
Sonia dan Fairus merasa sangat terpojok, mereka benar-benar di kelilingi oleh orang-orang masalalu nya.
Bahkan mereka kesana pun hanya berdua dan tidak membawa anak buah sama sekali.
"Bibi, sudah sepatut nya kamu itu sadar diri dong. Bagaimana bisa anak angkat menginginkan harta lebih? Di kasih saja sudah untung" ucap Zeva
"Diam kamu sialan" bentak Fairus.
"Jangan membentak Istriku, atau akan aku patahkan lehermu Fairus" teriak Dani dengan lantang.
"I istri" kaget Sonia kembali.
Zeva menatap Sonia dengan terkekeh.
"Ya dia adalah Suamiku dan kau sudah tak ada celah lagi untuk bisa menyerang kami" ucap Zeva.
"Tangkap mereka dan berikan hukuman yang setimpal" ucap Dani pada Polisi.
Sonia dan Fairus langsung tatap, mereka kenapa bisa bodoh begini hingga bisa masuk ke dalam jebakan Zeva.
"Jangan bergerak" ucap salah satu Polisi tersebut.
"Dengar Zeva, aku akan datang dan akan membalas semuanya. Kau akan merasakan lebih dari ini" teriak Sonia.
"Kalian akan menyesal brengse*" teriak Fairus.
Hufh.
Zeva membuang nafas lega, dia lalu memeluk Dani dengan erat.
"Aku ingin istirahat, Hubby" bisik Zeva lirih.
"Baiklah" balas Dani patuh.
Dani lalu menggendong Zeva, mereka akan kembali ke mansion dan beristirahat karena sudah larut.
Semua yang ada disana pun bubar dan pergi ke Rumah masing-masing.
"Paman" panggil Surya pada Ayah Hanan.
"Kenapa Surya?" tanya Ayah Hanan.
"Kenapa Zeva bisa membawa Sonia masuk kesini dengan mudah nya dan menangkap nya?" tanya Surya begitu penasaran.
__ADS_1
Ayah Hanan lalu mengajak Surya duduk di Taman depan Hotel, sedangkan Istri mereka pun ikut serta duduk disana.
"Zeva dan Dani ternyata sudah bergerak secara diam-diam dengan di bantu oleh George" ucap Ayah Hanan.
"Saat mereka memutuskan menikah 2 tahun silam, saat itu juga mereka mencari seluruh bukti kejahatan yang di lakukan Sonia dan Fairus bersama dengan George. Hingga satu persatu bukti pun terkumpul dan lengkap, Polisi pun ikut bekerja sama dalam rencana ini semua" jelas Ayah Hanan.
Surya dan Kania hanya diam saja, mereka memilih mendengarkan hingga akhir.
-Flasback.
Saat di Rumah sakit, Zeva dan Dani berencana akan membuat pesta.
Namun dalam undangan yang di berikan pada Sonia berbeda dengan yang lainnya.
Dalam undangan itu tertera adalah Pesta pengangkatan jabatan dan seluruh petinggi perusahaan. Sonia dan Fairus yang memang kalap pun langsung saja menyetujui datang untuk protes.
Mereka berdua tidak memikirkan apapun karena ingin protes dan menginginkan jabatan itu.
Dan terbukti hal itu berhasil, keduanya datang dengan sukarela. Mereka menginginkan kenal lebih jauh pada investor asing namun kenyataan lain yang mereka dapatkan.
Bahkan dengan angkuh nya mereka tidak membawa anak buah sama sekali dan menyerahkan diri dengan sukarela.
Sonia tidak pernah tahu bahwa rahasia yang selama ini dia sembunyikan pun sudah sampai di tangan Zeva. Dia tidak percaya bahwa Zeva mendapatkan bukti kejahatannya dengan sangat detail begitu.
"Begitulah, bahkan aku sendiri tak tahu bahwa mereka bergerak begitu cepat dan cerdik" ucap Ayah Hanan.
"Kita harus buat mereka mendekam lama di penjara, jangan biarkan dari salah satu mereka keluar dan akan membuat onar" balas Surya penuh dengan semangat.
"Besok kita bahas lagi, ayo pulang" ajak Ayah Hanan.
Lalu mereka masuk ke dalam mobil masing-masing dan pergi dari sana.
π
Di kamar Dani, Zeva sudah terlelap di pelukan sang Suami. Dia terlihat sangat kelelahan dalam menghadapi malam ini.
"Semua nya sudah selesai, kita harus memulai lembaran baru dengan baik, sayang" gumam Dani menatap wajah cantik Zeva.
Cup.
Dani mengecup kening dan bibir Zeva dengan lembut, lalu dia pun ikut serta terlelap di samping sang Istri.
Keduanya tidur dalam satu balutan selimut dan dengan tubuh yang memberikan kehangatan dalam pelukan.
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Ke esokan pagi nya, hampir semua media berita maupun televisi memberitakan kabar semalam.
Kabar dimana penerus Graham yang ternyata masih hidup dan kejahatan Sonia Graham yang terungkap.
Foto dan vidio semalam sudah menyebar ke penjuru Kota bahkan luar Kota.
Bagi mereka yang memang mengetahui sepak terjang Keluarga Graham pun bahagia karena masih ada yang tersisa, dan bagi mereka yang berkhianat bahkan mengikuti jejak Sonia pun tak kalah ketar ketir nya ketakutan.
Berita Fairus dan Sonia sudah seluruh nya menjadi perbicangan publik dan manusia yang menggosipkannya.
Siapa yang tak tahu Sonia dan Fairus? Mereka yang selalu mengagungkan nama nya dan kekayan yang tak seberapa dia agungkan.
"Bukannya dia Bu Sonia yang dermawan"
"Dia itu ternyata rubah licik"
"Menghalalkan segala cara demi harta, padahal cuma anak pungut"
Begitulah umpatan dan kata-kata yang mereka lontarkan saat melihat berita dimana salah seorang Polisi mengatakan dengan jelas kejahatan apa saja yang sudah Sonia lakukan.
"Ternyata Putri mereka selamat, saya sangat senang mendengar nya" ucap salah seorang Dokter paruhbaya yang memang ikut serta dalam Bunda Zeva melahirkannya.
"Anda benar Dok, ternyata Putri nya selamat dan sudah tumbuh dewasa. 27 tahun kejadian itu membuat saya takut dan merasa bersalah karena tak mampu menyelematkan mereka" timpal suster yang duduk bersamanya sedang menatap televisi.
"Semoga dia terbebas dari segala bahaya, aku yakin bahwa Sonia belum melepaskannya karena dia masih haus akan harta" ucap Dokter.
Suster menganggukan kepala nya, dia juga menyetujui ucapan Dokter tersebut karena memang Sonia sangat haus akan harta dan kedudukan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.