Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 15


__ADS_3

saat Dika hendak turun kebawah ia berpapasan dengan nyonya Shinta... nyonya Shinta pun tersenyum melihat rambut anaknya yang basah...


" sepertinya misi ku berhasil" batin nyonya Shinta


" sudah di ganti baju Wina, sayang?"


nyonya Shinta bertanya dengan wajah yang berseri


" sudah mah " jawab Dika datar


" yasudah kamu bawa makanan ini untuk istri kamu ya .." ujar nyonya Shinta sembari memberi nampan yang ia bawa dari dapur


" mama saja lah dika sibuk " jawab Dika panik...


kalau dia kembali ke kamarnya yang ada dia yang akan memakan Wina... tubuh Wina pun berputar kembali dalam pikirannya saat pertama kalinya ia melihat tubuh wanita...


" sibuk apa sih kamu ? semua sudah beres semua ... tamu tamu juga sudah pada pulang .."


" soal pekerjaan ? tenang sudah papa yang urus semua... kamu tinggal terima beres saja" sambung tuan Satya yang tiba tiba nongol dari kamarnya..


Dika pun tidak berkutik saat tuan Satya berbicara telak... tuan Satya tahu itulah alasan satu satu nya Dika untuk menghindar saat akan di suruh apa pun...


" kalau lu gak mau biar gue aja yang kasih " kata Dion yang baru sampai dari lantai bawah..


" sini Tante" tangan Dion pun meraih nampan itu dari tangan nyonya Shinta...


" gawat nih kalau dia yang kasih... dia bisa melihat dengan jelas lekukan tubuh gadis itu.. saat ini kan dia hanya memakai baju saja tanpa dalaman.. ah sial "


" sini.. !! biar gue aja.." Dika pun mengambil paksa nampan itu dari tangan Dion..


" enak aja mau liat liat punya ku " gumam Dika yang hanya bisa didengar oleh dirinya saja..

__ADS_1


ia pun berlalu sambil membawa nampan itu dan memasuki kamarnya..


Dion , nyonya Shinta, dan tuan Satya pun tersenyum melihat tingkah Dika yang seperti kekanakan..


" semoga setelah ini Dika bisa benar benar sembuh dan melupakan wanita ular itu ya pah " uja nyonya Shinta sambil memeluk pinggang tuan Satya dari samping dan tuan Satya pun merangkul bahu nyonya Shinta...


" iya mah... papa juga sangat berharap mereka bisa secepatnya saling mencintai dan menyayangi sehingga bisa hidup bahagia selamanya" ujar tuan Satya sendu


" Amin... semoga juga Wina bisa cepat kasih kita cucu ya pah... mamah udah gak sabar" kata nyonya Shinta tersenyum..


" aminnn... " kata tuan Satya mengamini


Dion pun hanya diam sembari tersenyum melihat kedua orang tua tersebut .. namun dalam hatinya sedikit nyeri dikala Wina sudah di miliki oleh laki laki lain.. laki laki itu adalah sepupunya sendiri ...


ya... saat pertama x melihat Wina keluar dari kamar saat pagi tadi untuk dirias, tanpa sengaja Dion berpapasan dengan Wina... Dion memang sudah tiba pukul empat pagi tadi ia disuruh nyonya Shinta untuk membantu acara akad nikah Wina dan dika...ia pun kagum melihat kecantikan Wina.. kecantikan rupa Wina mengalahkan Dina... meskipun mereka berdua mirip, tapi Wajah Wina jelas lebih enak di pandang dan tak akan pernah bosan melihatnya... wajahnya yang lembut dan senyuman yang tulus membuat Dion pun jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Wina...


Wina tersenyum dan mengangguk kearah Dion saat mereka berpapasan di ruang tamu.. Dion pun ikut tersenyum melihat Wina... Wina pun berlalu menaiki anak tangga sambil di gandeng tangannya oleh nyonya shinta... dia menatap Wina hingga punggungnya menghilang masuk ke kamar Dika...


