
Sudah 1 minggu sejak kecelakaan yang menimpa Zeva, namun selama itu juga Dani maupun Hanan tidak pernah melakukan pembalasan apapun. Surya bahkan sampai geram karena dia pikir Dani tak mempedulikan keselamatan Zevanya.
Undangan sudah di sebar dan bahkan hampir seluruh kolega bisnis dan kerabat mendapatkannya.
Kali ini Keluarga Kumbara mengadakan pesta di Hotel milik nya yang terkenal megah.
"Kenapa mereka malah membuat pesta?" tanya Sonia bingung.
"Entahlah, kita besok malam hadir saja" jawab Fairus.
Drrt.
Fairus menerima telepon tersebut dan berlalu dari sana, dia cukup menjauh dari Sonia dan Mauren.
"Sayang, george hilang sejak kemarin" teriak Fairus datang dengan nafas terengah-engah.
Deg.
"Bagaimana bisa? Jangan bercanda Mas" ucap Sonia kaget.
"Anak buah yang kita utus untuk menjemputnya memberitahu bahwa dia sudah tak ada disana" balas Fairus.
"Arrgghh bagaimana ini, coba cari atau lacak dimana keberadaan dia" ucap Sonia dengan kesal.
Sonia dan Fairus memerintah beberapa anak buah nya untuk mencari pengacara kondang yang mereka tekan dan dalam kuasa mereka.
"Ya Tuhan bagaimana ini" gumam Sonia dengan sedikit panik.
🍌
Malam pun tiba, Zeva dan Dani sudah bersiap dengan pakaian yang sangat serasi dan begitu indah di pakainya.
"Ayo berangkat" ajak Dani pada orangtua nya.
"Ayo" balas Hanan.
Mereka semua berangkat dengan satu buah mobil, Dani yang akan mengemudikannya kali ini.
Selama di perjalanan, baik Zeva maupun yang lainnya diam saja dan tak banyak berbicara.
Hingga mobil yang mereka tumpangi pun tiba di halaman gedung Hotel.
Dani memeluk pinggang Zeva dengan posesif, keduanya melangkah di belakang Ayah dan Bundanya.
Flash dari kamare pun begitu saja terlihat saat mereka memasuki Aula Hotel. Para tamu undangan yang sudah ada pun menatap penuh kagum pada mereka.
"Ya ampun cantik sekali"
"Ini sih best couple"
"So perpect"
Masih banyak lagi pujian keluar dari mulut mereka dengan manis nya.
Sonia? Dia sudah berada disana sejak setengah jam yang lalu. Dia dan Fairus memutuskan menghadiri pesta itu agar menarik para investor asing.
__ADS_1
"Umpan masuk" bisik Zeva saat ekor mata nya melihat ada Sonia.
Ayah Hanan naik ke atas panggung, dia mengucapkan sepatah duapatah kata. Dia juga cukup berterimakasih pada tamu hadirin yang sudah hadir.
Hingga acara puncak pun datang, semua lampu padam dan hanya ada cahaya dari layar di depan.
Vidio berputar saat kebahagian keluarga Igra dengan kelahiran Putri nya, Zevanya.
Detik demi detik vidio berputar hingga pembantaian itu pun datang, semua kisah ada disana dan hingga puncak nya saat Sonia dan Fairus menyuruh seseorang membunuh keluarga Graham.
"Hentikan" teriak Sonia
"Apa apaan ini, ini adalah kejadian yang sudah lampau" lantang Fairus tak terima.
Klik.
Lampu menyala kembali dan semua orang menatap ke arah dimana Sonia dan Fairus berada.
"Lampau? Lalu kenapa kau tidak membusuk di penjara?" tanya Zeva maju satu langkah.
"Kalian kenapa masih berkeliaran dengan bebas dan tidak ada rasa bersalah sama sekali" lanjut Zeva.
Sonia menatap Zeva tajam, dia mengepalkan tangannya kuat.
"Karena memang bukan kami pelaku nya, itu hanya rekayasa" bentak Sonia.
"Oh ya, lalu ini apa" ucap Zevanya memutar kembali Vidio dimana Sonia menyuruh seseorang membunuh Zeva di Desa.
