget dan menatap Bunda serta Ayah nya yang pura-pura bermain ponsel dengan menahan senyum nya.


"Mas, ish kamu mah" gerutu Zeva dengan memukul pelan paha Dani.


Sedangkan Dani hanya tertawa kecil dan memeluk tubuh sang Istri, dia lalu mengecup kembali pipi Zeva yang sudah menjadi gembul.


"Ish sudah Mas" rengek Zeva dengan wajah yang memerah karena malu.


Zeva langsung memalingkan wajah nya karena malu dengan sang mertua yang sudah senyam-senyum saja.


Hingga dia terselamatkan dari godaan Dani dengan adanya pelayan yang membawa makanan.

__ADS_1


"Silahkan di nikmati Tuan, Nyonya" ucap pelayan tersebut dengan sopan.


"Terimakasih" balas Zeva ramah.


Lalu mereka mulai makan malam setelah pelayan tersebut pergi dari sana. Mata Zeva langsung berbinar saat melihat seafood pesanannya yang menggugah selera.


Dani terkekeh dan langsung memberikan piring yang berisi seafood tersebut.


"Jangan terlalu cepat, santai saja karena tak akan ada yang bakal meminta nya" ucap Dani lembut.


"Siap Masku sayang" balas Zeva dengan tertawa kecil.


"Sudah-sudah, ayo makan jangan ngobrol melulu" lerai Bunda dengan cepat.


Dani dan Zeva pun menganggukan kepala nya dan mulai fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2