Pembalasan Zevanya.

Pembalasan Zevanya.
Bab 8 Dani Kumbara


__ADS_3

Hari berganti, hari ini adalah hari dimana Zeva pertama kali masuk kuliah. Dia sudah selesai bersiap dan langsung saja keluar dari kamar.


"Hai Ze" sapa Dani yang sudah standbay di depan.


"Kapan datang? Kok gak manggil" ucap Zeva cukup kaget.


"Baru aja, ayo berangkat takut kesiangan" balas Dani sambil meminta kunci motor Zeva.


Keduanya berlalu dari sana, Dani melajukan motor nya dengan hati-hati dan sesekali mengajak Zeva berbincang.


Hingga tak berselang lama mereka tiba di kampus, Zeva menuju ke kelas nya begitupun dengan Dani. Mereka berpisah di koridor depan.


🍌


"Anak cupu pada ke kampus gak?" tanya seorang pria.


"Masuk kayak nya, soalnya aku tadi lihat si Dani ke kelasnya" jawab salah satu temannya.


"Romi, memangnya kau apakan mereka?" tanya teman nya.


"Aku ingin ngerjain mereka, berani sekali menentang dan melawanku" jawab pria bernama yang Romi.


Teman-temannya hanya diam, mereka lalu masuk ke kelas karena dosen yang akan masuk akan segera tiba.


Sedangkan di kelasnya, Zeva sangat fokus akan pelajaran yang sedang bersalung. Dia duduk di pojokan karena tak ada yang mau menemani ataupun duduk bersamanya.


Hampir 2 jam mereka belajar dan akhirnya selesai juga, matkul yang kedua hanya di beri tugas saja karena Dosen nya tak bisa hadir.


Brak.


"Kerjakan punya ku dong cupu" ucap seorang wanita dengan angkuh nya.


Zeva diam, dia terus saja memasukan buku nya dan peralatan yang lain, lalu setelah nya Zeva bangkit dari duduk nya.


"Hei cupu sombong, kerjakan" teriak wanita itu dengan kesal.


Huh.


"Kerjakan saja sendiri, aku juga belum mengerjakannya. Kau tahu, aku ini wanita bodoh dan tak mengerti akan soal itu, sini jika mau nilaimu jelek" balas Zeva dengan tak takut.


Ck.


Wanita tadi sangat kesal dan membawa buku nya kembali dari sana, dia pergi dengan perasaan dongkol.


Sedangkan Zeva sendiri melenggang menuju ke parkiran, dia akan langsung ke Restoran dan akan makan siang disana saja.


Hari ini para Dosen sedang ada halangan dan jadi mereka pulang lebih dulu.


Terlihat Dani sedang berjalan menghampiri Zeva di parkiran.


"Ayo cepat kita pergi, Romi dan kawan-kawan nya pasti sudah merencanakan sesuatu untuk kita dan untungnya kelas kita kelar lebih dulu" ajak Dani dengan nafas memburu dan lengan membenarkan letak kacamata nya.


"Kau benar, lihat itu teman-temannya sudah berkumpul di depan kelas nya dengan memperhatikan kita" ucap Zeva menunjuk ke arah kelas Romi dengan dagu nya.


Dani mengangguk, dia lalu dengan cepat menyalakan motornya dan pergi dari kampus.


Dani akan mengantarkan Zeva lebih dulu, dia lalu akan ke perusahaan tempatnya bekerja dengan motor Zeva karena sudah di beri izin oleh nya.

__ADS_1


Selama perjalanan, Zeva maupun Dani tidak ada yang diam. Mereka terus saja berbincang dengan hangat.


"Oh iya Kak Dani, apa bisa kalau aku lompat kelas ya?" tanya Zeva saat mereka tiba di depan Restoran.


"Bisa kalau kamu mampu menyelesaikan tugas nya, besok aku antar ke Dosen yang biasa menguji nya ya, dulu akupun sama lompat kelas" jawab Dani


"Aku hanya beda satu tahun di atasmu, namun karena aku rada pintar jadi bisa lompat kelas sampai saat ini" kekeh Dani dengan tawa kecil nya.


"Mudah-mudahan aku bisa dan bisa sekelas denganmu ya Kak" ucap Zeva berbinar.


