
Sang wanita berdiri, tubuhnya terlihat memerah, ternyata ia telah berhasil menyerap ilmu sakti api abadi yang dipelajari pendekar Wang di lahar di bawah bumi. Ternyata inilah yang dicari oleh sang Wanita dari awalnya. Sayang sang pendekar Wang terlambat menyadarinya. Ternyata Sang Wanita bukan hanya mau balas dendam, tapi juga mengincar ilmu sakti yang dipelajarinya ketika ia terjatuh di gua dekat magma bumi dan mendapatkan ilmu2 yang sakti dari tulisan di dinding gua.
“Akhirnya, dengan kekuatan api, maka titik2 aliran tenaga yang selama ini yang tak bisa dibuka dengan elemen es akan terbuka.!!!” , ha ha ha ha , teriaknya sekuat tenaga. Pendekar Wang terlihat tak bertenaga hanya melihat dalam kelelahan setelah kekuatan inti elemen api yang didalam tubuhnya tersedot keluar…
Untuk pencapaian tingkat diatas sempurna, Sang Wanita telah menggabungkan dua tenaga berlawanan yang didapatnya. Yang pertama adalah inti es, ilmu yang dipelajarinya di gua es jauh diatas gunung yang sangat tinggi. Yang kedua adalah inti api yang disedotnya dari Pendekar Wang, suaminya.
Mungkin inilah kenapa selama ini manusia tak bisa mencapai kesempurnaan dalam elemen jurus, itu karena manusia hanya mampu mempelajari satu elemen saja, akibatnya titik2 nadi tenaga yang terbuka hanya berkisar di sana saja, namun dengan mendapatkan kekuatan elemen yang kedua, titik2 kekuatan yang lainnya yang tak pernah bisa dibuka telah terbuka. Akhirnya, melalui raungan gaib yang teramat sangat dahsyat, Mei Chan sang Wanita itu telah berhasil naik setingkat lagi kekuataannya, sekarang ia sudah mencapai tingkat yang lebih dari sempurna. Serasa sudah menyamai dewa.
Saatnya jurus elemen yang tertinggi, Saatnya menuju perubahan.
Mei Chan segera merapal jurus yang susah dipelajari itu, yang kabarnya hanya bisa dipelajari oleh manusia-manusia yang langka yang mendapatkan berkat alam setiap 10.000 tahun sekali. Ilmu manusia setengah dewa.
“Kedinginan mencapai puncak”
“Alam semesta menyatu dalam jiwa”
“BULAN PERAK menjadi saksi kesaktian tubuh dan jiwa”
Tangannya kuat menggenggam golok Iblis, ditancapkan ke bumi, Lalu serasa kekuatan alam tersedot dari tanah, meliputi seluruh tubuh Mei Chan. Begitu agung dan megah, Akhirnya, JURUS DAHSYAT dirapalkan, Begitu jurus dikerahkan, semua tubuh Mei Chan terbungkus menjadi ES dalam posisi semedhi. Waktu Berlalu….. dan berlalu…Ini lah jurus diatas kekuatan manusia, mengambil kekuatan alam semesta, perlahan di dahi Mei Chan timbul tanda berupa bulan sabit berwana perak, itulah tanda MEI CHAN udah menyempurnakan ilmu SAKTI REMBULAN PERAK.
Es yang menyelubungi tubuhnya lalu terpecah, dari dalamnya keluarlah Mei Chan, berdiri tegak megah. Tubuh Mei Chan berubah menjadi putih seputih salju. Rambutnya memutih, alisnya memutih, matanya menjadi putih berkilat-kilat bagaikan perak. Ilmu saktinya telah sempurna, ia bahkan tak memerlukan Golok Iblis lagi, Golok dan Pedang dilemparkannya sehingga menghujam ke batu di tebing. Dalam kesempurnaan ilmu, Senjata setangguh Golok Iblis ataupun Pedang Maha Dewa pun hanyalah beban saja.
__ADS_1
“Sekarang saatnya mencoba jurus ini kepada Suamiku yang tercinta!! Hi hi hi hi” senyum menyeringai di mulut MEI CHAN, terlihat cantik namun sangat mematikan. Hawa membunuhnya bekobar-kobar semakin kuat dan kelam.
Sang Pendekar Wang lagi bersemedhi , cepat memulihkan kekuatannya selagi Mei Chan menyempurnakan ilmu rembulan perak, Tak disangka siang sudah menjelang. Tak terasa mereka telah melewati malam dan pagi. Matahari telah muncul dalam teriknya. Tanpa disadarinya, kekuatan dingin yang terserap olehnya dari hubungan badan dengan Mei Chan ternyata membawa dampak juga kepadanya, segera dia ingat sebuah jurus yang tak bisa dipelajarinya di dalam gua. Di sana tertulis, hanya kepada yang berjodoh yang dapat mempelajarinya. Akankah ia berjodoh dengan ilmu langka ini ?
Jadi ia juga merapal jurus sakti ini sambil memulihkan dirinya, ditambah dengan teriknya matahari dari pagi ke siang, perlahan matanya menjadi merah, tanda kekuatan elemen api yang di dalam tubuhnya telah mulai terguncang, dengan cepat tubuhnya yang terbenam di dalam tanah menarik kekuatan panas dari bumi dan dari matahari. Panas terasa menyengat seiring pengerahan kekuatan api yang terus meningkat.
