Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 21


__ADS_3

nyonya Shinta pun tidak melanjutkan makannya ia pergi menuju ruang kerjanya... nyonya Shinta mempunyai bisnis catering dan restoran yang terkenal di daerah ibukota... ia sudah merintis usaha itu lebih dari dua puluh tahun... restoran kaum elit untuk kalangan menengah ke atas...


sementara tuan Satya adalah pemilik jaya Mahesa grup.. perusahaan konstruksi


nyonya Shinta duduk bersandar di kursi kebesarannya...


"kalau aku tidak mengusir mereka dari sini... Dika tidak akan leluasa menyentuh Wina karena disini terlalu banyak gangguan dan Dika tidak akan sembuh,dan pastinya perempuan itu akan selalu ada di dalam pikirannya... calon cucuku pun tidak akan muncul... sepertinya ini memang jalan yang terbaik untuk mereka berdua " nyonya Shinta bermonolog sendiri...


ia sangat yakin ini akan berhasil...


tak berselang lama, tuan Satya pun masuk ke ruang itu... ia melihat istrinya sedang bersandar di kursinya sambil memejamkan mata.. ia pun menghampiri istrinya...


" sayang.. apa kamu yakin mengusir Dika dan Wina dari sini ? " tanya tuan Satya...


" iya pah... mamah yakin... setelah mereka keluar dari sini.. Dika pun perlahan bisa merubah sikapnya pada Wina... biarkan mereka mandiri pah... "


" baiklah kalau itu demi kebaikan mereka berdua papa ikut saja... dan papa juga akan menyuruh orang untuk melindungi mereka dari jauh "


tuan Satya pun setuju dengan pernyataan nyonya Shinta...


" terimakasih pah atas pengertiannya... mama harap setelah ini Dika jauh lebih baik lagi.. " ujar nyonya Shinta dan memeluk suaminya dengan haru...


sementara di kamar Dika... Wina habis habisan di bentak oleh Dika...


" gara gara kau aku di usir orang tua ku sendiri..! puas kau !? " bentak Dika


Wina hanya diam menunduk bisu.. ia ingin menangis namun takut terlihat lemah oleh Dika... ia sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh...


" mama ku lebih membela kau dibanding aku... ! pasti kau memakai jampi jampi untuk membuat orang tuaku tunduk kepadamu kan !? " Dika pun semakin berbicara kasar ia pun mencengkram dagu Wina dengan kuat... sehingga Wina pun meringis kesakitan... air matanya yang ia tahan dari tadi pun akhirnya jatuh membasahi pipinya..

__ADS_1


" kau hanya orang kampung...! pasti ibumu juga tidak bisa mendidik mu dengan benar... ! " maki Dika ia meluapkan kekesalannya kepada Wina


Wina yang tak tahan karena orang tuanya di hina pun akhirnya berbicara...


" tuan boleh menghina saya...! mencaci maki saya.. tapi tidak dengan ibu saya... ! sekali lagi tuan mengatai ibu saya... tuan akan tinggal nama.. ! " ancam Wina... ia sangat geram karena perkataan Dika... ia pun keluar dari kamar itu dengan membanting pintu sangat kuat hingga Dika pun terkejut... ia tidak sangka Wina bisa melawan dirinya... Dika pun terdiam karena ancaman Wina...


Wina pun turun dan berlari memasuki kamar lamanya yang sekarang sudah menjadi gudang...nyonya Shinta sengaja membuat kamar Wina menjadi gudang agar ia mau tidur dengan Dika... dan Dika pun akan kasihan melihat Wina...


ia menangis sejadi jadinya di sana...sambil menatap foto ibunya di layar ponsel yang di beri oleh nyonya shinta..


" ibu.... Wina rindu ibu... Wina tidak tahan tinggal disini Bu... suami yang seharusnya melindungi Wina justru selalu menyakiti Wina Bu.. " ujar Wina sendu...


ia pun menelpon ibunya... namun lagi lagi nomor nya tidak aktif... Wina pun khawatir atas keadaan ibunya.. lalu ia mencoba menelpon mbak Lastri untuk bertanya tentang keadaan ibunya....


Tut.... Tut....


"halo mbak Lastri ? " tanya Wina


" mbak apa mbak tau keadaan ibu Wina ? sudah beberapa kali Wina telpon tidak aktif nomornya " ucap Wina khawatir...


