
Tetua Liang bagai mendapatkan durian runtuh ketika tiba-tiba datang orang mengantarkan sepucuk surat kepadanya, ia segera membacanya, dan wajahnya terlihat begitu bahagia. “Wang Ci, kamu telah dimaafkan. Keluarga Chen menyatakan tidak akan mengusut masalah ini lagi selamanya, oh Syukurlah” Nama baik keluarga Liang tidak tercoreng. Tapi ia tetap keras kepada Wang Ci yang masih berbaring lemah di tempat tidurnya setelah balik dari tempat ia berlutut paginya, “Bangun, kerja, jangan malas2an”. Kamu masih ada pibu lagi. Jangan lupa itu.
Babak ke -2 Pibu, dari 50 orang murid tinggal tersisa 25 murid lagi, jadi undian babak ke 2 akan dilakukan. Wang Ci yang masih lemah, berjalan pelan2 menyeret kakinya ke tempat pengundian. Di sana ia melihat Chen Mei Kui, terlihat begitu cantik, indah dan menawan sedang ikut undian. Mimpikah dia semalam dipeluk berjam-jam oleh nya ? Plok !! dia memukuli kepalanya, dasar tukang mimpi!. Yg benar ia berjam-jam dipukulin oleh Chen Mei Kui sampai modar. Ups. Dapat no. berapa ya ? Pokoknya ambil saja, mikir belakangan, lawannya siapa ya ? Yah, pasti kalahlah, tubuhnya lemah, sakit dan otaknya kosong sekarang, Otaknya masih gak jalan gara2 banyak pusing. Pikirannya kok ke bidadari terusss.. Ia cuma melengos lemes terus balik ke penginapannya, ngapain lagi ? Tidurlah!!... Lha. Pibu udah mulai pulaaaa…. Kok malah bobo.? Cape lah.. Yg baca juga ngertilah..
Singkat cerita, murid-murid lembah es dan api kembali terlibat dalam pertarungan pibu yang seru, sayang kali ini murid dari tetua Liang harus mengakui keunggulan lawannya dari keluarga Lim, sehingga tinggal tersisa Xiau Lin dan Wang Ci yang masih bobo dengan pulasnya sambil mimpi ketemu bidadari. Ha ha ha.
Siangnya Wang Ci baru bangun,Ahh udah sehat, ingat dia ada Xiau Lin pibu terakhir hari ini, no.23 vs no.24 , wah, harus cepat-cepat nih melihat pibu pujaan hatinya. Gak boleh telat, ia berjalan tergesa- gesa menuju arena pibu.
Tiba-tiba bumi bergoncang keras, lalu tanah di bawah kaki Wang Ci merekah lebar sekali , Wang Ci yang tak awas terjatuh ke dalamnya. Ilmu ginkangnya lemah, ia tak mampu meloncat keluar, lalu dengan cepat Wang Ci berusaha merengkuh apa saja yang di dekatnya, tapi tetap saja ia jatuh semakin dalam dan dalam ke perut bumi. Untung tangannya sempat meraih akar-akaran yang merambat, tetap jatuh gedebuk. Sepertinya dia ada di sebuah gua alami, baru liat-liat , eh sepertinya akan runtuh, dia meraba-raba dalam kegelapan, ada jalan, ia merangkak dengan perlahan , benar saja, langit2 di tempat ia jatuh tiba2 runtuh, Wang Ci hanya bisa berusaha merangkak dan merangkak sampai tiba-tiba tiba di lorong alami yang agak tinggi. Gelap sekali, ia berjalan dan berjalan, lorong ini dalam sekali serta banyak cabang ke kiri ke kanan. “Gawat, ini mah labirin !” matilah saya di sini dilupain orang. Bisa Tamat nih cerita silat nya.
Samar-samar ia mendengar suara lirih, sepertinya ada juga yg terjatuh ke sini. Ia mencari dan mencari, akhirnya dalam kegelapan. “halo, Halo ?” , “Tolong!” terdengar suara wanita yang lirih dan menangis. , Wanita itu gemetaran. Wang Ci yang tak tega segera membopong wanita itu di punggungnya. Tubuhnya yang kuat dan biasa menderita dengan mudah mengangkat wanita itu, ringan lah, kayak bulu. Sepertinya ia takut kegelapan dan tempat tertutup, sebab tubuhnya gemetar terus menerus sambil tangannya memeluk erat-erat Wang Ci. Ia berjalan dan berjalan mencari terang selama berjam-jam, lalu kok suhu tambah panas ? lalu akhirnya ia sampai ke sebuah Gua yang besar sekali, terlihat terang, sebab di ujung gua itu ada lava merah yang membara.
