Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 16


__ADS_3

" Alhamdulillah kenyang " ucap Wina sambil mengelus perutnya....


" tuan Dika kemana ya ? dari tadi tidak datang datang aku mau pinjam bajunya yang lain.. baju ini terlalu transparan... bagaimana aku bisa keluar dengan keadaan begini" keluh Wina.. ia risih dengan baju yang ia kenakan..


" apa aku ambil sendiri saja ya di lemari itu " Wina bermonolog sendiri


" ah tidak tidak... tidak boleh mengambil barang yang bukan hak ku.. " Wina pun mengurung niatnya


tubuh Wina bersandar pada sandaran sofa itu sambil melihat lihat sekeliling kamar itu...


Dika sedang memperhatikan Wina sambil berjongkok.. ia sungguh tidak tahan dengan keadaan ini... malam pun semakin larut... angin semakin berhembus dengan kencangnya dan sepertinya akan turun hujan..


" sampai kapan aku harus berada disini...masa aku harus tidur disini.. tuhan tolong aku " Dika pun mulai putus asa.. rasanya ia ingin menerobos dan keluar dari kamar nya sendiri...


tak berapa lama ternyata Wina pun tertidur di atas sofa.. tubuhnya pun menghadap ke arah sandaran sofa itu..


" ini kesempatan ku supaya bisa keluar.. mumpung dia lagi tidur.. dan tubuhnya membelakangi ku"


Dika pun membuka pintu balkon dan menutupnya kembali dengan perlahan agar Wina tidak terbangun... ia berjalan mengendap-endap melewati Wina yang sedang tertidur...


akhirnya ia sampai di depan pintu kamarnya... namun saat hendak di buka . ternyata pintu itu terkunci..


"sial kenapa di kunci !? memangnya ini kamar dia " gumam Dika kesal...

__ADS_1


Dika pun membuka kunci pintu itu dengan perlahan..namun sudah berulang kali ia mencoba.. kunci itu tetap tidak terbuka.. ia pun semakin panik saat Wina membalikkan badannya... " ah pintu sialan , ku hancurkan juga ni pintu " gumam Dika semakin kesal


Wina pun terbangun dari tidurnya ia melihat Dika yang sedang berusaha membuka pintu kamar itu...


" tuan Dika sedang apa ? " tanya nya Wina yang masih dengan keadaan separuh sadar pun lupa dengan kondisi tubuhnya saat ini... ia pun menghampiri Dika yang sangat susah membuka pintu itu.. Dika yang melihat Wina datang menghampirinya pun semakin panik dan gugup tangannya pun gemetar keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya... " kenapa dia pakai acara kemari sih"


Wina pun menepuk punggung Dika pelan.. " ada apa dengan pintunya tuan Dika ? " tanya Wina polos ia lupa bahwa dialah yang mengunci pintu kamar itu


" ini karena ulahmu.. kau yang menguncinya.. " gerutu Dika.


dirinya saat ini tidak baik baik saja karena Wina mendekatinya tanpa rasa berdosa... ada rasa panik dan nafsu bersamaan.. bahkan dia tidak mau membalikkan tubuhnya menghadap Wina...


" ulah ku ? ah iya aku lupa memang aku yang mengunci pintu itu tadi.. pasti tuan Dika sangat marah saat ini... aduh bagaimana ini " batin Wina khawatir...


" tidak... tidak usah aku bisa sendiri.. pintu ini memang sudah harus di ganti... " kesalnya


" tapi tuan.. tadi aku yang menguncinya jadi biarkan aku yang mencoba membukanya " kata Wina tak enak... ia masih belum sadar dengan dirinya... kain yang menutupi bagian atas tubuhnya itu sangat terlihat jelas menerawang bagian dadanya... Dika yang semakin tidak fokus pun akhirnya kesal setengah mati.. Dika pun berbalik menatap keseluruhan tubuh Wina... kini pertahanannya runtuh seketika... saat melihat tubuh Wina yang tercetak dalam balutan transparan itu... nafsu yang sudah di ubun-ubun pun akhirnya meledak..


Wina yang di tatap seperti ingin di makan hidup hidup pun mundur...


"kenapa tuan mendekat ?" tanyanya seketika panik


ia pun berjalan mundur hingga mentok ke ranjang dan jatuh terduduk di atas tempat tidur itu...

__ADS_1


Dika pun semakin mendekat karena matanya sudah berkabut dan nafsu yang tidak bisa di tahan lagi...


" tuu tuan jangan tuan... maafkan saya tuan " lirih Wina


" apa kau sengaja menggodaku ha !?" tanya Dika pelan namun menusuk ke ulu hati Wina ...


" saya tidak pernah berpikir untuk menggoda tuan " Wina pun ketakutan melihat Dika ...


Dika yang terus menatap dada Wina pun semakin tidak karuan...


kemudian Wina tersadar dengan kondisi bajunya saat ini... ia pun langsung menutupnya dengan tangannya...


" aku akan memakan mu hingga habis tak bersisa..!!!!"


" jangan tuan.... jangan makan saya tuan... ampun tuan" ujar Wina mengiba. ia pikir Dika akan benar-benar memakannya hidup-hidup..


dika pun semakin mendekat kemudian menindih tubuh Wina..


" kau yang memulai nya Dina..! "


sedetik kemudian Dika mencium bibir Wina dengan kasar ... Wina hanya diam sambil meneteskan air mata .. ia tidak mau membuka mulutnya untuk membalas ciuman itu... Dika pun melepas ciumannya ia kemudian merobek paksa baju yang di kenakan Wina dan terlihatlah dua buah gundukan yang sedari tadi menganggu pikirannya...


" kalau memang ingin meminta haknya sedari tadi pun ku beri dengan suka rela.. tapi dengan caranya seperti ini... hati ku sakit sekali... " Wina pun menitikkan air mata ... ada rasa kecewa dan sedih...

__ADS_1


__ADS_2