" oh itu .. hemm ibu kamu baik baik saja Wina .. tapi sepertinya ponselnya rusak kemasukan air... soalnya kemarin ia minta betulkan kepada Ari (anak mbak Lastri ) tapi sepertinya belum bisa " bohong mbak Lastri ia tau sebenarnya yang terjadi namun takut Wina semakin tak tenang...


ibu Wina saat ini sedang di rawat di salah satu rumah sakit di luar negeri.. ibu Wina mengidap kanker darah atau sering disebut leukemia stadium akhir... ia pun di bawa berobat oleh nyonya shinta... sebenarnya nyonya Shinta dan ibunya Wina bersahabat semasa SD hingga SMA di desa itu... ya nyonya Shinta dulu berdomisili di desa itu... ayahnya adalah saudagar kaya di sana.. ayah Nyonya Shinta mempunyai ladang kopi berhektar-hektar... dan juga beberapa kontrakan... hanya ibunya Wina lah teman akrab nyonya Shinta.. karena dulu nyonya Shinta sangat pendiam dan tertutup namun ibunya Wina sangat pandai mengambil hati nyonya Shinta untuk berteman... nyonya shinta sangat suka memasak, makanya ia bisa membuka usaha restoran.. ibu Wina sangat tulus berteman dengan nyonya Shinta.


mereka berpisah saat nyonya shinta akan pindah ke ibukota selepas nyonya shinta lulus SMA , orang tua nyonya Shinta pun menetap di sana... dan ladang kopinya diurus oleh orang lain... selama berpisah nyonya Shinta dan ibunya wina hanya sekali berkirim surat... selebihnya tidak pernah ada kabar apapun karena kesibukan masing-masing... hingga akhirnya bertemu lagi saat nyonya Shinta kembali ke desa untuk mengecek perkebunan milik ayahnya yang sudah di wariskan pada dirinya dan juga menemui ibu Wina ....


** flashback on **


tokkk.. tokk...tok....

__ADS_1


" assalamualaikum" ucap nyonya Shinta...


" walaikumsalam" sahut ibu Wina


setelah pintu terbuka nyonya Shinta pun langsung memeluk ibu Wina dengan erat... ibu Wina pun bingung siapa orang yang tiba tiba dan memeluknya...


" kau masih ingat aku Liza ? " tanya nyonya Shinta


" anda siapa ? " tanya ibu wina bingung ia tidak mengingat betul siapa wanita Yanga ada di depannya sekarang...


" kau lihat baik baik wajahku Liza... masa kau lupa denganku cimol ? " nyonya Shinta pun agak kecewa karena ibu Wina tidak ingat siapa dia...


setelah ibu Wina berpikir agak lama ia pun ingat ...


" ohh tusuk sate... ya ampun Shinta... sudah lama aku tidak mendengar kabarmu... bagaimana kabar dirimu ? makin tua kenapa makin cantik saja ? " ibu Wina pun senang karena dia sudah ingat siapa nyonya Shinta... sahabat lamanya yang sudah puluhan tahun tidak bertemu..


" ah kau bisa saja Liza ... seperti yang kau lihat aku baik baik saja.. dan bagaimana denganmu ? " ucap nyonya Shinta senang...


" aku juga masih begini begini saja tidak ada yang berubah tidak kaya kaya... hahahaha " tawa ibu Wina terdengar miris di telinga nyonya Shinta...


nyonya Shinta pun memeluk ibu Wina kembali... ia sangat sedih mendengar penuturan ibu Wina...


" sudah sudah aku tidak apa apa Shinta.. aku sudah terbiasa dengan hidup seperti ini " ujar ibu Wina menenangkan...


nyonya Shinta pun melepas pelukannya... dan ibu Wina mempersilahkan nyonya Shinta masuk kedalam rumahnya...


" sebentar ya Shinta aku ambilkan minum dulu "


" Hem tidak usah repot-repot Liza " ujar nyonya Shinta tak enak...

__ADS_1


" tidak apa Shinta.. namanya juga tamu harus di suguhi sesuatu dong... yaudah aku ke belakang sebentar ya " ibu Wina pun pamit ...


setelah selesai ibu Wina pun kembali dan meletakkan teh hangat dan sedikit cemilan di atas meja yang sangat sederhana itu...


__ADS_2