" kenapa bisa semirip itu ? biar pun mirip tapi dia lebih cantik dan lebih muda " batin Dika


Dion yang sedang melamun memikirkan kejadian pagi tadi pun sedikit kaget... karena tepukan dari nyonya Shinta


" Dion... kamu kenapa nak ? kok di panggil dari tadi gak dengar? ucap nyonya Shinta cemas


" oh gak papa kok Tante.. ini karena cacing di perut Dion udah demo makanya gak fokus " kilah Dion


" oh kirain kenapa... lapar toh ..ya sudah kita makan malam bersama ya Dion.. "


" yuk pah " ajak nyonya Shinta


mereka pun turun kebawah untuk makan malam bersama...

__ADS_1


sementara itu di lain tempat terlihat Dika duduk di sofa menunggu Wina yang sedang di kamar mandi... ia ingin memberi makanan pada Wina...


" ck lama sekali sih dia ... ngapain aja sih di dalam ?!! " gerutu Dika


Dika pun seketika berpikir


" kenapa aku harus menunggunya... aku taruh saja di sini .. memangnya dia siapa" batin Dika sedikit dongkol ..


namun saat ingin keluar kamar telpon selulernya berbunyi.. ia mengangkat telepon dan berjalan ke arah balkon kamarnya..


Wina yang sedang di dalam kamar mandi pun memperhatikan tubuhnya di kaca.. ia malu untuk keluar karena baju yang di beri Dika tadi sangat menerawang tubuhnya.. ia bingung Bagaimana ia bisa keluar dari kamar itu karena ia ingin kembali ke kamarnya...


Wina pun membuka pintu kamar mandi dengan perlahan.. ia mengintip keadaan sekitar..


" ah aman.. tidak ada siapa pun disini.." Wina pun berjalan dengan santainya


" apa aku kunci saja ya kamar ini.. biar orang orang tidak sembarang masuk... eh tapi bagaimana dengan tuan Dika .. ? oh aku tutupi saja tubuh ku ini dengan selimut saat dia masuk nanti.." Wina bermonolog sendiri sambil mengunci pintu kamar itu


" atau aku keluar saja dengan memakai baju pengantin tadi ? tapi dimana bajunya ya.. ? " Wina mencari cari namun tidak menemukan baju yang tadi ia kenakan saat akad pagi tadi ..


kruukkk...


" aduh aku lapar sekali... bagaimana ini"


Wina yang sedang duduk di pinggir ranjang pun melihat nampan berisi makanan di atas meja.. seketika ia menelan ludahnya kasar.. perutnya pun semakin berontak minta di isi melihat makanan itu..


" mungkin ini makanan untukku..aku makan saja lah perutku sudah keroncongan ini " gumam Wina sembari berjalan kearah meja itu dan duduk di sofa yang tepat berada di depan meja yang di atasnya berisi makanan.. Wina pun makan dengan lahapnya kakinya ia lipat ke atas sofa dan tubuhnya mengarah ke balkon kamar itu.. ia makan dengan tenang .. tanpa di sadari wina...Dika yang melihat Wina dari kaca jendela balkon seketika hilang konsentrasi karena melihat paha mulus Wina yang terpampang di depannya..


Wina memakai celana pendek jauh di atas lututnya... sehingga terlihatlah kaki jenjang mulus putih bersih miliknya...


Dika yang sedang dalam panggilan telepon pun seketika memutuskan panggilan teleponnya..

__ADS_1


" ya ampun kenapa aku tidak jadi keluar.. kenapa juga dia memakai celana itu.. dan baju itu ? ah sial..kenapa aku memberinya baju yang transparan begitu " Dika pun panik... ia pun bingung bagaimana ia bisa keluar dari sana..


"kalau aku keluar sudah pasti aku melewatinya.. dan yang ku takutkan tidak bisa menahannya" Dika pun semakin bingung saat melihat miliknya kembali bangun..


__ADS_2