
Wina dan nyonya Shinta pun berbincang sejenak...tak lama kemudian Dika masuk ke kamar.. ia kaget dengan ada nya nyonya Shinta dan Wina yang berada di kamar itu...
" mama ngapain disini ? sudah malam mah Dika mau tidur " Dika pun mengusir ibunya dengan cara yang lembut
" dan kau .. kenapa masih disini ? aku sudah menyuruhmu keluar tadi .!" Dika pun kesal melihat keberadaan Wina yang masih ada di kamar itu...
Wina pun menunduk sedih .. ia bingung harus bagaimana..
" kau boleh mengusir mamah dari kamar ini Dika.. tapi tidak dengan Wina.. Wina itu sudah sah menjadi istrimu... " jelas nyonya Shinta..
" kamarnya yang lama sudah menjadi gudang.. sudah penuh dengan barang barang.. dan apa kau tega membiarkan dia tidur di gudang ?"
" aku tidak peduli dia mau tidur dimana mah.. yang jelas dia tidak boleh berada di kamarku " jawab Dika acuh
" Dika..!!!! " bentak nyonya Shinta
" kau sungguh keterlaluan...!! Wina ini istrimu... kau akan berdosa jika membiarkan dirinya...! " geram nyonya Shinta...
Wina sedikit lega saat nyonya Shinta membelanya... dia pun sedikit tersenyum Melihat nyonya Shinta...
" dari awal Dika tidak pernah mau menikah dengannya... mama yang memaksa... aku tidak mencintainya mah.. malah aku sangat membencinya...! " seru Dika
" kalau kalian tidak menikah.. apa kamu mau rumah ini akan sial tujuh turunan... ?! ini semua ulahmu Dika dan kau harus bertanggungjawab"
" mamah lihatlah... dia ini Dina mah... mama kan sangat membencinya... kenapa sekarang berbanding terbalik dan menyuruhku menikahinya..."
" dan kau..! apa yang kau perbuat pada mama ku ?! kenapa mama ku sekarang menyukaimu .. hah ?! pasti kau sudah berbuat sesuatu padanya kan .. ?! jawab aku Dina ... !!! " Dika pun terlihat sangat murka melihat mamanya sangat membela Wina bukan dirinya...
" cukup Dika..! apa kau tau dimana sekarang Dina.. !? " nyonya Shinta pun mengeluarkan telepon genggamnya dan membuka galeri di handphonenya ...
__ADS_1
" kau lihat ini...! ini Dina... dia sudah hidup bahagia dengan selingkuhannya waktu itu... anaknya pun sudah ada dua.. dan dia tidak tinggal disini... dia di luar negeri... dan ini foto terbarunya yang dikirim hari ini . " nyonya Shinta menegaskan..
Dika pun meraih ponsel nyonya Shinta yang memperlihatkan gambar Dina sedang bersama dengan seorang lelaki yang tak lain adalah suaminya....
Dika pun menatap layar ponsel itu dengan tatapan yang sulit di artikan...
ada rasa marah.. sedih dan kecewa...
ia juga memperhatikan wajah Wina dan menyamakannya pada layar ponsel yang berisi foto Dina... sekilas memang mirip.. tapi ada sedikit perbedaan pada pada area hidung dan bibir... Wina ini versi sempurnanya... bibir yang tipis dan kemerahan dan juga hidung kecil dan mancung...
setelah lama memandangi layar ponsel itu... nyonya Shinta pun merebutnya dari genggaman Dika...
" kalau kamu masih tidak percaya... ya sudah.. mama akan mengurus surat perceraian kalian.. dan satu lagi jabatanmu akan di gantikan oleh Dion... ! " nyonya Shinta sudah sangat geram melihat kelakuan anaknya.. ia pun memakai jurus terakhirnya agar dia mau menerima Wina...
" oke oke.. baiklah aku mengalah... dia boleh tidur disini... dan mama boleh keluar sekarang " ucap Dika datar...
nyonya Shinta pun tersenyum senang..
" tidak papa mah.. Wina tidur di luar saja... tidur di sofa ruang tamu juga tidak apa apa.. " Wina yang melihat tatapan Dika kepadanya seperti ada niat terselubung...
" tidak sayang... apa kata orang nanti... masa pengantin baru tidurnya di sofa... dan lagi.. masih ada dion disini..." cegah nyonya Shinta..
" tapi mah " Wina pun melirik kearah Dika
" tidak apa apa Wina... Dika sudah jinak... tidak akan menggigit mu.. " jawab nyonya Shinta santai
" yasudah mamah keluar ya... bye " pamit nyonya Shinta..
setelah kepergian nyonya Shinta Dika pun menutup pintu dan menguncinya...
__ADS_1
" tuan kenapa di kunci... ? "
" ini kamar ku terserah aku mau di apakan.. " jawab Dika datar...
" kau tidur di sana... biar aku tidur di sofa "
" tidak tuan... tuan saja yang di sana .. biar saya disini"
" tidak... aku tidak mau mama marah ,dan mencopot jabatanku " ujar Dika
tanpa berkata Wina pun akhirnya menaiki ranjang itu... tak lama kemudian ia pun sudah tertidur pulas...
sepuluh menit kemudian Dika pun bersuara...
" nanti kalau mama bertanya... bilang saja kita berdua tidur satu ranjang " ujar Dika
Wina yang sudah terbang ke alam mimpi pun tidak bersuara sama sekali ...
" hei... aku sedang bicara... kenapa diam saja! " Dika bangun dari posisi tidurnya dan melihat Wina sudah terlelap...
" pantas saja dia tidak menjawab ku... sudah tidur rupanya... tapi kalau di lihat lihat wajah mu memang sedikit berbeda dengan Dina... Ku akui kau memang lebih cantik dari Dina.. dan dadamu itu aku menyukainya " gumam Dika pelan ia pun tersadar bahwa Wina dan Dina adalah orang yang berbeda... namun tetap saja Dika masih belum bisa menerima Wina karena belum ada cinta di hatinya dan juga ia baru mengenal Wina kemarin ...
Dika menyentuh pipi Wina.. Wina pun melenguh... dan Dika pun berlari kembali ke sofa... ia pura pura tidur agar Wina tidak curiga...
Wina terbangun dan duduk sambil menyentuh pipinya...
" seperti ada yang menyentuh pipiku... tapi siapa ? apa tuan Dika ? tapi dia sedang tidur. ah mungkin aku bermimpi" Wina pun kembali tidur dan sesaat kemudian sudah kembali ke alam mimpinya ...
keesokan harinya... Wina terbangun tepat pukul empat tiga puluh pagi ... ia melihat Dika masih tertidur pulas... dan meringkuk kedinginan.. Wina pun berinisiatif mengambil selimut dan menaruhnya di atas tubuh Dika...
__ADS_1
Wina masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya...