
Dika hanya mengernyitkan dahinya.. ia heran bagaimana mungkin ada orang yang bisa sangat mirip dari ujung rambut sampai ujung kaki.. ah satu lagi warna kulitnya juga sama.. putih... seputih susu juga halus mulus.. jelas ini adalah Dina bukan Wina pikirnya..
" kok gak bangun bangun sih dari tadi, tidur apa gimana ? " pikir nyonya Shinta
" nak kamu tunggu dulu disini ya, mama mau kebawah sebentar.. mau ambil minum" kata mama Shinta
" ngapain sih mamah capek capek kebawah kan ada mbok tata dan pembantu yang lain mah.. suruh aja mereka kemari antar minuman nya " Dika berkata
" gak ah kasihan mereka udah capek dari pagi bekerja... selagi mamah masih sanggup ya mamah ambil sendiri lah sayang.. ngapain nyuruh orang lagi" ujar nyonya Shinta .. dia tidak mau merepotkan pembantunya yang sudah lelah bekerja seharian, meskipun mereka digaji..
" terserah mama saja lah" jawab Dika pasrah
kemudian nyonya Shinta keluar dari kamar putra nya itu dan menuruni anak tangga menuju dapur..
__ADS_1
Dika duduk di samping tempat tidur sambil memperhatikan wajah Wina yang sedang tidak sadarkan diri, dan terbaring di ranjang nya..
lama ia memperhatikan keseluruhan tubuh Wina yang tertutup oleh kemeja dan celana jeans..
" ck mamah lama sekali sih.." gumamnya gusar menunggu kedatangan mamanya dari dapur
kemudian ia melihat tahi lalat Wina yang ada di lehernya.. menurutnya itu hanyalah tahi lalat buatan.. dan dia mendekati tubuh Wina dengan perlahan.. melihat secara seksama dan kemudian jari tangannya mulai meraba tahi lalat itu supaya hilang..
saat hendak menyentuhnya Wina terbangun
lalu ia duduk dan menggeser tubuhnya kemudian melipat tangannya di dada..
" apa yang tuan lakukan pada saya ?!!.. " tanya Wina histeris
__ADS_1
" hanya menyentuh bagian sensitif mu saja " jawab Dika santai.. ia duduk sambil melipat kedua kakinya dan tersenyum menyeringai
" hah.. !!? kenapa tuan begitu tega pada saya.. ? apa salah saya tuan .. ?" Wina mulai menangis ia begitu sedih, pikirnya kesuciannya telah direnggut oleh sang tuan..
" ck Dina kau jangan berpura pura... kau kan memang sudah tidak suci lagi.. kenapa harus bersedih..? lagi pula besok kita akan menikah.. semua yang ada pada dirimu itu punyaku" Dika berkata sambil mendekatkan wajahnya pada Wina.. dia mengeluarkan aura devil nya pada Wina.. sehingga Wina pun sangat ketakutan melihat Dika..
" sudahlah keluar dari kamar ku.. kau hanya mengotori tempat tidurku.." Dika mengusir Wina keluar dari kamarnya
Wina hanya diam tertunduk lesu saat mengingat sebuah kata pernikahan.. ia baru ingat bahwa dia tadi pingsan karena terkejut mendengar akan dinikahkan besok karena kesalahpahaman mamanya..
ia keluar dari kamar Dika dengan langkah yang gontai dan lesu, sambil menuruni anak tangga air matanya mengalir tidak disangka akan jadi seperti ini.. dia akan dinikahkan besok ya besok.. belum lagi ia mulai bekerja sudah dihadapkan pada masalah yang rumit.. apalagi melihat calonnya yang luar biasa jahat pada dirinya..
Wina sudah sampai dikamar nya ia menatap foto dilayar ponselnya.. foto tersebut adalah ibunya tersenyum sambil memeluk dirinya.. ia menangis sejadi jadinya pikirnya telah gagal bisa membahagiakan ibunya dengan uang hasil bekerja selama disini.. namun semua musnah bahkan sebelum ia bekerja, cita cita yang sudah dia rangkai hilang seketika karena tragedi salah paham..
__ADS_1
"tidak...! aku tidak boleh menikah dengan dia.. aku tidak mengenal dia bahkan keluarganya.. aku tidak mau .. dia kasar.. kejam.. jahat semua ada pada dirinya bahkan dia selalu menuduhku dan mengganti namaku dengan Dina.. entah siapa wanita itu sampai membuat aku menderita begini.. aku akan pulang saja ke kampung.. berjualan sayur atau apapun.. aku tidak mau kembali kesini lagi atau menginjakkan kakiku ke kota ini lagi aku tidak mau ..hiks" gumam Wina sambil menangis