Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 17


__ADS_3

** ini adalah bab yang bisa membuat para readers panas dingin , mohon bijak dalam menanggapi isi cerita ya... makasih hehehe **


Wina hanya pasrah saja apa yang akan di lakukan oleh Dika... meskipun hatinya sakit,ia tetap harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri walau tak ada cinta di hatinya...


" sudah berapa orang yang menyentuh ini ! " tanya Dika sinis sembari merem*s kasar gunung kembar Wina


" tidak ada satupun tuan... baru tuan yang menyentuhnya " Wina pun berkata lemah hatinya bertambah sakit karena perkataan Dika


" jangan bohong Dina..! " Dika tak percaya.... ia semakin merem*s kasar dan menghis*p kuat put*ng Wina... Wina pun meringis kesakitan karena perlakuan Dika.. air mata Wina mulai membasahi pipinya...


" saya bukan Dina tuan... saya Wina.. Wina Putri Utami" tegas Wina menjelaskan... ia sangat lelah di panggil Dina terus terusan...


Dika tidak menjawab... ia asik dengan mainan barunya... rasanya sangat padat dan berisi membuat Dika ketagihan...


Dika pun meraih celana pendek Wina dan menariknya kasar... sehingga terlihatlah bagian inti Wina ... Dika yang melihat pun sangat kagum... kepunyaan Wina sangatlah terawat.. namun sedetik kemudian Dika merubah raut wajahnya sinis... ia menatap remeh milik Wina kemudian berkata...


" sudah berapa pria yang memasukinya ... !? " lagi lagi Dika bertanya dengan nada yang merendahkan Wina...


Wina yang sudah tidak peduli dengan kata kata kasar Dika pun hanya menjawab datar...


" tuan coba saja... dan rasakan sendiri"


Dika pun menatap Wina dengan pandangan yang menjijikkan...


kemudian dia bangkit dan masuk kedalam kamar mandi... ia tidak jadi menyatukan miliknya dengan milik Wina...


Wina yang melihat kepergian Dika menangis sejadinya... harga dirinya jatuh oleh suaminya sendiri.. sakit hati yang sedari tadi di tahannya berubah menjadi kebencian...


lima belas menit kemudian Dika pun keluar dari kamar mandi... ia membuka lemari dan mengambil baju dan celana panjang untuk di pakai Wina ... lalu ia melempar kasar ke tubuh Wina tanpa melihat kearah Wina ia berkata .


" pakai ini dan keluar dari kamar ku... jangan pernah masuk lagi kemari.. sekali pun mama ku yang memaksa ! " Dika bicara dengan nada yang rendah namun menusuk ke jantung..


Wina pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mengenakan pakaian itu ... setelah masuk ia pun menangis lagi dan mengusap banyak tanda merah di dadanya...


" kalau kau tidak menyukaiku...! pulangkan saja aku ke ibuku... jangan terus merendahkan ku.. kurang ajar..!! bahkan ciuman pertama ku kau yang ambil dan masih berkata bahwa tubuhku sudah pernah di sentuh orang lain..!! " gumam Wina sambil menangis

__ADS_1


" kau terus saja menyebut nama Dina... seolah aku ini dia.. wajahnya saja aku tidak pernah lihat...!! "


" kau mengatakan dada ku ini sudah sering di jamah dengan banyak pria... tapi kau terus saja melahapnya seperti bayi yang kehausan... dan sial kau membuat banyak tanda disini ..! " kesal Wina ia terus berusaha menghilangkan tanda merah itu dengan air... namun usahanya sia sia ... ia pun menyerah dan memakai baju yang di beri oleh Dika tadi .. setelah selesai ia pun keluar dan sudah tidak melihat Dika di kamar itu.. ia pun keluar dari kamar dan menuju di tangga...


saat sedang menuruni anak tangga Wina pun berpikir sesuatu...


