Pembalasan Zevanya.

Pembalasan Zevanya.
Bab 23


__ADS_3

Sedangkan di Desa yang jauh dari keramaian Kota, saat ini kakak beradik sedang panen sayuran yang mereka tanam.


Yap. Dia adalah Fatur dan Ratih, keduanya memutuskan untuk tetap tinggal di Desa tersebut dan berbaur bersama dengan penduduk yang terbilang sedikit.


Tak jauh dari sana ada pasar yang cukup besar dan buka setiap hari, Fatur akan menjual hasil tani nya kesana dan di belikan lagi untuk kebutuhan hidup nya.


1 tahun pertama mereka disana sangatlah susah dan bahkan berniat untuk kabur, namun lama kelamaan mereka terbiasa dan menemukan ide untuk bertanam sayuran karena melihat pasar yang cukup ramai yang terletak di batas Desa.


Hingga sampai saat ini, sudah hampir 3 tahun mereka disana tanpa adanya sanak saudara, ponsel ataupun media lainnya.


Fatur dan Ratih benar-benar asing dan di buat merubah segalanya dengan perlahan, bahkan saat Ratih sakit pun Fatur akan mencari obat tradisional disana dengan lumayan susah.


🍌


Fatur baru kembali dari pasar dengan membawa bahan makanan selama satu minggu ke depan, dia melihat Adik nya yang belum pulang yang sedang membagikan hasil tani nya pada warga sekitar sana.


"Hufh, sudah hampir 3 tahun aku disini dan sungguh menyenangkan. Semoga saja Ibu disana baik-baik saja, kami akan memutuskan menetap disini meski sejujur nya kami sudah punya tabungan lumayan besar jika untuk pergi ke Kota" gumam Fatur menatap hamparan tanah yang sangat luas di belakang Rumah nya.


Fatur berhasil membangun Rumah joglo kecil yang layak huni, bahkan dia memanfaatkan lahan luas yang memang milik Dani untuk menanam sayuran segar dan juga padi.


"Abang" teriak Ratih dari depan.


"Di belakang" balas Fatur.


Ratih langsung menghampiri sang Abang dan duduk di samping nya.


"Sudah kebagian semua nya?" tanya Fatur.


"Sudah Bang, itu ada rendang dari Bu Kepala Desa" jawab Ratih dengan tersenyum.

__ADS_1


"Semua sudah kita lalui ya Bang, manis pahit nya hidup di Desa kecil dengan orang baru dan tak ada siapapun yang kita kenal" ucap Ratih.


"Karma? Ya dia ada dan kita sudah merasakannya" timpal Fatur.


"Dimana saat kita kesusahan tanpa makanan dan hampir 4 hari tak makan, bahkan tak ada yang mau memberi makanan karena kita orang baru. Hingga akhir nya kita memutuskan terus saja minum hingga kembung" lanjut Fatur dengan terkekeh.


"Masa sulit dimana kita harus berjuang hanya untuk seliter beras dan telur 2 biji, dimana kita harus membuka lahan agar kita tanami dan dimana kita di sebut maling karena mendapat makanan dari hutan" ucap Ratih dengan tatapan jauh menerawang.


Fatur menganggukan kepala nya, dia membenarkan setiap ucapan sang Adik yang memang itu adalah kenyataannya.


"Hingga saat ini kita mendapatkan pengakuan warga dan bisa makan layak dengan lauk yang lumayan, bahkan kita juga bisa menabung dari hasil panen padi" ucap Fatur dengan tersenyum.


"Bang, jangan lupa tabungan kita itu harus bagi dua. Aku takut nanti nya orang-orang Dani akan meminta hasil karena tanah dan sawah nya kita garap" balas Ratih mengingatkan sang Abang


Fatur mengusap lembut kepala Ratih.


"Sudah, Abang ingat kok karena memang itu bukan hak kita saja" jelas Fatur.


"Oh begitu ya, yaudah gak apa. Besok kamu masak saja untuk makanan orang-orang yang akan panen kentang, paling hanya 5 orang saja" balas Fatur.


Ratih menganggukan kepala nya, dia lalu berpamitan pada sang Abang untuk masak untuk nanti malam.


Kehidupan mewah mereka lupakan dan di ganti dengan kesederhanaan, Dani memang kejam namun untuk orang-orang yang memang tak mau berubah.


Namun saat melihat perubahan Fatur dan Ratih dia memberikan kesempatannya dan dia cukup bangga karena keduanya mampu bertahan dengan cobaan yang terus dia berikan.


Dani pernah memerintah anak buah nya untuk membuat sayuran mereka gagal panen dan bahkan dia pernah memberi perintah untuk mencuri hasil panen padi dan sayurannya.


Dan apa yang Dani dapatkan? Dia melihat hanya tangis Fatur dan Ratih saja tanpa marah ataupun melampiaskannya pada orang-orang disana.

__ADS_1


Hingga sampai sekarang dia masih memantau nya dan cukup haru akan perubahan yang mereka lakukan.


🌿🌿


Berbeda dengan Fairus, dia semakin hari semakin membuat ulah dan kegaduhan di sel tahanan milik Dani. Bahkan dia tak segan-segan menghantamkan kepala nya ke dinding.


Sudah beberapa kali dia bebas dan di suruh bekerja di belakang untuk membantu tukang kebun, namun beberapa kali juga dia untuk kabur namun tetap gagal.


Seperti saat ini, dia kembali mengamuk pada penjaga yang memberinya makan malam.


"Lepaskan aku bajingan"


"Aku tidak mau disini, lepaskan aku"


Teriak Fairus dengan menggema di sana, dia akan terus berteriak saat ada penjaga Dani yang memeriksa nya. Dan dia akan termenung jika tak ada siapapun disana.


"Percuma kau berontak Fairus, kau tidak akan bisa keluar dari sini karena kesalahanmu sangat fatal" bentak anak buah Dani dengan wajah datar nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2