
Sementara alam terasa begitu sunyi, sesunyi hati para murid dan tetua lembah es dan api. Semua berpikir dan berpikir, namun jawabannya hanya satu, harus menang . Waktu terus berjalan, tik tok tik tok. Detik berganti detik, menit berganti menit. Waktu yang sebentar menjadi begitu lama jika ditunggu, terkadang waktu terasa berjalan begitu cepat, terkadang terasa begitu lama. Semua itu tergantung hati manusianya.
Di lembah es dan api dibuatlah 2 arena yang terpisah cukup jauh , 1 untuk arena pertarungan Mei Kui, 1 lagi untuk pibu memperebutkan lembah es dan api. Karena memang rata-rata murid lembah es dan api dibawah 25 tahun, maka semua Tetua dan semua murid ada di tempat arena pibu ke 2, sementara di arena pibu 1 cuma ada Mei Kui saja sesuai perkataan Mei Lan untuk pertarungan nyawa 1 lawan 1.Di tempat yang agak jauh, dibuatkan tenda-tenda untuk menolong mereka yang terluka.
Akhirnya waktunya tibalah, semua penghuni lembah es dan api jantungnya berdegup kencang. Hari yang menghebohkan itu tiba, Chen Mei Kui yang penuh percaya diri dengan gaun biru langit nya yang indah, di punggungnya terselip pedang Inti Es dari Kutub Utara, rambutnya yang panjang melambai indah di bawah angin sepoi-sepoi, melangkah dengan anggun menuju ke tempat arena no.1 , saat itu begitu tenang, cuaca begitu cerah, seakan-akan mau menjadi saksi pertandingan dua pendekar wanita yang maha sakti ini.
Di arena no.1 belum terlihat tanda-tanda kedatangan lawan. Mei Kui tiba dulu di pinggir arena, sementara di belakang ternyata diam-diam diikuti oleh Wang Ci yang ternyata dilupakan oleh semua orang. Toh percuma diajak pibu, ilmunya rendah. Mendingan lihat jurus-jurus sakti dari pendekar sakti yang cantik bertarung, apalagi ini Chen Mei Kui, kekasihnya yang maha sakti pikir Wang Ci.
Tiba-tiba sesosok tubuh dengan ringan seperti terbang langsung berdiri di atas arena. Lagi-lagi memakai baju hitam dan tutup kepala sehingga hanya 2 matanya saja yang terlihat. “Kamukah yang memiliki jurus 7 warna pelangi ?” ujar wanita itu
“Ya, benarkah kamu Mei Lan adikku yang hilang ? “ tanya Mei Kui perlahan. Mei Kui yang telah mendengarkan cerita maminya tentu merasa sedih adik kembarnya dibawah ilusi dan sihir ,tidak mau menunggu lama, dengan ilmu ginkangnya yang tinggi, ia seperti terbang juga menuju tengah arena.
__ADS_1
“Berarti kamu harus mati!! ” teriak wanita itu penuh dendam membara. Sepertinya otaknya udah dicuci dan ia di bawah pengaruh sihir sehingga tak mengenali Mei Kui.
Lalu terjadilah pertarungan antara Wanita berbaju hitam itu dengan Mei Kui, pukulan demi pukulan sakti dengan elemen inti es saling dilontarkan, suhu di arena langsung terasa begitu dingin mencekam, kelihatannya seimbang. Puluhan jurus dilontarkan untuk menguji tingkat kesaktian lawan. Wang Ci yang dag dig dug melihat pertarungan ini dari persembunyiannya.
Wanita itu lalu segera merapal jurus yang hebat , Mei Kui tercekat, ini jurus “ Tarian bidadari dari surga” yang sangat langka. Pusaka dari keluarga Chen. Namun Mei Lan memainkannya bagaikan "Tarian Iblis dari neraka", penuh dengan kengerian dan hawa pembunuh yang pekat. Mei Kui jadi yakin wanita itu adalah Mei Lan yang dibawah pengaruh sihir dan ilusi kegelapan.
Terlihat ia mulai menari-nari dengan cepat namun mengandung kekuatan sihir mengelilingi Mei Kui, tubuh wanita itu mulai menghilang menjadi bayangan dan bayangannya terus bertambah sehingga mencapai 10 bayangan, jadi seolah2 ada banyak sekali lawan . Tarian ini sangat berbahaya, sebab arah serangan tidak terduga.