Mei Chan tak mau membuang waktu, segera merapal jurus rembulan perak yang maha sakti,
“Dingin nya alam semesta, membawa es abadi”
“Dingin nya es tak sedingan dinginnya hati ini”
Jurus yang sangat hebat dikerahkan, Sejalur hawa dingin dengan kekuatan puncak langsung menghajar sang pendekar sakti, dan akibatnya langsung terlihat, semua menjadi ES, demikian juga sang pendekar terlihat membeku jadi patung manusia ES.
Mei Chan perlahan membalikkan badannya “ha ha ha ha”, Akulah Pendekar tersakti sejagad.. Teriaknya seperti auman, namun terasa kering, antara seringai dan tetesan air mata, sebab ia telah membunuh Suami yang dicintainya sendiri. Kini akankah ia kesepian sendiri walau ia akan bergelar sebagai pendekar sakti tanpa tanding ?
Namun yang tak disangka tak diperkirakan oleh Mei Chan, Tiba –tiba Pendekar Wang yang telah beku meledak, es pecah berantakan, terlihat tatapan matanya terlihat kosong melompong, pikirannya telah menjadi hampa, antara kesedihan, kepedihan akibat perbuatan Istrinya yang bahkan berniat membunuhnya. Perlahan air mata hangat mengalir di pipinya, otaknya menjadi kacau akibat kesedihan yang sangat mendalam. Hatinya perih luar biasa.
Lalu sang pendekar melesat tinggi ke angkasa, lalu bersemedhi di antara langit dan bumi, menarik kekuatan panas yang sakti dari matahari, perlahan tapi pasti, sebuah tanda MATAHARI MERAH muncul di keningnya, ilmu sakti yang telah lama hilang dari peradaban dunia itu kini telahpun berhasil dikuasainya. Inilah ilmu SAKTI MATAHARI MERAH MEMBARA.
Mata sang pendekar menjadi merah, seluruh tubuhnya menjadi merah, namun kekalutan hatinya membuat rambutnya menjadi putih. Kini ia diliputi kekosongan, tinggal takdir yang harus dijalaninya, yaitu pertarungan Api dan Es. Ilmu Sakti Matahari Merah adalah lawan tanding dari dulu dari Ilmu Sakti Rembulan Perak. Tanpa dikoordinir, ia mulai merapal jurus matahari merah, terlihat tangannya mulai memerah lalu berpijar bagaikan lava.
__ADS_1
“Ilmu sakti Matahari Merah “
“Membakar seluruh jiwa dan raga”
“Kekuatan Api yang abadi!!!!!!”
Teriakan Sang Pendekar membahana di angkasa.
Sang Wanita terkejut melihat keatas, tapi ia tak langsung lengah, Dengan tenang ia juga merapal jurus sakti rembulan perak. Tangannya menjadi putih bagaikan es. Kedinginan meliputi seluruh wilayah di dekatnya.
Akhir nya Tanpa dapat ditahan lagi, Sang Pendekar mengerahkan jurus sakti Mahatari Merah, Sang Wanita mengerahkan jurus sakti Rembulan Perak. Lalu keduanya mulai menyerang dengan kecepatan yang tidak dapat dibayangkan. Tapak Es penuh ilmu sakti rembulan perak dan Tapak Api penuh ilmu sakti Mahari merah.
Tiba-tiba “Papa, Mama” , seorang anak kecil yang berumur sekitar 10 tahunan muncul di tengah-tengah pertarungan itu, Gawatnya ilmu sakti yang sangat hebat telah dikerahkan, tak bisa ditarik lagi, akibatnya tapak Matahari Merah menghantam kepala dan tubuh sang anak, di sebelahnya lagi kepala dan tubuh sang anak terkena jurus sakti Rembulan Perak.
Bagaimanapun gilanya , sang pendekar dan sang wanita segera tersadar, anak mereka telah terkena jurus dari mereka, lalu dengan segenapa kekuatan , sisa kedahsyatan jurus diikerahkan ke kaki untuk mengurangi daya dorong yang di tangan, namun kekuatan yang maha dahsyat itu malah membelah tempat meraka berpijak, akibatnya tanah retak dan mereka jatuh ke dalam jurang yg sangat dalam.
Ketika sepasang kekasih ini terjatuh, Kesadarannya malah pulih, Sisa waktu hidup mereka telah dekat ,namun anehnya cinta kembali menyatukan dua insan di ambang maut ini, Sang Pendekar dan Sang Wanita segera saling berpelukan, keduanya dengan sebelah tangan menahan jatuhnya anak mereka, lalu dengan tenaga dorong yang hebat melontarkan sang anak ke atas lagi. Sementara ketika manusia sudah dalam ketidak berdayaan, kedua manusia itu akhirnya saling memaafkan.
“Kelihatannya Kita harus pergi akhirnya sayang“ Sang pendekar menatap sendu sang wanita, kesadarannya telah pulih. Dengan rambut putihnya, ia terlihat begitu mengagumkan. “Iya, seperti nya harus berakhir begini ya sayang” Sang wanita yang ada dipuncak kecantikannya tersenyum pasrah. Akhir di dalam dekatnya alam kematian, cinta mereka berdua kembali membara. TAKDIR memang tak terelakkan dalam kehidupan ini. Keduanya berciuman dan berpelukan sementara tubuh mereka berdua melayang ke bawah menuju jurang yang dalam dengan sungai dan bebatuan yang siap menghadang dan meluluh lantakkan tubuh mereka.
Siapa yg tau akhir hidupnya, Siapa yang tau jalan hidupnya, sesungguhnya semua hanya sementara dan sia2. Apakah arti dari ilmu tertinggi ? Apakah ada artinya Gelar tiada tanding tiada banding ?
__ADS_1