Deg.


"Menggemaskan sekali" batin Dani dengan jantung yang berdetak kencang.


"Amin, kalau begitu aku pergi dulu ya. Nanti malam aku jemput dan bawakan makanan" pamit Dani.


"Oke" balas Zeva dengan acungan jempol.


Dani melajukan motor nya, dia langsung saja menuju ke perusahaan D'Vanya yang saat ini di kelola oleh Fatur dan Yoga.


🌿🌿


Dani masuk ke kamar mandi untuk ganti baju nya, dia lalu melihat sekitar nya dan mengeluarkan ponsel.


"Cari tahu tentang Zevanya Aulia G" ucap Dani dengan tegas.


[..... ]


"Besok harus sudah ada" ucap Dani kembali.


Tut.


"Huh sampai kapan mereka akan menyembunyikan Putri dari mendiang Tuan Igra" gumam Dani saat melihat Yoga sedang berbincang.


Dani menghela nafas kasar dan memulai pekerjaannya yang memang membersihkan lantai atas.


Yoga hanya melirik Dani sekilas dan pergi dari sana menuju ke ruangannya.


🍌


Tiba waktu pulang, Dani bersiap dan tak lupa juga membawa makanan untuk Zeva.


Dia langsung melajukan motor Zeva menuju ke Restoran dimana wanita itu sedang bekerja.


Namun baru di tengah perjalanan, ponselnya berdering dan Dani memutuskan untuk menepikan motornya lebih dulu.


"Ada apa?" ucap Dani dengan tegas saat sudah mengangkat ponselnya


[...... ]


"Benarkah? Nanti malam aku akan pulang dan kau jemput seperti biasa" jelas Dani.


Tut.


"Hmm ini kabar mengejutkan" gumam Dani sambil melanjutkan kembali perjalanannya.


Hingga tibalah dia di Restoran dimana Zeva bekerja, dia sudah bisa melihat bahwa Zeva sudah berdiri menunggu.

__ADS_1


"Langsung pulang aja, ini hampir jam 10" ucap Zeva.


"Oke" balas Dani.


Mereka langsung menuju ke kos dimana Zeva tinggal, Dani memasukan motor Zeva dan setelah nya pergi dari sana.


Zeva sendiri langsung masuk dan mengunci pintu nya karena memang sudah malam dan lelah.


Dani melangkah dengan santai ke arah Rumah kumuh yang ada disana.


Namun langkah nya berbelok kedalam gang yang cukup gelap dan berlalu entah kemana.


"Ayo pergi" ucap Dani tegas.


Mobil yang membawanya pun melaju dari sana dengan santai. Tidak ada yang mencurigai nya karena disana memang sering kali di jadikan stand untuk istirahat.


"Tuan Kumbara sudah menunggu Anda, Tuan muda" ucapnya.


"Apa dia juga sudah mengetahui kabar ini?" tanya Dani.


"Ya dan dia sangat senang sekali mendengarnya" jawab nya dengan sopan.


Dani hanya mengangguk, dia lalu menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi mobil.


Dia memejamkan mata nya sejenak agar menghilangkan rasa lelah nya.


"Tuan, kapan anda akan menghentikan pekerjaan itu!?" tanya sang Asisten.


"Setelah aku benar-benar menemukan dia dan membuatnya aman" jawab Dani sambil memejamkan mata.


Asisten nya hanya menghela nafas, dia sudah tahu bagaimana Tuan nya selama ini bekerja jadi OB sedangkan dia sendiri mempunyai perusahaan besar.


Perjalanan mereka akhir nya sampai juga di mansion megah, Dani langsung turun dan menuju ke ruang kerjanya karena sang Ayah sudah menantinya disana.


Ceklek.


"Akhirnya kau pulang juga, Nak" ucap sang Bunda dsngan raut bahagia.


"Loh kok belum tidur?" tanya Dani kaget.


"Bunda tahu kamu akan datang jadi Bunda mu memilih menunggu saja, apalagi Bunda tahu bahwa calon menantu Bunda sudah terlihat" jawab Bunda nya dengan terkekeh.


Dani menghela nafas kasar, dia lalu duduk di depan kedua orangtuanya dengan wajah yang sangat serius.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2