
Wina pun selesai dengan ritualnya... ia hanya memakai handuk yang di lilitkan ke tubuhnya... ia mengintip ke luar melihat ke arah sofa.. dilihatnya Dika masih tertidur pulas... Wina pun mengambil paper bag yang di beri oleh nyonya shinta tadi malam... dan kembali ke dalam kamar mandi untuk mengenakan pakaian...
Dika membuka matanya saat Wina sudah memasuki kamar mandi...
sebenarnya Dika sudah terbangun saat Wina meletakkan selimut ke tubuhnya... ia melihat Wina hendak masuk ke kamar mandi.. setelah selesai mandi Wina keluar, Dika masih sempat mengintip dengan sebelah mata... hasratnya mulai naik dan si Joni pun sudah bangun dari tidurnya... Dika pun kesulitan menelan ludahnya. ..
" kalau aku begini terus aku bisa mandi 3 kali dalam satu hari hanya melihatnya saja dengan lilitan handuk itu.. " gumamnya pelan
Dika duduk di atas sofa sambil memijat keningnya... Dika sungguh frustasi saat ini... rasa gengsinya masih menyelimuti dirinya...
Wina keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah rapi... wajahnya tampak segar ia tidak memakai hiasan apapun di wajahnya... sangat cantik alami...
Dika pun memandangi wajah Wina tidak berkedip sedikit pun... ia terpana melihat kecantikan wajah itu...
" tuan sudah bangun ? apa tuan ingin mandi ? saya akan menyiapkan air untuk tuan" tanya Wina
Dika diam tidak menjawab ia terus menatap Wina...
" tuan... tuan Dika " panggil Wina sembari menepuk bahu Dika
Dika pun tersadar..
" ah iya... kau bilang apa tadi .. ? " tanya Dika ia malu setengah mati karena ketahuan menatap Wina sampai tidak berkedip...
" apa tuan mau mandi ? biar aku siapkan airnya " tanya Wina lembut
" ah iya.. aku mau mandi... tidak usah disiapkan... biar aku sendiri saja " Dika pun bergegas memasuki kamar mandi ia sungguh merutuki kebodohannya..
" baik tuan " jawab Wina
setelah itu Wina pun keluar dari kamar dan turun kebawah menuju dapur hendak mempersiapkan sarapan untuk suaminya dan kedua mertuanya...
Wina melihat Ayu sedang sibuk mempersiapkan bahan makanan yang akan di olah...
ia pun ingin menghindari ayu namun ayu sudah menghampirinya... Wina pun ketakutan ia masih ingat perbuatan ayu yang terus memusuhinya bahkan mendorongnya hingga pingsan...
" mau apa lagi kamu ayu !? " tanya Wina Dengan tatapan menyelidik..
" maafkan saya nona... saya telah khilaf.. saya sudah di butakan oleh rasa dengki kepada non Wina.. harusnya saya berpikir bahwa tuan Dika dan nona Wina sudah di takdirkan bersama.. dan saya tidak berhak marah nona... maafkan saya... saya mohon Nona " Ayu mengiba pada Wina ia sudah menyesali perbuatannya... setelah kejadian itu ia di panggil oleh nyonya shinta...
**flashback on**
__ADS_1
" mbok tata panggil ayu ke ruang kerjaku.. " nyonya shinta menelepon mbok tata... ia sudah berada di ruang kerjanya...
" baik nyonya" ucap mbok tata ..
Beberapa saat kemudian ayu datang.. dengan jantung yang berdebar kencang...
tokk tokkk...
" masuk ! " kata nyonya Shinta
ayu pun masuk dengan wajah yang pucat...
" habislah riwayatku" batin ayu ketakutan
" duduk ! " kata Nyonya Shinta dengan menatap ayu tegas
" kamu tau... kenapa saya suruh kemari !? " bentak nyonya Shinta...
" ma maafkan saya nyonya... saya salah... tidak seharusnya saya mendorong non Wina tadi dan berbicara kasar padanya " ucap ayu jujur menyesali perbuatannya..
