
setelah acara akad nikah selesai Wina hendak kembali ke kamarnya ia ingin mandi dan mengganti gaunnya.. rasanya sudah sangat gerah , dari pagi hingga menjelang sore ia memakai gaun kebaya itu...
tidak ada resepsi hanya akad saja.. itu permintaan Dika kepada orangtuanya ia tidak mau terlalu banyak orang tahu tentang pernikahannya yang memang didasari dari ke salah pahaman mamanya pikirnya ..
* flashback on *
hari itu setelah Wina keluar dari kamar Dika yang sebelumnya telah terjadi insiden kurang menyenangkan.. tak berselang lama masuklah nyonya Shinta ke kamar Dika sambil membawa gelas berisi air.. ia sengaja berlama-lama saat mengambilkan air untuk Wina di dapur, berharap anaknya bisa lebih lama memperhatikan wajah Wina agar ia bisa dengan teliti membedakan rupa Dina dan Wina... lama ia bercengkrama dengan mbok tata supaya misinya itu berhasil..
karena keasikan mengobrol nyonya Shinta sampai lupa dengan anaknya yang sedang menunggu dirinya... ia pun bergegas pergi ke kamar anaknya sambil menenteng gelas ditangannya... saat membuka pintu kamar ia tidak mendapati Wina di sana...
" loh mana Wina nak ? " tanya nyonya Shinta...
" sudah Dika usir mah" jawab Dika santai
__ADS_1
" kenapa kamu usir Dika ? dia kan belum minum juga " kesal nyonya Shinta
" mamah ambil minum dimana? langsung dari pegunungan sana ya... ? udah setengah jam loh Dika tungguin.. sampai Dina sadar mamah belum datang juga" Dika tak kalah kesal dengan mamanya namun suaranya masih terdengar rendah tapi menusuk..
" hehe mamah lupa sayang.. tadi ketemu mbok tata jadi ngobrol dulu.. maaf ya sayang" ucap nyonya Shinta malu
Dika hanya diam ia tampak menahan kesal mengingat yang membuat kesal adalah mamahnya sendiri..
" tapi dia Wina ya Dika, bukan perempuan ular itu.. pasti kamu bisa membedakannya kan nak..? pasti ada bagian tubuh yang terlihat berbeda "
" kamu tuh ya jelas jelas tadi mamah lihat kalian keluar dari kamar ini dengan keadaan yang acak-acakan.. tempat tidur kamu juga berantakan.. pastilah kamu sudah melihatnya semua.. ! " jelas nyonya Shinta pura pura marah padahal ia tau anaknya tidak mungkin melakukan itu
sebelum ada insiden ini nyonya Shinta sudah punya rencana lain untuk mendekatkan Wina dengan anaknya tapi takdir berkata lain.. rencana yang sudah disusun pun tidak berguna karena anaknya sendiri yang menarik Wina ke kamar nya dan itu dijadikan kesempatan untuk nyonya Shinta agar secepatnya menikahi Wina pada Dika.. waktu itu saat Dika menarik Wina masuk ke kamarnya bertepatan nyonya Shinta baru keluar dari kamarnya hendak turun kebawah.. nyonya Shinta yang melihat itu pun buru buru menguping namun nihil ia tidak mendengar percakapan apapun karena ruangan itu kedap suara.. ia pun menunggu hingga setengah jam lamanya di Depan pintu kamar anaknya... ia begitu khawatir dengan keadaan Wina, nyonya shinta takut kalau anaknya menyiksa Wina.. saat mendengar suara kunci pada pintu kamar anaknya nyonya Shinta memasang wajah datar ia pura pura marah... supaya anaknya mau bertanggung jawab...
__ADS_1
" aku tidak menyentuhnya sama sekali mah ..! hanya sedikit menciumnya saja..." ujar Dika santai
Dika pun mendapat sentilan lagi dari mamanya.. ia pun meringis kesakitan sambil memegang keningnya merah..
" AW sakit mah... ( sambil mengusap keningnya) Dika kan sudah jujur.. hanya itu yang Dika lakukan.. Dika tidak menyentuhnya.. bajunya saja tidak ada robek sedikit pun.. Dika masih punya perasaan mah.." Dika memelas
" pokok nya mama tidak mau tau kamu harus nikahi dia Dika.. mama malu nak.. rumah ini akan sial bila kamu berzinah seperti itu.. besok kamu harus menikah mama tidak mau tau.. "
" tapi mah Dika kan .. "
belum sempat lagi selesai bicara nyonya Shinta sudah memotong
" tidak ada tapi tapian Dika.. jika kamu tidak mau... maka perusahaan kita akan mamah suruh Dion yang mengurusnya dan menggantikan kamu sebagai CEO... mengerti !? " nyonya Shinta mengancam... ini lah satu satunya alasan yang tepat agar anaknya menurutinya .. karena biarpun mental Dika sedang tidak baik baik saja tapi soal pekerjaan ia tidak pernah lalai.. bahkan ia sangat menyukai perkejaan milik ayahnya itu ... hati boleh hancur tapi soal pekerjaan jalan terus..
__ADS_1
lama Dika terdiam ia tampak berpikir keras... ia tidak menyukai Wina malah membencinya karena wajahnya sangat mirip dengan mantan kekasihnya.. tapi ia harus menikahinya karena ulahnya sendiri... kemudian ia membuat kesepakatan dengan mamanya untuk tidak di adakan resepsi dan hanya mengundang kerabat terdekat saja... dan mama nya pun setuju.. asalkan ia mau menikah tidak apa pikirnya tanpa resepsi...
" flashback off "