Pembalasan Zevanya.

Pembalasan Zevanya.
Bab 27


__ADS_3

Sore hari nya, Zeva dan Dani pulang dengan di antarkan oleh Maxi.


Zeva sudah diam dengan di peluk oleh Dani, dia sangat manja dan tak ingin jauh dari Suami nya.


Hingga tak lama kemudian mobil yang membawa keduanya pun tiba di halaman mansion Rumah keluarga Kumbara.


Terlihat Bunda yang sudah menunggu dengan wajah yang cukup gusar.


"Sayang, kamu tak apa?" tanya Bunda dengan panik dan langsung memeluk tubuh Zeva.


"Aku tidak apa, Bun" jawab Zeva membalas pelukan sang mertua.


Dani memutar bola mata nya dengan malas, dia lalu duduk di kursi yang ada di sana.


"Dani, bagaimana bisa kamu mempunyai karyawan yang begitu. Bagaimana kalau menantu dan calon Babby nya kenapa-napa hah" omel Bunda dengan menatap Dani tajam.


Glek.


"Maaf Bun aku gak tahu" balas Dani dengan memalingkan wajah nya.


Ck.


"Kau harus memecatnya dan bereskan semua karyawan disana agar tidak ada yang semena-mena" tegas Bunda menggandeng tangan Zeva agar masuk.


"Baik Bunda Ratu" patuh Dani ikut melangkah masuk ke dalam.


Zeva hanya diam dan mengulum senyum saja, dia lalu memeluk sang mertua dengan manja.


"Ya ampun apa lagi ini" gumam Dani menghela nafas lelah saat melihat tatapan sang Ayah.


"Aku sudah menyelesaikannya Ayah, kalian tenang saja" ucap Dani duduk di dekat sang Istri.

__ADS_1


Ayah Hanan mengangguk dengan tatapan yang cukup puas, lalu dia fokus kembali pada ponsel nya.


"Bunda, nanti jangan masak untuk makan malam ya. Zeva ingin sekali makan dengan kalian di luar, tapi gak papa kalau dandanan Zeva culun begini?" ucap Zeva dengan menatap penampilannya.


"Tentu tidak apa, Nak. Memangnya kenapa? Ayah dan Suami mu tidak bakalan mengomel" balas Bunda tersenyum.


"Bener apa kata Bunda dan memang aku lebih nyaman jika kamu begini, karena itu artinya hanya aku saja yang akan menikmati kecantikan kamu" timpal Dani menaik turunkan alis nya.


Ish.


Zeva langsung menunduk dengan wajah yang cukup merah karena malu, sontak saja Ayah dan Bunda mertua nya terkekeh kecil.


"Kami tidak akan memasalahkan apapun dan bagaimanapun kamu berpakaian, Nak. Jadilah apa yang kamu mau, kalau kamu nyaman ya itu terserah kamu saja" ucap Ayah Hanan lembut.


"Terimakasih, kalian selalu mensuport apapun keinganan Zeva" balas Zeva dengan haru.


"Ayo bersiap, jangan jadi melow begini ah" omel Bunda dengan bangkit dari duduk nya.


"Bun, masih lama" gerutu Dani.


"Kita jalan-jalan dulu, kasihan Bumil ini kayaknya suntuk di Rumah terus jadi minta makan di luar" serkas Bunda dengan tatapan tajam.


Glek.


Dani langsung mengangguk, sedangkan Ayah Hanan sudah beranjak dari sana dengan cepat.


"Bunda memang best lah, selalu tahu apa yang aku rasa. Gak kayak onoh yang gak peka" ucap Zeva dengan melirik Dani sinis.


"Sayang, bukan begitu loh" rengek Dani tak terima.


Zeva? Dia melongos dan berlalu dari sana menuju ke kamar nya. Dani pun langsung melangkah mengikuti Istri nya dan langsung menggendong Zeva ala bridalstyle ke kamar.

__ADS_1


"Masssssss" teriak Zeva dengan mengalungkan tangannya pada leher Dani.


Bunda menggelengkan kepala saat melihat kelakuan Putra dan menantunya. Dia juga melangkah masuk ke dalam kamar yang sudah ada Suami nya.


Ceklek.


"Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Ayah Hanan saat melihat tingkah Istri nya.


"Aku bahagia melihat tingkah Dani dan Zeva, mereka selalu membuatku tersenyum. Apalagi nanti kalau Cucu kita sudah lahir ya, Mas" jawab Bunda dengan mendudukan dirinya di samping Hanan.


"Mereka berdua seolah penawar rasa lelah kita, semoga saja kebahagian selalu meliputi mereka" ucap Ayah Hanan.


"Amin" balas Bunda dengan senyuman yang tak surut.


Lalu Bunda memilih untuk masuk ke kamar mandi duluan, dia akan bersiap lebih dulu karena Hanan masih ada yang harus di kerjakan.


Dia memang sudah niat akan mengajak Zeva jalan-jalan dan nanti weekend dia sudah berencana akan ke Pantai bersama keluarganya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2