Pendekar Maha Sakti

Pendekar Maha Sakti
Prahara Cinta Pendekar Sakti


__ADS_3

“Mei Kui , seharusnya kamu belum boleh mengeluarkan pedang es inti utara itu dari sarungnya, sebab minimal kamu harus menguasai elemen es pelangi tingkat 7 baru bisa, akibatnya sekarang tubuhmu terluka, kekuatan nadimu menjadi kacau , perlu waktu lama untuk menyembuhkannya” , Tetua Chen menceramahi Mei Kui yang dianggapnya ceroboh.  Seharusnya tadi , pedang jangan dikeluarkan dari sarungnya, dengan itu saja udah sangat ampuh melawan jurus yang kuat dari manapun, tapi Mei Kui lupa diri, akibatnya ia sekarang menderita luka dalam yang serius.


Dalam pikiran Mei Kui.. “Gara-gara Wang Ci ******* itu, dia terus menerus kasih perhatian ke Xiau Lin, tiba-tiba hatiku kokjadi sakit , akhirnya konsentrasiku jadi kacau balau.!” , tanpa sadar apakah Mei Kui mulai menyukai Wang Ci ? Apakah cinta mulai bersemi, tak ada yang tau, Cinta itu penuh misteri, jangan tanya penulis, tanya saja rumput sono.


Lalu di sebuah ruang khusus, Mei Kui akhirnya semedhi dengan khusuk untuk menyembuhkan dirinya sementara di belakangnya tetua Chen mengalirkan aliran tenaga murni untuk membantu penyembuhan tenaga dalamnya.


Sementara itu di keluarga Liang, Xiau Lin dengan keciwa mengabarkan kekalahannya yang menyakitkan kepada papanya. “Sudalahlah, tak apa2, kamu harus lebih rajin belajar lagi. Lawanmu itu memang lihai luar biasa “ bujuk papanya dengan bijaksana. Tapi Xiau Lin yang manja seperti biasa merajuk dan terlihat tak nafsu makan. Ingin ia menjadi lebih sakti lagi, namun Pedang Es  Mei Kui yang kabarnya dari sang Pencipta  terlintas terus dipikirannya, “Mei Kui jago mungkin karena pedang Sakti itu, kungfunya mah biasa2 saja tuh , Malu ah kalah di depan pujaan hatinya Cang Bu Kie, Lagi pula ******* juga tuh si Cang Bu Kie, kok sering banget liatin Chen Mei Kui, dasar cowok, lihat yang cakep dan mulus saja pasti deh otaknya rusak ” pikirnya cemburu. 

__ADS_1


Kesel, ditendangnya dinding kamarnya.  Bukkk… Wang Ci yang melihatnya malah menggoda wanita pujaan hatinya itu.. “Kalah nih yee”.. Langsung Xiau Lin tendang dinding kamar kencang-kenceng .. Buk… Buk… , “Woi… hati-hati rubuh ntar “ canda Wang Ci.


Tetua Liang tentu saja merasa keciwa dengan kekalahan Xiau Lin, sebab dialah yang diharapkan agar membuat keluarga Liang minimal ada muka dengan keluarga lainnya, sayang baru babak ke 2 udah bertemu dengan Mei Kui yang tangguh dan bersenjata sakti. Habislah sudah semua murid keluarga Liang , baru sampai babak ke 2. Kemudian dia ingat si pecundang Wang Ci, kok tidak bertanding sama sekali.?


“Woi, sini kau Wang Ci, kenapa tidak pibu ? “ galak Ketua Liang, Wang Ci cuma bisa garuk-garuk kepalanya, “Tidak bakal menanglah tetua, saya kan lagi terluka, ngalah saja lah ” katanya lirih sambil menyembunyikan kepalanya terus memberikan no undian pibu nya ke Tetua Liang. Dapat no. terakhir nih.. no. 25.. no buncit. He he he. Nyengir Wang Ci gembira dapat nomor buncit. Otak Wang CI memang beda dengan yang lain. Tapi Tetua Liang malah melotot melihat no. itu. Sambil memegang kepalanya dia berkata, “Ya ampun, ternyata yang lolos ke babak ke 3 malah Wang Ci yang payah. Ini benar-benar tak bisa dipercaya.”


Besoknya undian pibu dilakukan lagi, murid yang tersisa untuk pibu berarti 12 orang + Wang Ci. Wang Ci biasa  santai  saja ikut undian pibu, otaknya kan kosong. Eh  ketemuan di jalan dengan Chen Mei Kui.. “Hai, Pagi, gimana harimu Mei Kui ?” sapa Wang Ci , Biasa Mei Kui dengan semua cowok pasti berlalu dengan angkuh, tapi sama Wang Ci malah sibuk bercanda dengan gembira. “Super Sekali Wang Ci”, kata Mei Kui meniru acara Tv.. eh lupa.. kan belum ada Tv di sono. 

__ADS_1


Cang Bu Kie juga ikut undian, dan biasalah cowok normal, sering banget mencuri perhatian ke Chen Mei Kui yang cantik luar biasa, disampingnya ada Xiu lin yang seperti biasa ikutin Cang Bu Kie cemburuan. Maklum insting wanita itu memang peka luar biasa. Xiau Lin melihat tanda-tanda tak beres nih pada Cang Bu Kie. Tapi itu biasa lah, cowok normal itu. Kalau udah tak melirik cewek cantik, baru deh gak normal, cewek mah suka cemburuan tak jelas.


Ambil nomor.. Wow.. Wang Ci dapat no.1… gembira benar.. Asyik , kali ini no satu… “ Mei Kui , kamu dapat nomor berapa ? “, Mei Kui di sampingnya mengambil no dan dapat no.2… “Asyik, no kita berderet ya…” kata Wang Ci. Mei Kui di sampingnya malah merenung. “Pibu entar, berarti Kamu jadi lawanku lho? “ , Wang Ci seperti biasa baru ngeh,  “Oh.. No.1 lawan No.2 ya?” , “ ya udah Mei Kui, kamu harus mengalah ya sama ku, Awas,  kalau tidak kuceritain rahasiamu entar”  canda Wang Ci tersenyum simpul sambil berlari-lari dikejar-kejar Mei Kui yang berlari-lari kecil mau menjitaknya.


___________________________________


#Maaf Jika Ada Kesalahan Kata Atau Typo, Soalnya Saya Lagi Buru-buru nulis nya hehe

__ADS_1


#Maaf Jika Chapter ini Pendek Sesuai Yang diatas saya lagi Buru-buru


Terimakasih buat yang sudah mau mampir dan baca di novel ku ini :)


__ADS_2