
" halo buk.. ? ucap Wina
" halo win..sudah sampai kamu nak ? ucap ibu Wina pada sambungan telepon
" Alhamdulillah sudah buk, ini Wina sedang berada di kamar.. rumah nya luas sekali buk.. sepertinya Wina akan betah disini.. " ucap Wina
" Alhamdulillah kalau begit nak.. jaga kesehatan ya Di sana.. yang rajin ya nak.. jangan suka panjang tangan.. ibu tidak pernah mengajarkan itu.. yaa.. " ucap ibu Wina menasehati
" iya buk.. Wina selalu ingat nasihat ibu" ucap Wina sambil tersenyum
" ya sudah kalau begitu.. ibu ada urusan sebentar.. jaga diri baik-baik ya nak.. assalamualaikum "
" ya Bu walaikumsalam " tutup Wina kemudian ia meletakkan handphone nya di meja samping tempat tidurnya..
tokk..... tokkkkk..tokk...
__ADS_1
" iya tunggu sebentar "
ceklekk..
Wina membuka pintu kamarnya terlihat mbok tata berdiri di depan kamarnya sambil menenteng seragam pelayan..
" Wina ini seragam pelayan yang ada di rumah ini, harus di pakai ya.. kalau tidak nyonya akan marah.. oh ya kamu di suruh bertemu nyonya di kamarnya , masih ingat kan kamarnya ? ujar mbok tata
" masih mbok... ada apa ya nyonya memanggil saya ?" ucap Wina, wajah nya berubah pias ketika mengingat saat pertama kali nyonya rumah itu menatap Wina dengan sinis..
" mungkin mau tanya-tanya kamu lebih jauh.. tidak apa-apa Wina, nyonya Shinta baik kok orangnya, jangan takut" ujar mbok tata menenangkan Wina yang sedikit panik
Wina hanya mengangguk kemudian dia menutup pintunya dan berjalan menuju kamar sang nyonya yang berada di lantai dua..
saat akan menaiki tangga ia berpapasan dengan seorang lelaki yang sedang menuruni anak tangga sambil berlari kecil...
__ADS_1
lelaki itu kemudian berhenti di hadapan Wina, ia terkejut sekaligus bingung menatap Wina..
Wina yang di tatap hanya tersenyum kemudian menunduk, bingung mau berbuat apa.. jari jarinya saling meremas karena sangking bingungnya di tatap dengan jarak dekat oleh lelaki yang tampan di hadapannya.
" ngapain kamu kemari ?!!! " tanya lelaki itu dengan mata yang sedikit melotot dan rahang yang mengeras.. sehingga urat leher nya sangat terlihat..menandakan lelaki itu sangat marah ketika melihat Wina ..
Wina kemudian mendongak menatap bingung sekaligus takut kepada pria itu...
" ssss ssyaa Wina tuan.. pembantu baru dirumah ini" ujar Wina penuh ketakutan saat melihat wajah pria itu dengan tatapan seperti hendak memakannya hidup-hidup..
Wina hampir menangis ia seperti pencuri yang ketahuan oleh pemilik rumah itu..
pembantu.. ? tanya pria itu dalam hati.. tapi kenapa Mirip sekali ? siapa tadi namanya Wina ? kenapa namanya juga hampir mirip hanya beda huruf awalannya saja .. pria itu terus memikirkan sesosok gadis yang rupanya sangat mirip dengan Wina ..
" ma maaf tuan, ada yang bisa saya bantu ? .. saya hendak ke kamar nyonya.. saya di suruh menemui beliau di kamar.. " Wina memberanikan diri bertanya.. meskipun dadanya bergemuruh hebat..
__ADS_1
kemudian pria itu tersadar dalam lamunannya.. ia tidak habis pikir dengan yang ia alami saat ini..
ia hanya mengibaskan tangannya kepada Wina dan berlalu pergi.. pria itu tetap memikirkan hal yang barusan ia lihat .. apa dia punya kembaran ? pikirnya lagi.. kemudian ia berjalan menuju dapur mengambil air dingin di kulkas dan meneguknya sampai habis.. berharap pikiran kembali jernih setelah apa yang di alaminya ..