
Pagi itu juga, para Tetua juga menerima surat dari kota raja. Para Tetua mendapatkan misi khusus, seorang pejabat ibukota meminta secara khusus agar Lembah Es dan Api membantunya mencari istrinya yang hilang diculik Siluman.
Singkat cerita sajalah, males penulis tulis panjang-panjang, cape… , istri Pejabat itu diculik oleh Siluman 10 tahun yang lalu, setiap tahun, siluman itu akan meminta tebusan di waktu dan tempat yang disepakati sambil menyertakan 1 jari dari istri pejabat itu, Ketika Waktu perjanjian tiba, Siluman itu akan membuka Kekai (pelindung) sehingga tempatnya berada bisa dimasuki untuk memberikannya tebusan yang berupa emas dan perak itu. Pejabat itu sangat mencintai istrinya, sudah 10 tahun lamanya isterinya hilang, namun ia tidak pernah mengambil wanita lain menjadi istrinya.
9 tahun pertama, ia selalu meminta murid dari berbagai perguruan yang sakti untuk membawa tebusan itu dan pergi membunuh siluman itu, tapi 9 tahun berlalu dan tidak ada satupun dari pendekar-pendekar sakti itu yang kembali. Kabarnya ilmu siluman di lembah itu sangat sakti mandraguna. Jadi di tahun ke 10 ini, ia ingin meminta murid-murid dari Lembah Es dan Api ke sana untuk membebaskan istrinya dan membunuh siluman itu.
Lalu semua murid dipanggil berkumpul , ditanyain siapa saja yang mau pergi. Semua murid keluarga Lim yang berdarah bangsawan tidak ada yang mau pergi, takut mati kayaknya. Wang Ci seperti biasa tidak mengerti apa2, ditanyain mau pergi ngak ke lembah siluman mengusir siluman, jawabnya langsung YES.. sambil tangan kanannya membentuk tanda Y. Kelihatannya keren bisa melihat siluman, pikirnya seperti biasa tak mengerti situasi.Para Tetua juga tak bisa berkata apa2, ini misi yang sangat berbahaya ,jadi kalau yang hilang si Wang Ci , yah tak ada tetua yang perduli.
Mei Kui yang melihat hal itu langsung mau ikut mengacungkan tangan, kacian Wang Ci nanti dimakan buaya pikirnya, tapi ditahan oleh Tetua Chen, Mei Kui masih perlu istirahat, jangan terluka dulu apalagi hilang. Akhirnya Hui Lien yang mengacungkan jari. Ia mau bersama dengan Wang Ci berdua, kapan lagi kalau bukan sekarang waktunya mengambil perhatian Wang Ci sebelum diambil Mei Kui.
Dari Keluarga Cang , Cang Bu Kie mengacungkan jarinya, ia memang pendekar gagah perkasa, tidak takut mati. Tetua Cang tidak bisa berbuat apa2 melawan ketegaran hatinya. Xiau Lin yang melihat hal itu langsung ikut mengacungkan jarinya, akan kuiikuti sampai kemanapun pujaan hatinya pergi, jangan-jangan selingkuh lagi. Dasar memang wanita , belum jadian saja udah dicurigai. Memang begitu sih sifat wanita !!…syuttt.. Penulis kabur sebelum digebukin pembaca wanita…
Tetua Liang yang jadi pusing, putri kesayangannya mau pergi misi yang beresiko sangat tinggi, tapi ia tak bisa tidak harus menerima, putrinya sendiri yang mau pergi. Keras kepala lagi. Ampun…Pusing….Pusing.. tempel koyo dulu ah…
Karena Wang Ci tak bisa jurus es dan api, maka oleh Tetua Lim dia diberikan sebuah pedang dari logam yang bagus, disarungkan di pinggangnya, sekarang ia terlihat seperti pendekar gagah perkasa. Itu pikirnya sih. Jadi Keren bawa pedang kemana-mana. Keliling-keliling pamerin.