" tunggu dulu... kamar itu kan tadi ku kunci.. kenapa bisa dia ada di dalam ? berada dimana dia tadi ? "


Wina pun berhenti sejenak di anak tangga..


" balkon ...! ah iya aku tidak memeriksanya tadi... Sepertinya dia memang berada disitu dari selesai mandi sampai aku tertidur.. dan ah sial dia sudah melihatnya sedari tadi " gumam Wina sambil melihat bagian dadanya ...


Wina pun melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya yang berada jauh di ujung lorong...


tiba tiba seseorang memanggilnya..


" Wina..!" panggil nyonya Shinta


" eh iya nyonya eh mamah" jawab Wina


" hmm Wina belum ngantuk mah"


" ohh.. terus ini mau kemana ? "


" mau kembali ke kamar mah"


nyonya Shinta pun terheran


" kamar kamu kan di atas sayang, kamu sudah tidur sekamar dengan suamimu Dika.. masa baru nikah udah pisah ranjang sih .. "


Wina pun berkilah..


" Wina hanya mengambil baju Wina mah.."


" oohh kalau gitu pakai ini saja sayang " kata nyonya Shinta sembari memberi kan bagpaper..tadinya nyonya Shinta ingin memberi bag paper itu ke kamar anaknya.. namun di pertengahan jalan bertemu Wina ...

__ADS_1


" dan mamah minta maaf ya nak bajunya sudah mama buang karena sudah tidak layak pakai semua... tapi besok kita belanja beli semua baju dan perlengkapan kamu yang baru... dan kamar kamu yang lama sudah di buat gudang sayang " kata nyonya Shinta tak enak


" hah ? dibuang mah ? mama buang kemana ? baju baju itu memang sudah lusuh dan Wina hanya punya baju itu mah.. Wina tidak punya uang lagi untuk membeli pakaian baru" Wina pun hampir menangis karena ia mendapati bajunya yang sudah di buang dan kamarnya sekarang sudah menjadi gudang...


"dan juga aku akan tidur dimana nanti ?" wina pun makin bingung


" tenang sayang... soal itu tidak usah kamu pikirkan... kamu belanja saja sepuasnya besok mamah yang akan bayar semuanya " ujar nyonya Shinta menenangkan..


Wina hanya diam dan tampak berpikir


" ya sudah sekarang kamu kembali ke kamar kamu dan dika di atas sayang... ayo mama antar " ajak nyonya Shinta


" tapi mah.. handphone Wina ada di kamar itu.. Wina mau ambil dulu "


" Wina.. handphone-nya ada di dalam bag paper ini.. mama juga kasih handphone baru untuk kamu pakai "


" hah... tidak usah repot-repot mah.. handphone Wina masih bisa di pakai kok.. meskipun butut" kata Wina merendah


" tidak apa apa nak.. ambil saja.. " kata nyonya Wina tersenyum tulus pada Wina


" hmm terimakasih mah.. untuk semua yang mamah beri " Wina pun juga tersenyum


mereka pun berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Dika


setelah sampai di kamar.. nyonya Shinta pun ikut masuk ke dalam untuk melihat lihat keadaan kamar itu...


" apa mereka tadi sudah melakukannya ? kenapa kamarnya begitu rapi .. seperti tidak ada tanda-tanda habis bertempur" nyonya Wina berpikir..


" cara berjalan Wina juga tadi biasa saja.. tidak seperti orang yang habis pecah p*r*wan..mungkin mereka belum sempat melakukannya.." batin nyonya wina


" mama kenapa...seperti memikirkan sesuatu? " tanya Wina yang menyadarkan lamunan nyonya Shinta...


" ah tidak sayang.. mama hanya memikirkan Dika yang tidak berada disini... kemana dia nak ? " nyonya Shinta berkilah


" hmm... tadi keluar mah... tidak tau kemana " jawab Wina seadanya

__ADS_1


" kemana anak itu ? kenapa istrinya di tinggal sendirian disini" gerutu nyonya Shinta


__ADS_2