
Air mata Wina mulai meleleh membasahi pipinya.. jujur saja ini ciuman yang pertama ia rasakan.. dia tidak pernah merasakannya.. bergandengan tangan saja dengan pria dia tidak pernah... karena sebelumnya dia tidak berpacaran dengan laki-laki manapun..
karena terus berontak.. Wina kemudian di lempar ke ranjang pria tadi..
" kau pikir kau bisa lolos dari ku hah ?!!! " tidak ada yang bisa mendengar suaramu.. berteriak lah sekuatnya... hahahaha" tawa pria itu menggelegar memenuhi kamar tersebut..
Wina ketakutan.. sambil menangis dia memohon untuk dilepaskan..
" tolong tuan lepaskan saya, saya bukan orang yang tuan maksud.. " Wina terus mengiba sambil menangis tubuhnya bergetar hebat...
" bohong kau .. !!! kau itu Dina ...!! apa kau tidak ingat malam itu hah ...?!! harusnya malam itu menjadi malam bahagia kita ..!! tapi kau menghancurkan semuanya.. !! kau tidur dengan pria itu .!! kau bercumbu di depan mataku.. !! sedangku tidak pernah menyentuhmu sama sekali... !!!kau wanita murahan..dinaaa...!!!! kau menghancurkan seluruh hidupku hingga aku tidak bisa membuka hati lagi.. !!! kau jahat Dina... !!! ucap pria itu dengan suara yang keras .. dengan mata yang menyalang dan rahang yang mengeras..
Dina yang mendengar itu semakin ketakutan.. sungguh ia tak habis pikir dengan yang ia alami.. tidak ada firasat apapun ketika ia pertama kali menginjak rumah itu..
" tii tidak tuan.. saya Wina pembantu tuan.. bukan Dina tuan.. bukan tuannn." Wina terus memohon dan terus menangis mengharap pria itu iba dan mau melepaskannya..
__ADS_1
lalu pria itu menatap Wina dengan tatapan lembut ada sejuta kerinduan di matanya.. setelah mendengar tuturan Wina..
kemudian pria itu menindih tubuh Wina dan memegangi tangan Wina.. sambil mengusap pipi Wina yang telah basah karena air matanya..
dengan pelan pria itu berkata..
" akan ku hancurkan hidupmu.. Dina sayang.. seperti kau menghancurkan hidupku.. dulu aku tidak pernah menyentuhmu.. sekarang habis kau.. " dengan nada berbisik di telinga Wina dan tersenyum sinis kepada Wina..
" tuan jangan tuan.. saya mohon tuan" ucap Wina dengan bibir yang bergetar hebat..
hemmmptttt..
pria itu kembali mel*mat bibir Wina dengan kasar.. Wina yang menolak tetap mengunci rapat bibirnya.. kemudian di gigitnya bibir Wina agar mau membuka mulutnya.. setelah terbuka kemudian lid*h pria itu melahap habis yang ada di mulut Wina .. hingga Wina hampir tak bernafas..
"kenapa rasanya berbeda sekali dengan yang dulu.. ? rasanya tidak seperti ini.. ini terlalu manis.. tanya pria itu dalam hati..
__ADS_1
apa dia memang bukan Dina .. ? tanyanya lagi
kemudian pria itu melepaskan pagutannya dari Wina dan berdiri menatap Wina dari ujung kepala sampai ujung kaki...
" sejak kapan kau punya tahi lalat di lehermu ? " apa ini sengaja kau buat hah .. ??!! bentak pria itu
" ti tidak tuan . ini memang sudah ada dari lahir tuan.. tidak pernah saya buat-buat tuan" jawab Wina yang frustasi menghadapi pria itu..
" sudahlah keluar dari kamarku" pinta pria itu
Wina pun bergegas berdiri dan menuju pintu kamar itu.. karena jari jarinya yang bergetar ia tidak bisa membuka pintu itu.. berulangkali ia mencoba membuka kunci pintu itu tetap gagal terbuka..
pria itu hanya menatap punggung Wina yang sedang membuka kunci pintu kamar itu..
kemudian dia berjalan menuju kearah Wina.. Wina yang melihat pun semakin bergetar kuat karena di hampiri pria itu..
__ADS_1