Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 14


__ADS_3

" nak ganti ya pakaian istrimu... mama masih ada urusan sama pelayan yang mendorong Wina tadi..." wajah nyonya Shinta tampak kesal mengingat kejadian tadi..


" loh kok Dika sih mah.. mbok tata kan ada " sungut Dika


" gak bisa! mbok tata lagi sibuk beres beres sama pelayan yang lain juga... jadi jangan ganggu mereka ya.. lagian itukan istri kamu... udah halal juga.. " ucap nyonya Shinta


kini hati nyonya Shinta sangat senang... ia bisa melihat wajah Dika sedikit gugup melihat tubuh Wina yang berbalut gaun kebaya putih itu... nyonya Shinta bisa menerawang pikiran mesum anaknya... dan hal ini akan dijadikan kesempatan oleh nyonya shinta... agar ia bisa menyentuh Wina secepatnya...


" udah ya... kamu urus menantu mama.. mama tinggal dulu... " dan nyonya Shinta pun berlalu keluar kamar dari kamar Anaknya..


" apa yang harus aku lakukan " Dika menatap keseluruhan tubuh Wina yang terbaring..


tampak Wina yang sedikit kesulitan bernafas karena kemben yang ia pakai sangat ketat..


Dika yang melihat itu pun panik... tanpa berfikir panjang ia pun membuka gaun itu... setelah kancing yang melekat pada gaun itu satu persatu terlepas tinggal lah kemben yang sangat ketat itu membuat lekukan tubuh Wina semakin terlihat jelas...apalagi dua buah gunung kembar milik Wina sebagian menyembul keluar...


Dika yang melihat itu pun semakin tidak karuan.. darah nya pun berdesir jantungnya memompa dengan ritme yang kuat... sungguh ia tak tahan melihat keindahan yang terpampang nyata berada di depan mata nya itu...


" apa kau memang bukan Dina ? aku memang tidak pernah melihat secara langsung milik Dina... tapi aku sering memperhatikan tubuhnya dari balik bajunya yang ketat... dan aku bisa menebak tubuh Dina tidak seindah ini..." gumamnya pelan

__ADS_1


namun saat Wina mulai berkeringat dingin karena sesak di dadanya.. Dika pun buru buru melepas pengait kemben itu... ia membukanya dan terlihatlah tubuh polos Wina bagian atas yang membuat dika susah payah menelan ludahnya...


" ah sial... kenapa aku begini... ini juga kenapa Joni tidak bisa di ajak kompromi " keluh Dika saat bagian intinya mulai berdiri dengan kokoh..


karena tidak tahan menahan dirinya, Dika pun menutup tubuh Wina dengan selimut... lalu dia masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya...


" sial... aku hanya melihatnya saja si Joni sudah ingin muntah... apa lagi kalau menyentuhnya... " katanya sambil membayangkan tubuh Wina


setelah selesai dengan ritualnya... Dika pun keluar.. kemudian dia duduk di sofa yang berhadapan pada ranjangnya... ia melihat Wina masih tertidur dengan selimut sampai ke leher nya...


" oh ya ampun kenapa dia tidak bangun juga .. ? " Dika mulai gelisah melihat Wina .. ia takut tidak dapat menahan diri dan melahap Wina...


setelah memercikkan air itu... Wina pun tersadar matanya terbuka ia pun bingung kenapa bisa berada dikamar itu... karena masih bingung ia pun duduk dan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya pun melorot kebawah sampai ke pinggang... Wina yang belum sadar sepenuhnya pun hanya bingung saja menatap Dika yang berada di sampingnya...


" kenapa tuan melihat saya sampai begitu ? " Wina yang melihat Dika dengan tatapan yang sulit di artikan


ia pun tersadar saat mata Dika menatap ke arah dadanya... seketika pun dia berteriak...


" aaaaaaaaaaaaaa..!!. apa yang tuan lakukan.. ?! kemana bajuku!? " Wina pun histeris ia langsung menutupi kembali tubuhnya dengan selimut tadi ..

__ADS_1


Dika pun memalingkan wajahnya kini wajahnya terlihat bersemu merah... hasrat yang mulai turun pun kembali memuncak karena melihat tubuh bagian atas wina yang polos tanpa sehelai benang pun..


"ah sial kenapa dia membukanya tadi.. " dika berkata dalam hati


" tadi aku disuruh oleh mama untuk mengganti bajunya... karena kau sulit bernafas... kau juga tadi pingsan" jujur Dika ia juga mengingatkan Wina bahwa tadi ia tak sadarkan diri saat di bawa kemari...


Wina pun terdiam ia memutar kembali ingatannya... saat ia berjalan ke arah kamar ia bertemu dengan ayu dan ayu pun mendorongnya setelah itu ia tak ingat apapun...


" tapi kenapa tuan Dika yang membukanya.. ?! pasti tuan sudah melihatnya semua kan ?! " Wina sangat marah aset yang berharga miliknya sudah ternoda pikirnya... ia belum ingat, kalau ia sudah menikah dengan Dika ..


" mama yang menyuruhku menggantinya... aku hanya melihatnya belum menyentuhnya... lagian kau ini istriku aku juga berhak atas tubuh mu" ujar Dika santai.. meski ia berkata benar tapi Dika belum menerima Wina sepenuhnya...


Wina yang mendengar pun hanya tertunduk malu wajahnya memerah bak kepiting rebus..


" benar kata tuan Dika... aku sudah menikah dengannya.. semua tubuh ku pun miliknya" ucap wina dalam hati


"sudahlah pakai bajumu... sudah ku taruh di atas meja itu.. " ucap Dika datar, ia pun keluar dari kamar itu untuk menetralkan jantungnya... lama lama di dalam sana membuat dia benar benar ingin memakan Wina ...


Wina pun hanya menatap punggung Dika... setelah Dika menghilang dari balik pintu itu... buru buru Wina memakai baju yang di taruh Dika di atas meja sebelah ranjang...

__ADS_1


__ADS_2