
Wina terus menatap pria itu hingga belok kearah dapur .. sampai pria itu tidak terlihat.. lalu ia melanjutkan menaiki anak tangga sambil mengusap dada nya.. ia berjalan perlahan sambil menormalkan dadanya yang berdebar kencang..
tak berselang lama sampailah ia di depan pintu kamar nyonya shinta.. kemudian ia mengetuk pintu dengan perlahan..
tokk.. tokk.. tok
ceklekk..
pintu terbuka..
terlihat nyonya rumah itu di balik pintu dengan tatapan datar mengarah pada Wina..
" masuk.. ! " ujar wanita itu tanpa ekspresi
kemudian Wina masuk dan berdiri di dekat pintu kamar tersebut
" duduk.. ! " ujar wanita itu dengan angkuh nya
" siapa nama lengkap mu ?.. tanya wanita itu datar
" Wina Putri Utami nyonya " jawab Wina sedikit tegang karena nyonya tersebut menatapnya tajam
__ADS_1
" nama ibumu? " tanyanya lagi
" Liza Nuraini nyonya" ujar Wina
" nama ayahmu? " tanya wanita itu tetap dengan ekspresinya
" Erwin nyonya " jawab Wina
sebenarnya nyonya itu sudah tau semua.. karena sebelum Wina kemari mbak Lastri sudah mengirim semua tanda pengenal beserta foto Wina kepada nyonya rumah tersebut..
tapi ia lebih ingin tau dari Wina langsung tentang dirinya dan keluarganya..
sebenarnya ada lima kandidat yang dikirim oleh mbak Lastri.. tapi Wina lah yang terpilih oleh nyonya shinta..
" iya nyonya.. saya baru berusia dua puluh dua tahun" jawab Wina sambil mengangguk
" boleh saya lihat tanda pengenalmu? " tanya wanita
" ini nyonya " sambil menyerahkan tanda pengenal nya kepada nyonya Shinta
kemudian nyonya Shinta mengambil tanda pengenal Wina dari tangannya.. ia memperhatikan dengan seksama kartu tanda pengenal itu.. membacanya dengan teliti..
__ADS_1
" ini saya pinjam dulu, sebagai jaminan kalau kamu berbuat macam-macam disini" ujar nyonya Shinta dengan tatapan tajam pada Wina
Wina pun mengangguk..
" baik kamu boleh keluar" kata nyonya Shinta
lalu Wina keluar dari kamar nyonya rumah tersebut.. sebelum ia menutup pintu kamar itu Wina mengangguk tersenyum kepada nyonya Shinta.. dan hanya di balas anggukan saja tanpa senyuman pada Wina..
setelah menutup pintu ia berjalan hendak kembali ke kamarnya.. tiba-tiba seseorang menarik tangannya kedalam sebuah kamar dan menguncinya.. mulut Wina di bekap dengan tangan kekar itu hingga ia hampir kehabisan nafas..
ia berteriak tapi tidak ada satu pun yang mendengar karena kamar itu kedap suara.. di tambah mulutnya di bekap oleh tangan seorang pria yang menariknya tadi..
" kau pikir aku percaya hah ..!? Dina Dina aku tau ini kau .. mau apa kau dirumah ku ?! .. tidak cukup kau menghancurkan hidupku.. !? dan sekarang kau datang lagi tanpa rasa berdosa.. dan menyamar menjadi seorang pembantu.. !!??. apa yang kau inginkan hah ..??!! bentak pria itu.
Wina yang mendapati suara itu pun menegang seketika.. ia ketakutan hingga bergetar hebat..
" ss saya bbu bukan Dina tuu tuannn, ss saya Wina.. Wina Putri Utami.. ssaya hanya pembantu yang di kirim mbak Lastri untuk bekerja disini" ujar Wina penuh ketakutan.. keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhnya..
tetapi pria itu hanya tersenyum sinis menatap Wina.. dan sedetik kemudian ia mencium bibir Wina.. dan mel*matnya rakus.. sambil memegangi tangan Wina ke dinding kamar itu .
Wina memberontak sekuat tenaga .. ia tetap mengunci bibirnya.. agar tidak terjamah lebih dalam lagi..
__ADS_1
tapi sekuat tenaga ia berontak untuk melepaskan diri.. tenaga pria itu jauh lebih kuat..