Ia menurunkan wanita itu, dilihatnya , hah ? Chen Mei Kui ? Kok bisa, kan sangat sakti ? Lalu duduk diam-diam berdua, eh gak enak, lihat kiri kanan gak ada orang kok, akhirnya ngobrol basa basi. Chen Mei Kui ternyata orangnya baik, cuma kurang pergaulan, sepertinya seumur hidupnya hanya belajar ilmu silat makanya terlihat angkuh dan sombong..
Chen Mei Kui akhirnya mau cerita. Dia itu takut kegelapan dan tempat tertutup, sebab dahulu ketika ia berlatih ilmu es di dalam gua, pernah guanya runtuh, ia lalu sendirian di dalam gua selama 3 hari 3 malam lamanya. Ia baru berumur 10 tahun ketika itu, akibatnya ia menjadi phobia kegelapan dan tempat tertutup, jadi begitu tiba-tiba tanah retak dan ia jatuh, ia bukannya mengerahkan tenaga ginkangnya untuk kembali ke atas, ia malah gemetaran melihat kegelapan yang menelannya , ia lalu jatuh jauh ke dalam perut bumi. Untunglah ada Wang Ci jadi penolongnya di sana, kalau tidak bagaimana nasibnya sendirian di dalam kegelapan?
“Tapi Ingat! Ini Rahasia kita berdua ya, jangan bocor kemana-mana!” kata Chen Mei Kui sambil mengaitkan jari kelingkingnya yang mungil ke jari kelingking Wang Ci. “ingat, kalau cerita, kamu kukebiri!” canda Chen Mei Kui kejam, ternyata udah kembali normal kondisinya.
__ADS_1
“Ayo kita lihat-lihat, siapa tau ada jalan keluar dari sini “ kata Mei Kui. Lalu Mei Kui dan Wang Ci melihat ke sisi kiri dari gua yang luas itu, ada mata air di sebelah kiri gua, untung benar bisa minum,. Terus ia melihat - lihat, di dinding gua banyak tulisan-tulisan jurus-jurus silat. Mei Kui juga melihatnya, itu ilmu silat elemen api. Ini memang ilmu yang sangat sakti, namun sayang beda elemen dengannya. Di sana tertulis namanya “Jurus Sakti Matahari Merah Membara”, tanpa sadar ternyata Wang Ci telah sampai ke tempat dimana Papanya dulu berlatih ilmu Sakti elemen Api.
Kelelahan karena telah berjalan berjam-jam, mungkin ini juga udah malam , Wang Ci lalu tidur saja di batu rata yang ada di dekat mata air. Ternyata Mei Kui malah ikut tidur di samping Wang Ci, takut sendirian katanya, “Dasar manja, katanya pendekar sakti , gimana sih”… gumam Wang Ci yg langsung dapat jitakan lembut dari Mei Kui.
“wuahh,” akhirnya setelah tidur beberapa jam, bangun juga Wang Ci, tidur nyenyak kayak batu. “Asyik juga, saya tidur kayak batu”, “Gimana tidurmu Mei Kui ?” Mei Kui langsung nyahut “Yah, kayak tidur sama batu!”. Mereka lalu menjelajah sebelah kanan gua, ternyata ditemukan ada jalan berliku-liku di sana dan kelihatannya menuju ke atas. Tapi kondisinya gelap, lagi–lagi Mei Kui terlihat ketakutan, “Aduh, kita harus jalan Mei Kui, kalau tidak mati lah kita ntar di sini” omel Wang Ci.. “iya, tapi digendong ya” ujar Mei Kui “Dasar, katanya pendekar maha sakti, kok digendong?” .. plak kepalanya digetok Mei Kui.
Wang Ci yang bertubuh kekar tidak bermasalah menggendong Mei Kui, perjalanan jauh dan gelap, pokoknya cari jalan yang arahnya menuju ke atas, Kekuatan fisik Wang Ci memang tangguh, berjam-jam berjalan dalam kegelapan, kepentok sana sini, beberapa kali tersandung, untunglah Mei Kui diam-diam saja, cuma memeluknya dengan erat sekali. Akhirnya mereka mencapai sebuah gua yang luas, kelihatannya udah mencapai atas. Tampak ada sinar matahari menerobos beberapa tempat di gua. Terlihat sebuah batu besar yang sepertinya seperti penutup pintu gua.
Mei Kui langsung turun, “hancurkan saja,!” . segera ia memasang kuda-kuda, siap untuk meluncurkan Tapak energi sakti inti es, lalu bummm…. Eh itu batu jangankan pecah, tergores juga kagak…
hi hi hi hi hi… terdengar suara aneh yang tertawa dan menggema di dinding gua. Wang Ci melihat ke sekeliling gua, di sudut gua, sebuah wajah yang besar mengerikan dilihatnya,bermata merah, bertanduk. “Naga ? , bisa bicara lagi, wow, keren. Bisa dipiara ngak ya ? ” Takut juga tidak si Wang Ci, sementara Mei Kui terlihat ngeri, bersembunyi di belakang batu besar.