__ADS_1
Akhirnya, mereka pun berangkat dengan memakai 2 ekor rajawali. Tempat yang dituju sangat jauh. 1 ekor dikendarai oleh Cang Bu Kie, Xiau Lin langsung deh duduk manis di belakangnya. Senang sekali dia, senyum-senyum terus tak jelas, 1 ekor lagi dikendarai Hui Lien, jadi Wang Ci karena tidak berilmu tinggi yang duduk dibelakangnya. Hui Lien terlihat senang, senyum-senyum tak jelas juga.
“ Ayo pegangan di pinggang yang erat Wang Ci , biar gak jatuh “ kata Hui Lien. Wang Ci tak bisa apa2 selain memeluk pinggang Hui Lien erat-erat agar tidak jatuh dan terbanglah 2 ekor rajawali itu ke udara dengan cepat sambil membawa tebusan emas dan perak untuk siluman itu. Di bawah Mei Kui terlihat cemburu melihat adegan itu.
Singkat Cerita mereka akhirnya sampai ke lembah siluman, pas waktu yang telah ditentukan , merekapun masuk ke dalamnya. Situasi di dalam lembah siluman sangat penuh hawa mistis, namun lembah itu indah , tidak seperti tempat menakutkan , kayaknya ini siluman berpendidikan tinggi. Semua terawat dengan baik dan indah.
Merekapun lalu menaruh emas dan perak di tempat yang telah ditentukan. Tetapi seperti pendekar yang lain, bukannya keluar dari lembah siluman, mereka malah bergerak maju menuju suatu bangunan megah yang ada di tengah lembah. Pasti di sana istri pejabat itu disembunyikan.
Belum tiba disana, mereka melihat sesosok mayat tanpa kepala menjagain jalan. Hebatnya, sosok mayat itu langsung memperagakan jurus sakti dari Shaolin, inilah jurus yang sangat hebat dan kuat, Genta Emas tingkat 10. Kelihatannya ini adalah pendekar sakti yang dulu kesini, namun kini dikendalikan siluman. Segera Cang Bu Kie , Xiau Lin dan Hui Lien bertarung sengit dengan mayat itu, Ilmu Genta Emas memang ilmu untuk bertahan yang sangat perkasa, semua pukulan tidak masuk tapi dipentalkan. Ngos Ngosan ketiga pendekar sakti itu melawan mayat tanpa kepala itu, kekuatannya tak habis-habisnya.
Selamat deh untuk Wang Ci berhasil mengalahkan mayat itu dengan gemilang. Hui Lien yang senang melihat kesempatan, segera memeluk Wang Ci dengan erat, sambil memberikan selamat kepadanya. “Untung kamu menemukan kepalanya dan membuangnya , kita sampai kehabisan tenaga melawannya, pujinya”
Wang Ci biasa saja nyahut, “Iya, kubuang kepalanya karena bau ,jadi tolong kamu jangan dekat-dekat ya, kamu juga bau mayat, Mandi kek sono di sungai ” ,Hui Lien kesel benar. Ini cowok gila, dipeluk cewek cakep saja belagu. Tapi dia semakin cinta malah. Aneh benar kan itu wanita ?..
Singkat cerita, akhirnya mereka bertemu dan bertarung dengan siluman penghuni lembah itu, Siluman itu mengeluarkan jurus yang sangat hebat, itu adalah jurus regenerasi , jadi begitu tangannya dihancurkan dengan energi api, eh tumbuh lagi, kakinya di hancurkan tapak es, eh tumbuh lagi. Selain itu tubuhnya ditusuk pedang pun tak mati-mati. Demikian terus menerus. Cape karena tak bisa menang, para pendekar mundur dulu mencari strategi. Siluman itu juga kelelahan, istirahat juga deh katanya. "Kita tanding lagi ya entar" sahutnya senang, "biasanya di sini sepi sekali."
__ADS_1
Kata Cang Bu Kie “Untuk mereka yang tak bisa mati karena ilmu gaib, kita harus membunuhnya dengan sesuatu yang mempunyai kekuatan gaib, satu-satunya cara adalah membuat senjata gaib. Cuma sekarang siapa yang bisa ? Wang Ci lalu ingat sesuatu, Ada yang berjanji bisa dipanggil kalau diperlukan.. “Woi..Pai Long, keluar kamu, saya tau kamu mengikuti aku terus dari awal perjalanan “, teriak Wang Ci, ternyata selama ini Pai Long terus mengikuti Wang Ci, Naga itu mau menjaganya. Pai Long udah ribuan tahun, tentu pengetahuannya luas. “Bagaimana membuat pedang Gaib ?” tanya Wang Ci kepada Pai Long yang muncul dari hutan.
