Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku

Pembantu Yang Kubenci Itu Jadi Istriku
episode 11


__ADS_3

" Wina kamu bersedia kan menikah dengan anak saya ?" tanya nyonya Shinta


" iya nyonya saya bersedia" meski hatinya tidak rela tapi sekuat apapun dia menolak tidak akan merubah apapun..


sebenarnya nyonya Shinta ingin berkata jujur pada Wina.. namun ia mengurungkan niatnya ia takut Wina tidak terima...


" tapi nyonya, apa tuan Dika mau menerima saya sebagai istrinya..? saya hanya seorang pelayan nyonya... saya takut tuan Dika lah yang tidak bersedia" Wina bertanya dengan wajah yang sedih


" Dika pasti sangat setuju... dia bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya.. mama yakin sayang... kelak kalian akan hidup bahagia... dan akan memberikan mamah cucu yang lucu..."


" tapi nya"


" mamah panggil mamah bukan nyonya... kamu ini sudah menjadi anak mama sayang.. biarpun kamu menantu tapi mama tetap menganggapmu seperti anak mamah sendiri.. " nyonya Wina pun memeluk Wina dengan erat air matanya pun tak mampu dibendung... ia sungguh bahagia karena anaknya akan menikah dan akan melupakan masa lalunya...


sedang bercengkerama seseorang mengetuk pintu kamar itu


tok... tok....tokk


" iya masuk saja" ucap nyonya Shinta


pintu terbuka, terlihat seorang lelaki paruh baya namun tidak menghilangkan sisa sisa ketampanannya... sangat mirip dengan Dika calon suami Wina.. dia adalah ayah dika suami dari nyonya Shinta...


" ini calon mantuku mah ? tanya tuan Satya ia pun terkejut memang sangat mirip dengan mantan tunangan anaknya... hampir tidak bisa dibedakan tapi menurutnya Wina lebih cantik dari Dina...

__ADS_1


" kenalin nak ini papah Satya.. papah kamu juga.. "


" Wina tuan" Wina pun menjulurkan tangannya untuk bersalaman pada tuan Satya


"panggil papa saja ya nak.. semoga kamu langgeng dengan anak papa.. bahagia selalu doa mama dan papa menyertai kalian.. " ucap tuan Satya penuh haru...


tuan Satya tahu rencana istrinya... dia pun setuju saja karena sudah lelah dengan tingkah laku anaknya semenjak kejadian itu... berharap ini menjadi jalan terakhir agar anaknya segera sembuh dan tidak dibayangi oleh mantan tunangan anaknya itu...


Wina pun tersenyum... sepertinya ini tidaklah sulit pikirnya...


tok...tok ..tokkk...


"permisi tuan nyonya... akad nikah akan segera dimulai... tuan Satya diminta mendampingi tuan muda" ucap Rahmah.. dan Rahmah pun berlalu


Dilain tempat tampak penghulu dan Dika sudah bersiap untuk mengucap kata kata sakral nan suci...


"bagaimana saksi sah?" tanya penghulu


"sahhhh" kata para saksi di pernikahan itu


" Alhamdulillah " ucap penghulu itu


kemudian membaca doa untuk sepasang pengantin yang telah sah itu ..

__ADS_1


"ayo sayang sepertinya sudah selesai ijab kabulnya.. kita kebawah untuk mempertemukan kamu dengan Dika" ujar nyonya shinta sambil menuntun Wina keluar kamar..


saat menuruni anak tangga semua orang terpana melihat wajah Wina yang luar biasa cantiknya... semuanya kagum tak kecuali Dika ia sampai tidak berkedip sedikit pun menatap Wina.. sampai dihadapannya pun Dika tidak berhenti menatap Wina..


"luar biasa... wajahnya sangat cantik jantungku berdebar.. ada apa ini " batin Dika, dia sangat terpukau dengan pesona Wina yang melebihi kecantikan mantannya dulu ..


" ehemm " tuan Satya menyadarkan lamunan Dika .. ia tertangkap sedang melihat Wina tanpa berpaling...


" sudah gak sabaran ya dik ? " bisik tuan Satya yang berada tepat disamping anaknya


" ah papa ada ada aja" wajah Dika kini bersemu menahan malu..


setelah keduanya duduk berdampingan.. jantung Dika pun semakin tidak karuan... Dika harus tetap tenang ia tidak mau terlihat gugup di depan Wina yang sudah sah menjadi istrinya itu..


"kalau wajahmu tidak mirip dengan wanita itu, tidak... tidak.. mirip tapi memang dia, sudah kubawa kau kekamar.. dan habis kurobek baju yang menutupi indahnya lekukan badan itu .. sial kenapa si Joni tidak mau tidur.. ahh aku frustasi " batin Dika bergejolak saat berdampingan dengan Wina . sebelumnya dia tidak merasa seperti ini...


" sekarang mbak Wina cium tangan istrinya.." ujar pak penghulunya menginstruksi


para fotografer pun sudah siap akan mengabadikan momen sekali seumur hidup itu...


" mas dika sekarang cium kening istrinya.. " kini giliran fotografer yang mengarahkan..


Dika pun mencium kening Wina... dadanya terus bergemuruh saat bibirnya menempel pada kening Wina...

__ADS_1


__ADS_2