
Wina berjalan kearah kamarnya ia ingin membersihkan dirinya dan beristirahat sejenak... tiba tiba Ayu menghampirinya.. ia menatap Wina dengan tatapan tajam...
" enak dong sekarang udah jadi majikan.. gak perlu capek-capek lagi tinggal nyuruh pembantu aja.." ucap ayu dengan nada tak suka
Wina tidak ingin berdebat dengan ayu.. ia sudah lelah seharian karena acara pernikahannya.. rasanya ia ingin merebahkan diri saja.. kepalanya juga sedikit pusing..
Wina pun berlalu saja meninggalkan ayu..
" heh orang kampung aku sedang bicara ya.. main pergi aja.." ayu pun menarik tangan Wina kasar karena merasa tidak di hiraukan..
" ada apa ayu .. ? aku sudah lelah dan tidak ingin bertengkar.. " Wina menjawab ayu dengan suara yang lemah..
" Halah sombong sekali kamu ya.. mentang mentang udah jadi istri tuan Dika kamu seenaknya saja padaku.. "
" siapa yang sombong ayu ..? sepertinya aku biasa saja.. aku hanya lelah juga kurang tidur tadi malam.. jadi terasa berat sekali mataku " jujur Wina agar ayu melepaskannya...
Wina sungguh tidak tahan.. tubuhnya terasa lemah dan pusing..
namun tiba tiba Ayu mendorong Wina kasar hingga tersungkur.. Wina yang sudah lemah pun terbaring hingga tidak sadarkan diri..
nyonya Shinta yang melihat dari kejauhan pun terkejut saat Wina di dorong oleh ayu.. ia sangat murka ketika melihat Wina jatuh kelantai dan tidak sadarkan diri..
__ADS_1
" ayu ...!!!!!" teriak Nyonya Shinta
ayu yang mendengar pun terkejut.. ia begitu takut saat nyonya Shinta mulai mendekat.. ia ketahuan oleh nyonya Shinta telah menyelakai Wina menantunya..
teriakan nyonya Shinta pun terdengar oleh beberapa orang yang berada dirumah itu... tak kecuali mbok tata, ia begitu terkejut karena nyonya Shinta sebelumnya tidak pernah berteriak memanggil para pelayannya...
semua orang pun berkumpul ke arah sumber suara itu... mereka semua kaget saat melihat sang pengantin wanita sudah tergeletak dilantai..
" ada apa ini mah .. ? kenapa Wina mah ? tanya tuan Satya...
" pembantu ini telah kurang ajar pada menantuku pah... dia tadi mendorong Wina sampai terjatuh...!!! " ujar nyonya Shinta dengan kemarahan yang tak terbendung.. ia juga memangku kepala Wina di paha nya..
" maafkan saya nyonya... saya tidak sengaja.. saya tidak mungkin mencelakai non Wina nyonya . " ujar ayu mengiba, ia juga menangis takut kalau di pecat sebagai pembantu...
ayu pun menunduk ia sangat merutuki kebodohannya...
"bodoh sekali aku kenapa bisa ketahuan " katanya dalam hati
" papa telepon dokter Indra sekarang.. " ucap nyonya shinta panik
" iya mah "
__ADS_1
" aduh Dika dimana sih.. istrinya pingsan begini malah menghilang" ucap nyonya Shinta yang mencari cari keberadaan anaknya Dika...
hanya Dion yang ada disitu.. dan mau tidak mau nyonya Shinta menyuruh Dion menggendong Wina ke kamar anaknya...
Dion pun menggendong Wina.. ia berjalan ke arah kamar Dika.. setelah sampai ia pun langsung merebahkan Wina ke ranjang Dika...
Dika yang sedang duduk di sofa kamarnya pun kaget saat dion datang sambil menggendong Wina... ada rasa tak rela karena tubuh istrinya di sentuh oleh sepupunya Dion... tapi gengsi yang besar mengalahkannya.. ia membiarkan Dion begitu saja...
" ada apa ini ?.." tanya Dion datar tapi dalam hati sedikit cemas melihat keadaan Wina...
" istri lu pingsan tadi di lorong dekat dapur, karena di dorong sama pembantu rumah ini... karena lu gak ada jadinya gue yang di suruh Tante Shinta gendong dia ke kamar ini" jelas Dion santai...
Dika yang mendengar istrinya di dorong tampak emosi... tapi sekejap ia bisa menguasai dirinya dan tampak biasa saja...
" iya.. lagian kamu entah kemana, ya yang ada saja lah mama suruh... kebetulan Dion ada di sana.. mau tidak mau dong" ucap nyonya Shinta
Dika yang mendengar itu hanya diam tidak peduli tapi dalam hatinya panas... ia pun bingung dengan dirinya sendiri.. sebenarnya rasa bencinya terhadap Wina mulai agak berkurang... namun dia tepis itu.. ia tetap yakin bahwa wanita yang kini sedang terbaring di ranjang tidurnya itu adalah Dina mantan kekasihnya... ia tetap berpendirian teguh dengan keyakinannya..
tak selang berapa lama datanglah seorang dokter pribadi keluarga kaya raya itu... ia pun langsung memeriksa kondisi Wina.. setelah memeriksa keadaan Wina dokter Indra pun memberi tahu nyonya Shinta...
" nona Wina hanya kelelahan saja... suhu tubuhnya juga naik... nanti beri obat penurun panas dan beri air hangat.. dan juga biarkan dia beristirahat dulu... oh ya nyonya tolong ganti pakaiannya dengan pakaian agak longgar supaya dia bebas bernafas.. sepertinya itu juga mempengaruhi kondisi tubuhnya saat ini " jelas dokter Indra pada nyonya Shinta ia pun langsung pamit setelah memberi resep...
__ADS_1
tuan Satya pun mengantar dokter Indra keluar... di ikuti oleh Dion...
Dika yang ingin keluar juga pun di tahan oleh nyonya shinta... nyonya Shinta pun punya ide agar Dika saja yang mengganti pakaiannya Wina..