“ ****** kita dijadikan makanan Naga” pikir Mei Kui. Wang Ci yang memang agak gelo malah langsung maju ke naga, ohhh.. saya belum pernah nih liat naga.. Muka dan muka dia bertatapan dengan sang naga. Sang Naga itu berwarna putih. Saling liat melihat, Sang Naga terkejut melihat wajah Wang Ci.
“Kamu ?!! “ terlihat suara naga merendah.
“Saya Wang Ci, kamu siapa ?” malah galakan Wang Ci. “Mau jadi piaraanku ngak ? Kalau gak mau kupukulin ntar” gertak Wang Ci tak ngerti kondisi.Naga terlihat liat raut muka Wang Ci dengan seksama, sahutnya, “Ngak , Naga bukan piaraan nak”
__ADS_1
Lalu naga itu tiba-tiba Tertawa. “Ha ha ha ha, Akhirnya, pendekar Wang.. Keturunanmu akhirnya datang, memang ramalan saktimu di masa lalu akhirnya terbukti. Ha ha ha ha “ Sikap naga berubah, jadi bersahabat.
“Nak, namaku Pai Long (Naga Putih), udah berumur ribuan tahun, dahulu aku selalu menakuti dan membunuh manusia, lalu seorang pendekar sakti berpedang Maha Dewa duel denganku, 8 hari 8 malam kami bertarung sengit , saya kalah, lalu saya minta ampun jangan dibunuh. Oleh pendekar itu saya dikurung di sini merenungi kesalahanku dan keturunannya kabarnya akan datang membebaskanku dan akan menjadi muridku.
Ia dengan kesaktiannya lalu mengambil sebuah batu menutup pintu gua yang disegelnya secara magis. Di batu itu ada sebuah jejak telapak tangan, kalau kamu memasukkan tangan kananmu di sana, maka batu itu akan terbuka, segel batu hanya akan membuka oleh keturunan pendekar itu.” Wang Ci tak terlalu pikir banyak, di taruhnya tangan kanannya di jejak telapak tangan di batu itu, dan tiba-tiba secara magis, batu itu bergeser ke samping.. “Eureekaaa!” teriaknya.
Mei Kui yg udah disamping Wang Ci tertegun mendengarkan penjelasan naga. Wang Ci anak dari pendekar Maha Sakti Wang ? Benar-benar rahasia yang besar. Tapi kok beda kayak bumi dan langit.
Naga itu melihat-lihat Wang Ci, “Waktu mu belum tiba nak, kamu sepertinya terkena ilmu segel kegelapan, selain itu ingatanmu pasti kacau akibat beredarnya 2 elemen api dan es, kamu pasti lupa semua ilmu yang diajarkan, jadi kelak jikalau kamu sudah sembuh atau memerlukanku, panggil namaku Pai Long, aku akan membantumu, dan Jikalau kita berjodoh, jadilah muridku dan akan kuajarkan Tapak Sakti Naga. “ ujar naga putih itu lalu pergi dan terbang.
Sementara Wang Ci seperti biasa otaknya agak lamban, malah kurang mengerti apa maksud naga, malah Mei Kui yang mendengarkan dengan terpana. “Hoki benar ini orang, !” Berdasarkan legenda, ada beberapa ilmu tapak sakti , dan berdasarkan urutannya adalah Tapak sakti biasa, Tapak Sakti elemen es dan Tapak Sakti elemen api, Tapak Sakti dari naga ,Tapak sakti penyucian dari ilmu Sakti Keabadian dan Tapak Sakti sang Pencipta, jurus yang bisa memutar membalikkan gunung.
Walaupun itu tingkatannya dalam segi kekuatan , namun di prakteknya setiap jurus banyak variannya dan juga dengan pasangan senjatanya. Lalu ada ilmu-ilmu sakti terkuat yang terkenal.
Dari Tapak Sakti yang terkenal adalah Tapak Budha, dari Tapak Es yang terkenal adalah Rembulan Perak, dari Tapak Api yang terkenal adalah Matahari Merah Membara, dari Tapak Naga yang terkenal adalah jurus pembasmi naga (Dragon Slayer), dari Tapak Penyucian yang terkenal adalah jurus pembasmi Siluman (Evil Slayer), dan tentu tak perlu dijelasin Tapak Sakti sang pencipta, hanya manusia yang diberi hak Khusus yang memilikinya.
Akhirnya Mei Kui dan Wang Ci keluar dari gua, menarik nafas panjang, lalu berjalan bersama beberapa lama setelah dekat tempat penginapan lalu berpisah jalan , kembali ke tempat masing2…
__ADS_1
”Ingat, jangan cerita apa2 ya, juga jangan cerita gendong menggendong!, kukebiri kau entar” ancam Mei Kui sambil lari cepat dengan ginkangnya yang sempurna. Wang Ci tak terlalu perduli, hidup saja saya sudah senang.. Enaknya bisa hidup lagi dibawah matahari.