Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 20


__ADS_3

ia duduk di sofa sembari menunggu Dika yang masih belum selesai mandi...


" dia mandi atau tidur sih .. ? kenapa lama sekali sudah hampir satu jam " gumam Wina menggerutu


tak lama kemudian keluarlah Dika dengan memakai handuk yang dililitkan di pinggang.. sehingga memperlihatkan dada bidang dengan perut yang rata serta membentuk beberapa kotak di sana.. Wina pun Sampai tidak berkedip melihat penampakan yang ada di depan matanya... rasanya sangat di sayangkan untuk di lewatkan... Dika yang tersadar di perhatikan Wina pun... mempunyai pikiran untuk mengerjainya...


ia semakin mendekat ke arah Wina.. sehingga Wina pun gelagapan... bahkan ia tidak bisa bernafas dengan benar... karena Dika terus mempertontonkan tubuhnya...


" apa kau suka dengan tubuh ini ? " senyum Dika menyeringai


Wina yang kedapatan melihat tubuh Dika pun pipinya jadi memerah... rasa malu yang ia dapat tidak bisa ia tutupi... ia pun memalingkan wajahnya ke arah lain...


" apa kau menginginkannya? " tanya Dika lagi berusaha menggoda Wina yang sudah Kepalang malu...


" kenapa dia narsis sekali ? aku hanya memandangnya saja sama sekali tidak ingin menyentuhnya " batin Wina


Dika yang terus berjalan kearah Wina tanpa sengaja kakinya tersandung kaki meja yang ada di depan sofa tempat Wina sedang duduk .... ia pun terjatuh dan tubuhnya menimpa Wina.. dan mereka pun saling menatap...


bughhh...


mereka begitu intim.. Dika menatap bibir Wina lekat, dan tanpa aba aba ia pun mencium bibir Wina lembut.. berbeda dengan sebelumnya... Wina yang menikmati pun tanpa sengaja membuka mulutnya untuk membalas ciuman itu, terkesan sedikit kaku..namun Dika menikmatinya... semakin lama ciuman itu semakin panas dan tangan Dika pun tidak tinggal diam ia mer*mas gunung kembar Wina perlahan... mata keduanya sudah di penuhi kabut kabut asmara..


tangan Dika pun membuka kancing Wina satu persatu... terlihat dua gunung kembar indah milik Wina yang masih terbalut oleh bra...


Dika pun meraih pengait yang ada di belakang tubuh Wina untuk di lepaskan... setelah terlepas terlihat tubuh polos Wina...Dika tidak tinggal diam.. ia pun menyusu seperti anak bayi... Wina sangat menikmati sentuhan Dika yang lembut...sampai ia mengeluarkan suara yang membuat Dika semakin bergairah..


dan tiba tiba...


tokk tokkk ....


pintu kamar itu di ketuk oleh seseorang... awalnya Dika tidak memperdulikannya... namun ketukan pintu itu semakin kuat... Dika yang sudah di ubun ubun sangat kesal karena ia tidak jadi menuntaskan hasratnya... dia pun menyudahi aktivitasnya dengan Wina... Wina pun langsung merapikan kemejanya yang berantakan karena ulah Dika...


" sial... menggangu saja..!" gumamnya kesal..

__ADS_1


Dika pun membuka pintu dan terlihatlah nyonya Shinta yang berada di ambang pintu...


" kenapa kalian lama sekali... sudah waktunya sarapan.. di tungguin dari tadi gak turun turun" ucap nyonya Shinta... namun sedetik kemudian ia tersadar ia melihat Dika yang hanya memakai handuk.. dan nyonya Shinta pun mengerti...


dika hanya diam wajahnya tampak kesal aktivitasnya terganggu oleh mamanya sendiri...


" oh lagi sibuk ya... hehehehe maaf ya nak mama gak tau... yaudah lanjut gih... nanti biar mbok tata aja yang antar makanannya " ucap nyonya Shinta tak enak.. ia pun berlalu meninggalkan Dika yang sudah dongkol setengah mati...


Dika pun menutup kembali pintu kamarnya... dan melihat Wina yang sudah rapi kembali...


" sudahlah keluar aku sudah tidak mood" usir Dika


Dika yang sudah emosi pun mengusir Wina... moodnya hancur hari ini karena mamanya sendiri...


Dika pun berpakaian rapi dengan pakaian kantor... ia hendak pergi ke kantor hari ini... banyak berkas yang harus di tandatangani...


Wina yang sudah bergabung di ruang makan pun di tanya oleh nyonya shinta...


" loh sayang sudah selesai? "


Wina tahu apa yang dimaksud nyonya Shinta...


" kenapa cepat sekali... apa karena mama tadi mengganggu kalian ?" bisik nyonya shinta...


" tidak mah... mama tidak menganggu kami.. tuan Dika Baru selesai mandi tadi.. dan sepertinya akan sebentar lagi akan turun " tutur Wina


nyonya Shinta hanya terdiam...


" berarti mereka masih belum melakukannya" batin nyonya Shinta


tak berapa lama kemudian Dika turun kebawah untuk bergabung sarapan.. ia sudah rapi dengan pakaiannya.. yang makin terlihat tampan ... Wina pun makin terpesona melihat ketampanan Dika... kemudian ia menunduk dan memakan makanannya dengan lahap...


Dika masih dengan wajah yang di tekuk.. ia masih kesal dengan kejadian tadi..

__ADS_1


" kenapa dengan wajah mu itu ? " tanya nyonya Shinta


" tidak ada" jawab Dika singkat...


" Dika... duduklah di samping istrimu.. temani dia " kata tuan Satya..


Dika pun tak bergeming ia sibuk menyendok kan nasi ke piringnya.. Wina pun menuangkan susu ke gelas Dika.. tanpa sengaja Wina menyenggol gelas itu dang mengenai kemeja Dika... Dika pun semakin kesal..


" apa yang kau lakukan pada pakaian ku ?! " bentak Dika


wina pun terkaget mendengar suara Dika yang membentaknya...


" ma... maafkan saya tuan.. saya tidak sengaja" ujar Wina mengiba


" kau lihat ini pakaian ku jadi kotor karena ulahmu...! " bentak Dika lagi


nyonya Shinta pun marah melihat Dika membentak Wina.


" Dika ... jangan membentaknya.. dia itu istrimu... lagian dia tidak sengaja menumpahkan susu itu..! " nyonya Shinta pun tak kalah sangarnya pada Dika ...


" mama bela saja dia terus..! orang kampung seperti dia memang tidak cocok tinggal di rumah ini... dasar kampungan..! " amarah Dika pun semakin memuncak... ia tidak bisa berpikir jernih karena hasratnya tidak bisa tertuntaskan...


nyonya shinta pun tersulut emosi...


" bukan dia yang tidak cocok tinggal disini... tapi kamu...! sekarang angkat semua barang barang kamu dari sini dan pergi dari sini " usir mama Shinta...


Dika pun kaget mendengar mamanya sendiri mengusirnya


" mah.. jangan seperti itu... kasian Dika... nanti dia akan tinggal dimana ? dan bagaimana dengan Wina mah ? ujar tuan Satya menenangkan..


" iya mah... saya memang tidak layak tinggal disini... tidak apa biar saya yang keluar dari rumah ini " Wina tidak mau membuat ibu dan anak itu terus terusan berdebat karenanya ... akhirnya ia pun mengalah...


" tidak Wina... kamu ikut bersamanya... karena kamu itu tanggung jawabnya sekarang.. sekarang kemasi barang barang kalian dan keluar dari sini.. !" ujar nyonya shinta dengan nada pelan namun menghujam jantung...

__ADS_1


Wina juga kaget karena ia pun ikut di usir oleh mertuanya...


__ADS_2