Pai Long menyahut “Pedang Gaib itu yang bisa kubuat adalah pedang yang ditempa dengan nafas api naga, Pedang sakti itu akan mampu membunuh baik yang hidup ataupun yang mati , baik yang nyata maupun yang gaib”, lalu di tempat mereka sembunyi, Wang Ci mengeluarkan pedangnya , diacungkannya keatas dengan percaya diri , dan Pai Long dengan kekuatan apinya menempanya dengan membakarnya.
Lalu mereka memulai pertarungan lagi dengan Siluman itu, rencana disusun. Yang terpenting adalah menahan cakar siluman itu dan kakinya. Lalu Cang Bu Kie mengeluarkan jurusnya yang terhebat, inilah Tendangan Penghancur Karang. Dengan Kedua kakinya yang berelemen Api, dia menendang Cakar kedua tangan Siluman itu hingga hancur ,lalu Xiau Lin dan Hui Lien mengeluarkan jurus Tapak Es dari Utara, membekukan ke dua kaki Siluman sehingga tidak bisa bergerak, lalu sebelum cakarnya beregenerasi, Wang Ci membawa pedang lalu menusukannya ke tubuh siluman itu, Kali ini…Ahhhhhhhh……. Terdengar jeritan ketika siluman itu berhasil dikalahkan
Setelah itu ke 4 nya bergerak mundur cepat, sebab terjadi perubahan dari siluman itu, mukanya mulai menjadi halus, kerutan di tangannya dan cakarnya lenyap. Ternyata Siluman itu tak lain tak bukan adalah istri dari pejabat itu. Wang Ci yang baik hati tidak tega, segera ke depan, mencabut pedangnya lalu memangkunya.
Akhirnya dalam keadaan terluka parah sebelum meninggal , istri pejabat yang setia itu bercerita bahwa ia dan pejabat itu saling jatuh cinta, tapi ternyata siluman dan manusia tidak bisa bersatu, setelah 10 tahun bersama, pejabat itu mulai sakit-sakitan terkena hawa siluman, jadi akhirnya dia terpaksa harus pergi kalau tidak tentu pejabat itu akan mati, namun pejabat itu memiliki cinta yang sejati, ia pernah bersumpah kepadanya, kalau ia tidak akan pernah mau menikah dengan wanita lain, ia hanya cinta kepada istrinya, dan jikalau istrinya pergi meninggalkannya atau meninggal, ia akan memilih untuk mati saja, dan benar, ia menepati janjinya tidak pernah menikah lagi walaupun istrinya telah menghilang 10 tahun lamanya.
Cinta sang istri yang juga sejati tentu tidak mau melihat suami yang dicintainya mati, Lalu ia mengarang cerita bahwa ia diculik oleh siluman dan meminta tebusan setiap tahun, makanya pejabat itu tetap mau hidup dan mengirim para pendekar untuk mencari istrinya. Kini semuanya sudah ketahuan, ia meminta agar jasadnya dibawa kembali ke Pejabat itu, biar dia bisa tetap bersamanya kembali, minimal jasadnya akan menemaninya sampai mati. Hiks..hiks.. sedih sekali , Ke empat pendekar berlinang air mata mendengar cerita cinta sejati yang sedih ini.
“Pedangnya sekarang telah menjadi pedang sakti, bagusnya kuapain nih ?” tanya Wang Ci pada Pai Long. “Minta Xiau lin agar memasukkan pedang itu ke dalam batu saja, dalam penglihatan saktiku, nanti ribuan tahun kemudian akan ada seorang yang memerlukan pedang ini ” Kata Pai Long
Benar, ribuan tahun kemudian, seorang yang terkenal dengan nama Arthur Pendragon yang mencabut pedang itu dari batu, Pedang itu kemudian diberi nama : EXCALIBUR.
__ADS_1