Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 10


__ADS_3

" siapa yang bilang calon mantu saya seorang penggoda.. ?!.. "


tiba tiba nyonya shinta datang ia mendengar percakapan para pembantunya itu... tadinya ia ingin menyusul Wina ke kamarnya namun saat berada di sebuah lorong yang mengarah ke kamar Wina.. Nyonya Shinta mendengar bahwa pembantunya itu sedang menyudutkan Wina.. ia sangat geram.. dengan pernyataan itu...


" aaa anu nyonya.. ayu tidak bermaksud berkata seperti itu.. dia hanya salah bicara saja.. ia kan yu.. ?" Heni mencoba membela temannya itu


" tidak nyonya saya tidak salah bicara..dia memang penggoda kan nyonya.. ? dia itu berpura-pura Nyonya memang itu tujuannya menggoda tuan muda kemudian menikah dan jadi bos dirumah ini.. harta nyonya akan habis di rampas dengan perempuan kotor ini nyonya.. percaya saya nyonya . " ayu sangat percaya diri dengan apa yang ia katakan.. kebenciannya kepada Wina semakin menjadi jadi.. ia pun mencoba menghasut majikannya itu..


" tutup mulutmu ayu... selama ini saya baik kepada kamu karena mengingat kamu itu hanya sebatang kara.... dan saya juga menghargai kamu yang membersihkan rumah ini.. sekali lagi saya dengar kamu menghina menantu saya.. maka akan saya pastikan kamu tidak berada lagi di rumah ini... paham...?!!!!.." nyonya Shinta begitu murka mendengar penuturan ayu.. dia tidak mau pernikahan ini batal hanya karena omongan tidak penting ini...


Wina yang terkejut melihat nyonya Shinta marah hanya menatap tanpa berkedip... ia tidak menyangka calon mertuanya itu akan membelanya..


lalu nyonya Shinta mengajak Wina ke kamar anaknya karena para perias pengantin sudah menunggunya dari tadi...


" ayo sayang... ( sambil menggenggam tangan Wina) kamu sudah dari tadi loh di tungguin.. udah gak usah di dengar Mulut mulut jahanam itu..." mereka pun berjalan .. Wina heran dengan perubahan sikap nyonya Shinta, sangat berbeda saat dia baru datang dan Hari ini sikapnya berbanding terbalik tadinya sinis kini begitu baik dan ramah..


" apa nyonya Shinta punya kepribadian ganda..? kenapa beda sekali saat pertama kali bertemu dengannya... hari ini dia sangat baik bicaranya juga lembut tidak ada galak galaknya padaku.. " tanyanya dalam hati tanpa sadar ia pun tersenyum hangat pada nyonya Shinta...


tak berapa lama tibalah mereka dikamar Dika.. Wina takjub.. kini kamarnya sudah dihias dengan sangat indah dan elegan, nuansa mawar merah menambah suasana keromantisan dikamar itu.. apalagi dengan taburan kelopak mawar merah di atas ranjang itu... dan wangi semerbak bunga dan aroma pewangi ruangan itu membuat Wina sangat nyaman berada dikamar itu.. tidak seperti kemarin saat ia pertama x memasuki ruangan itu...


" ini say calon mantuku.. dirias yang cantik yaa.. buat pangling juga.. pokoknya buat anakku kelepek kelepek melihatnyaa" ujar nyonya Shinta pada seorang perias itu yang notabenenya laki laki tapi gayanya seperti kaum wanita.. lemah lembut gemulai namun cekatan...


" iya siap nyonya.. pasti akan berkali-kali cantik... ini saja tidak pakai apa apa sudah cantik sekali.."

__ADS_1


perias itu takjub melihat kecantikan Wina.. tanpa di poles apapun wajahnya pun sudah seperti bidadari...


" Ya sudah saya serahkan semuanya pada kamu.. awas ya buat mantuku kayak ondel-ondel... saya pites kamu.. " ujar nyonya Shinta memperingati


" saya keluar dulu ya.. ada urusan yang lain... Wina mamah tinggal dulu ya.. " pamit nyonya Shinta


Wina pun mengangguk dan tersenyum hangat pada nyonya Shinta...


" silahkan duduk Nona"


" aduduh cantik sekali sih non.. nona blasteran ya... ? kulitnya juga mulus bening lagi.." kata perias itu sambil merias wajah Wina dengan hati hati..


" tidak mas eh mbak orang tua saya dua duanya asli negara sini"


" tidak mbak"


" artis atau selebgram ?"


Wina pun menggeleng..


" ooohh wanita karir pasti.. ?"


" tidak juga mbak" Wina menjawab sambil tersenyum ramah

__ADS_1


" jadi apa dong non ..? "


Wina hanya diam tidak berbicara satu kata pun ... ia juga bingung harus jawab apa .. tidak mungkin ia berkata hanya seorang pembantu disini , bisa bisa nyonya Shinta malu..


sejak diamnya Wina, perias setengah wanita dan setengah pria itu pun tidak bersuara lagi..


"apa dia marah ku tanya tanya terus ya .. ? ah bodoh nya aku terlalu sok akrab.." batin perias itu merutuki kebodohannya


satu setengah jam berlalu dengan keheningan selesailah sudah wajah Wina dirias... Wina juga sudah mengganti pakaiannya dan menggunakan gaun kebaya putih dengan Payet tersusun rapi dan elegan.. ia pun duduk di tepi ranjang yang sudah di hias itu...


nyonya Shinta pun masuk.. ia menatap Wina dengan kagum...


" wah cantik sekali menantu ku... bikin pangling juga.. terimakasih loh ya dibuat cantik sesuai dengan yang saya mau" ujar nyonya Shinta pada perias itu ...


" ia nyonya sama sama.. menantu nyonya juga sudah cantik dari sananya jadi di poles gimana pun tetap cantik.. " ucap perias itu memuji Wina


" Hem saya transfer lebih ya ke kamu.. bagus riasannya saya suka.. "


" terimakasih nyonya Shinta baik hatiku.. ya sudah saya permisi dulu mau makan... udah lapar soalnya.. bolehkan nyonya ? "


" iyaa iyaa sudah sana.. makan yang banyak biar bohay" canda nyonya Shinta


perias itu pun keluar diikuti oleh para asistennya...

__ADS_1


__ADS_2