" baguslah kalau kamu sudah sadar..dan saya mau kamu minta maaf pada Wina menantuku.. "
" iya nyonya saya akan meminta maaf pada non Wina " ujar ayu hampir menangis
ayu yang mendengar itu pun terperangah... pikirnya ia sudah salah paham...
" tapikan saat dia kemari.. dia di perkenalkan mbok tata sebagai pembantu, bukan calon pengantin... ada apa ini ? " tanyanya dalam hati ia pun bingung...
" kalau kamu masih mengganggunya... Jangan harap kamu masih bisa bekerja disini.. ! " tegas nyonya Shinta
nyonya Shinta sebenarnya sudah sangat geram dengan perlakuan ayu kepada Wina... ingin rasanya ia memecat ayu hari itu juga... namun sang suami yaitu tuan Satya mencegahnya karena mengingat ayu adalah anak yatim-piatu... dia juga tidak punya sanak saudara...ia hanya kenal dengan Lastri.. dan Lastri adalah orang yang merawat ayu dari kecil semenjak ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan...
tuan Satya pun berkata untuk memberikan ayu satu kesempatan lagi pada istrinya...
" i.. iya nyonya saya mengerti...saya tidak akan menggangu nona Wina lagi " ucap ayu dengan nada yang bergetar...
ayu keluar dari ruang itu dan akan menemui Wina untuk meminta maaf... namun saat akan mengetuk pintu.. nyonya Shinta keluar dari ruangan itu dan berkata..
" besok saja kamu menemuinya.. dia sedang istirahat jangan ganggu dia " ucap nyonya Shinta mencegah ayu
" ba.. baik nyonya... saya permisi dulu "
__ADS_1
ayu pun turun kebawah dengan perasaan yang lega...
" aku pikir aku akan di pecat... ternyata tidak . kalau aku sampai dipecat, mbak Lastri pasti akan marah sekali dengan ku... hmmm nyonya Shinta sangat baik masih mau memaafkan dan menerima ku disini... " gumamnya
ia pun berlalu ke kamarnya...
**flashback off**
Wina pun terkejut mendengar pernyataan ayu... ia pun menjadi kasihan melihat ayu.. digenggamnya tangan ayu.. dan menghapus air mata ayu yang sudah membanjiri pipinya...
" iya iya sudah aku maafkan kamu ayu... tolong jadilah dewasa dalam menyikapi sesuatu.. dan jangan pernah iri dengan sesuatu yang orang lain dapatkan " ujar Wina lembut
" iya non Wina.. terimakasih sudah memaafkan saya "
dan Wina pun memeluk ayu dengan erat...
nyonya Shinta yang melihat dari kejauhan pun tersenyum...
" tidak salah aku memilih menantu untuk anakku Dika... hatinya sangat mulia tidak dendam dengan orang yang sudah menyakitinya " gumam nyonya Shinta
setelah drama minta maaf itu... Wina langsung mengambil penggorengan ia akan memasak nasi goreng untuk seluruh keluarga yang ada di rumah itu...
" nona apa yang nona lakukan ? " tanya ayu
" aku ingin membuat nasi goreng untuk sarapan Mereka ayu " jawab Wina santai
" tidak usah nona, biar saya saja yang membuatnya... nona duduk saja.. nanti nyonya akan marah pada saya karena membiarkan Nona memasak "
" iya sayang.. lebih baik kamu mengurus suami kamu saja nak... biar ayu yang memasak ini semua " ucap nyonya Shinta yang tiba tiba datang menghampiri mereka...
" tapi mah .. Wina... !
" sudah sana.. pasti suamimu menunggu "
" baiklah mah , ayu aku tinggal dulu yaa.. mari mah " pamit Wina
ayu dan nyonya Shinta mengangguk seraya tersenyum kepada Wina ...
Wina kembali ke dalam kamar...
" kenapa tidak terkunci " gumamnya
__ADS_1
Wina membuka pintu itu dan menutupnya kembali..