
Fairus akan terus berontak jika ada anak buah Dani, sedangkan jika tak ada dia akan duduk termenung dengan pandangan yang jauh.
"Cih, di kira nya kita tidak tahu bahwa dia sedang merencanakan untuk kabur dengan pura-pura gila" gerutu salah satu dari mereka saat melangkah keluar dari ruangan dimana Fairus berada.
"Kau benar, di kira nya kita bodoh kali ya. Kalau gila beneran itu seperti istri nya" kekeh temannya.
"Hah belum apa-apa dia sudah gila ya, padahal masih banyak permainan di depan sana menanti keduanya" timpal yang lainnya dengan tertawa kecil.
Lalu mereka bertiga masuk ke dalam ruangan dimana Sonia di kurung.
Ceklek.
"Nah ini baru orang yang stress" ucap salah satu dari mereka melihat keadaan Sonia.
Sonia duduk termenung dengan kadang tertawa atau pun malah menangis dengan histeris. Sonia juga sering kali berteriak dan memukul kepala nya dengan berteriak memanggil nama Mauren.
Salah satu anak buah Dani pun meletakan makanan di samping Sonia, setelah itu dia beranjak pergi dari sana dengan segera karena takut.
Ya, Sonia mengalami sakit jiwa dan sudah di periksa oleh tim Dokter suruhan Dani. Namun, Dani maupun keluarganya tidak membiarkan Sonia di bawa dari sana karena itu akan sangat bahaya bagi keselamatan Zeva.
__ADS_1
Bisa saja sewaktu-waktu dia kambuh dan menyerang kembali.
"Makanlah dan minum obat itu" ucap nya setelah dia mengunci kembali pintu jeruji besi nya.
Sonia melirik sekilas dan memalingkan kembali wajah nya dengan tatapan kosong. Dia juga bahkan hanya melirik sekilas pada makanan di samping nya.
"Makan jika ingin bertemu dengan anak mu" ucap nya lagi.
"Mauren" balas Sonia dengan spontan.
Anak buah Dani mengangguk dan Sonia langsung mengambil makanan di hadapannya. Dia makan dengan sangat lahap sekali dan juga meminum obat nya.
"Mauren mana?" tanya Sonia dengan antusias namun masih terlihat linglung.
Sonia langsung duduk kembali dengan rapih, dia akan menunggu kedatangan Mauren nya.
Anak buah Dani selalu saja berkata hal seperti itu untuk memancing agar Sonia mau makan dan minum obat nya. Dan hal itu pula yang di perintahkan oleh Dani sendiri agar Sonia sembuh untuk mendapati hukumannya.
Kemudian mereka meninggalkan Sonia sendirian disana dengan keheningan.
__ADS_1
🍌
Sedangkan di salah satu Rumah yang sangat kecil nan kumuh, Mauren berhasil kabur dari cengkraman Yoga dan Maxi yang sudah menyiksa nya.
Ya, kedua Asisten itu tidak melakukan apapun yang senonoh pada Mauren. Namun keduanya hanya memberi pelajaran agar Sonia lambat laun merasakan sakit.
Mauren berhasil saat Yoga dan Maxi pergi dari Hotel, dia bersembunyi di troli tempat alat kebersihan pihak Hotel.
Hingga akhirnya dia sampai juga di sebuah Rumah kecil yang kumuh di pinggiran Kota.
"Aku akan membalas kalian, terutama kau Zeva karena kamu yang sudah membuat orangtuaku tertangkap dan perusahaan serta nama keluarga ku buruk di mata masyarakat" gumam Mauren dengan mengepalkan tangannya.
Mauren melangkah ke atas ranjang, dia merebahkan tubuh nya dan menatap langit kamar dengan tatapan yang penuh kebingungan.
"Huh aku harus mencari cara agar tak bisa di kenali dulu, baru setelah itu bisa masuk ke dalam Rumah dan mengambil barang berharga yang di tinggalkan oleh Mommy dan Daddy" gumam Mauren kembali dengan penuh tekad.
Mauren kemudian memejamkan mata nya, dia akhirnya terlelap setelah merencanakan sesuatu yang menurut nya akan berhasil.
.
__ADS_1
.
.