Huh.
"Serakah"
"Tidak adil, harus nya dia membusuk di penjara"
"Seret mereka"
Teriakan para tamu sangat menggema disana, bahkan Sonia menutup telingan karena begitu bising nya di ruangan itu.
"Hanya demi harta anda rela melakukan hal itu, Tuan" ucap salah satu dari mereka.
"Diam kalian" bentak Fairus tersulut emosi.
"Kalian yang diam, sudah saat nya kalian masuk ke dalam penjara dan merasakan apa yang lebih orangtua ku rasakan" lantang Zeva penuh emosi.
"Kalian dengan sadis menembak kedua orangtua ku, bahkan Nenek pun kalian habisi. Kau Fairus, apa kau tahu siapa Sonia sebenarnya? Dia hanya anak pungut Nenek Graham saja dan semua tahu akan fakta itu" bentak Zeva kembali dengan penuh emosi.
"Diam kau anak sialan, aku menyesal karena tidak menabrakmu sampai mati" teriak Sonia dengan tatapan tajam.
"Kau sama saja dengan Nenek tua itu, kalian tidak akan pernah bahagia" teriak nya lagi.
Semua mata tertuju pada Sonia, pasalnya dia membuka sendiri aib nya dan kelakuannya selama ini.
Bahkan para tamu dari kalangan koleg bisnis Graham dan Kumbara pun tercengang akan penuturan Sonia.
Para anak buah Dani membubarkan pesta, disana hanya ada keluarga inti saja.
__ADS_1
Sonia dan Fairus pun masih ada disana dengan kilatan amarah yang menggebu.
"Kau sudah berani rupanya Zeva, selama ini aku tidak menghabisi mu karena aku kasihan padamu" ucap Sonia menatap Zeva tajam.
"Kau bukan kasihan Bibi, kau hanya belum mendapatkan tandatangan pengalihan seluruh kekayaan Ayah saja dan masih mempertahankan aku sampai sekarang. Aku yakin sekali jika hal itu sudah terjadi maka kau akan membunuh ku sama seperti yang kau lakukan pada Orangtua ku" balas Zeva dengan penuh penekanan.
Brak.
"Kau akan menyesal" bentak Fairus dengan tatapan bengis.
"Kau yang akan menyesal Fairus Sutarasna" ucap Dani penuh tekanan.
"Kalian berdua sudah tamat dan selesai, kisah kalian akan sampai disini dan akan aku musnahkan bersama dengan dendam itu terbalas" lantang Dani
"Kalian membunuh banyak orang demi serakah akan harta" timpal Zeva tajam.
Hahaha.
"Semuanya tidak akan yang bisa mempenjarakan aku dan Suami ku, karena kami punya pengacara yang sangat handal" ucap Sonia dengan tawa yang enteng.
"Pengacara siapa? George? Bahkan dia sudah tidak bersama kalian dan dia sudah pergi" balas Zeva santai.
Deg.
Jantung Sonia berpacu dengan kencang, dia lalu menatap Zeva dan Dani bahkan semua keluarga yang ada disana menatap nya dengan penuh ejekan di wajah mereka.
"Kau kaget karena kami tahu kalau George tidak ada bersama kalian" ucap Ayah Hanan yang sejak tadi diam.
"Kalian berdua melupakan siapa aku, aku bisa membuat kalian hancur dalam sekejap saja jika aku mau" ucapnya lagi dengan tatapan menghunus.
"Apa kalian melupakan siapa George? Dia adalah George Satriat" timpal Ahsani dengan terkekeh.
"Yang berarti adalah Suamiku" lanjut Syahna.
"Ka kalian" kaget Fairus sambil menunjuk ke arah Ahsani dan Syahna.
"Ya, aku Syahna Satriat yang pernah kalian coba membunuhnya dan beruntung Saudara kembarku bisa menolong" ucap Syahna dengan terkekeh jahat.
"Dan selama ini aku membantu kalian bukan karena takut, tetapi aku dan Bang Hanan tidak akan membiarkan kalian di penjara" timpal George datang dari belakang.
"Karena kalian tidak pantas di penjara, melainkan di neraka" lanjut Surya
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.