Mei Kui tak mau kalah, dia mengeluarkan jurus "Tarian Bidadari dari surga", begitu indah, walaupun itu jurus yang sama, terlihat seperti 10 bidadari muncul untuk bertarung. Akhirnya pertarungan lebih mirip latihan saja, 10 iblis vs 10 bidadari. Dan karena ilmu dari Mei Kui adalah jurus yang asli dan murni, terlihat Mei Kui lebih unggul sedikit. Wanita itu terpukul mundur oleh pukulan bidadari Mei Kui.
Kekuatan Inti Es dengan kekuatan besar siap untuk dikerahkan. Tubrukan 2 kekuatan sakti tak bisa dihindari. Bum… Terlihat Mei Kui mundur 3 langkah ke belakang, sementara lawan terlihat cuma mundur 2.5 langkah ke belakang. Tingkat kekuatan lawan seperti perkiraan diatas Chen Mei Kui.
__ADS_1
Chen Mei Kui berniat mengakhiri pertarungan ini dengan segera, ia langsung mengeluarkan Pedang Inti Es dari Kutub Utara dari punggungnya, dikerahkannya segenap tenaga saktinya untuk melumpuhkan wanita berbaju hitam itu, 7 warna pelangi yang muncul di tangannya semakin bersinar cerah tanda tingkat kekuatan tertinggi telah dikeluarkan, Tenaga hawa saktinya disalurkan ke pedang inti es dari Kutub Utara, terlihat pedang Inti Es dari Kutub Utara berkilat-kilat tanda telah dipenuhi oleh hawa murni Mei Kui. Kedahsyatan jurus ini tak kira2...Hiatt… teriak Mei Kui.
Wanita berbaju hitam itu tak juga menunjukkan tanda-tanda gentar, ia juga mengambil pedang di punggungnya, menyalurkan tenaga ke pedang itu sampai berkilau-kilau juga. Terlihat di tangannya tujuh warna pelangi muncul dengan cepat tanda ia pun serius dan sudah memakai kekuatan puncak kesaktiannya
Dalam sepersekian detik berikutnya 2 puncak kekuatan dimuntahkan. Terlihat begitu indah seandainya ditayangkan dalam gerak lambat, Tubrukan 2 energi dari 2 pendekar maha sakti itu di udara tak bisa dihindarkan. Energi dingin berhamburan kemana-mana, membuat hati yang melihatnya menjadi begitu dingin.
Namun Mei Kui yang menyerang dengan penuh keyakinan akan menang yang terkejut, sebab ternyata kekuatan aliran energi es 7 warna pelangi dari pedang lawan jauh lebih kuat dari kekuatannya, bagaimana mungkin ? Sebab ia telah memakai pedang inti es dari Kutub utara yang bisa melipat gandakan kekuatan energi inti es ?
Tapi kenyataan tak bisa dipungkiri, Jurus dan Elemen es dari Mei Kui yang kalah , lalu kekuatan lawan menghantam tubuh Mei Kui, Pedang Es inti dari Kutub Utara terlepas dari tangannya , Mei Kui terluka dalam serta memuntahkan darah segar, Mei Kui meringkuk lemah di arena. Mukanya memandang ke lawannya penuh keheranan seolah ia tidak percaya ia telah kalah. “ Tak mungkin, Tak mungkin kamu bisa mengalahkan Pedang Inti Es dari Kutub Utara! “ , Bagaimana mungkin Mei Kui yang telah sangat sakti dan menggunakan Pedang Inti Es dari Kutub Utara bisa dikalahkan ?
Terlihat wanita berbaju hitam itu mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, pedangnya ternyata seperti pedang Mei Kui, hanya dari patahan kristal es tanpa berbentuk pedang. Ya ampun, wanita itu ternyata memegang Pedang Inti Es dari kutub Selatan.
__ADS_1
Ternyata pecahan kristal dari sang pencipta ada dua, , satu di kutub utara dan satu di kutub selatan. Entah bagaimana caranya tapi wanita itu memiliki Pedang Inti Es Kutub Selatan.
Wang Ci yang sembunyi tak percaya melihatnya. Mei Kui mukanya sampai pucat ketika berkata dengan lirihnya, “ Pedang Inti es dari Kutub Selatan. ! “ Benar-benar di luar rencana Tetua Chen.