Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 9


__ADS_3

** jangan dibully ya kata katanya, masih baru belajar nulis novel aku.. hehehe.. **


lanjut...


" akan lebih malu kalau kamu dan tuan Dika tidak menikah non.. nyonya tidak suka ada orang yang berbuat hal yang tidak senonoh dirumah ini.. sekalipun yang melakukan itu anaknya sendiri.. "


" tapi saya tidak melakukan apapun pada tuan Dika mbok.. ini cuma salah paham.. " Wina menegaskan bahwa memang tidak terjadi apapun pada dia dan anak majikannya


" non kalau nona tidak mau.. dan nona berkeras akan pulang ke kampung, nona akan dituntut ganti rugi pada nyonya karena sudah mengotori rumahnya.. dan non Wina juga akan akan dituntut ganti rugi oleh mbak Lastri karena melanggar kontrak kerja " tegas mbok tata ia terpaksa berkata seperti itu agar Wina mau menikah dengan Dika.. meskipun begitu, mbok tata tetap sedih melihat Wina dia tidak tega sebenarnya.. bahkan dia juga tahu memang tidak ada terjadi apa apa pada dia dan tuan mudanya itu.. tapi karena mengerti tuannya yang belum bisa menerima keadaan masa lalunya..


"maafkan saya nona Wina, saya hanya ingin yang terbaik untuk keluarga ini.. meskipun harus mengorbankan nona.. dan saya yakin cinta dan sayang tuan muda dan nona akan tumbuh seiring berjalannya waktu.. dan tuan muda kembali kepada kehidupannya yang dulu.. saya berdoa semoga kalian selalu bahagia.. yah terdengar sangat kejam memang, tapi apa daya sepertinya ini memang takdir nona dan tuan muda Dika " dalam hati mbok tata berkata.. sambil memeluk Wina tak terasa air matanya pun luruh seketika


mbok tata pun mengusap pipinya sebelum melepas pelukannya pada Wina..


" soal ibu nona dikampung, sudah ada orang yang kesana menyampaikan berita ini .. ibu nona sudah setuju tapi tidak bisa datang karena tidak sanggup perjalanan jauh dari kampung kemari" mbok tata menjelaskan dengan tenang kepada Wina


Wina hanya terdiam tertunduk lesu.. ia juga tahu bahwa keadaan ibunya memang sudah sedikit memprihatinkan karena penyakitnya itu..


" ya sudah jangan terlalu dipikirkan.. jalani saja apa yang ada.. calon pengantin tidak boleh bersedih nanti jelek waktu dirias besok.. mbok yakin tuan muda Dika bisa menerima nona secara perlahan.. teruslah berusaha mendapatkan hatinya non" ujar mbok tata dengan senyuman yang hangat dan tulus seperti tulusnya ibu kepada sang anak


" nona harus banyak istirahat ya.. dan jangan lupa dimakan makanannya.. biar kelihatan tambah cantik"

__ADS_1


" terimakasih mbok tata atas wejangannya.. sepertinya ini memang takdir saya.. saya serahkan ini semua pada sang maha pencipta.. saya sudah pasrah dan apa yang akan terjadi kedepannya hanya Allah yang tahu"


mbok tata tersenyum.. lalu dia berdiri hendak keluar kamar Wina..


" kalau begitu mbok tata keluar dulu ya masih ada banyak hal yang ingin mbok kerjakan untuk pernikahan nona besok"


" hemmm mbok tata .. bisakah hanya panggil nama saja jangan pakai kata nona.. saya tidak layak memakai kata itu.. " Wina tidak enak dipanggil dengan sebutan nona karena merasa kurang pantas saja


" nyonya Shinta yang menyuruh kami harus memakai kata nona.. dan memang sekarang non Wina menjadi majikan kami kan ..? " jawab mbok tata tersenyum hangat


" tapi mbok...... "


Wina mengangguk..


kruukkk.... perut Wina mulai berbunyi minta di isi dia pun mengambil piring di atas nampan Yang diberi oleh mbok tata tadi .. ia memakan makanan itu dengan lahapnya tanpa bersisa..


keesokan harinya Wina sudah bangun tepat pukul empat tiga puluh pagi .. ia menunaikan ibadah subuh karena kewajibannya sebagai seorang muslim..


setelah menunaikan ibadah, datang seseorang mengetuk pintu Wina.. Wina pun segera membukakan pintu kamarnya itu


kretekk ceklekk......

__ADS_1


" non Wina disuruh Nyonya Shinta ke kamar tuan muda Dika untuk segera di rias.. karena akad nikah akan dilaksanakan pukul delapan pagi nanti" ucap Rahmah tersenyum ramah


" baik . terimakasih Rahmah.. Hem tapi bisa tidak jangan pakai non aku tidak suka dipanggil nona.. aku juga pembantu disini.. " ucap Wina malu mendengar kata itu lagi dari mulut pembantu yang lainnya


" maaf nona.. tapi sekarang nona adalah majikan saya.. dan kami harus berlaku sopan kepada Nona" ucap rahmah


" tapi rah...... " belom lagi ia selesai bicara Rahmah sudah berpamit meninggalkan Wina yang terpaku..


tak berapa lama Wina pun bergegas pergi ke kamar tuan muda Dika.. saat berada di pertengahan jalan Wina bertemu dengan Heni dan ayu yang sedang sibuk membantu mbok tata mempersiapkan acara pernikahan itu..


" selamat pagi nona Wina.. sudah ditunggu nyonya di kamar tuan muda" sapa Heni lembut


" ehhh enak ya belom sehari kamu disini udah jadi majikan aja.. kamu pun belum pegang kerjaan juga kan .. ? berani kamu ya menggoda tuan muda.. kalau tau gitu udah aku godain aja tuan muda biar dinikahkan terus jadi bos deh... gak perlu juga capek capek kerja begini.. " ucap ayu menghina Wina dengan tatapan merendahkan..


Heni pun menyenggol lengan Ayu yang tampak menahan kesal.. sepertinya ayu mulai membenci Wina ...


" jangan begitu yu biar bagaimanapun dia itu sudah jadi majikan kita" bisik Heni takut kalau Wina akan mengadu pada nyonya Shinta dan memecat ayu ..


" alah majikan apa yang modelannya begini.. sekali penggoda ya tetap penggoda.. " ejek ayu..


Wina hanya menunduk sedih.. ia tidak tau akan berkata apa.. percuma saja membela diri toh mereka sudah tau apa yang terjadi meskipun kejadiannya hanya salah paham...

__ADS_1


__ADS_2