Pendekar Maha Sakti

Pendekar Maha Sakti
Keanehan Wang Ci


__ADS_3

Dari keluarga Cang, ada seorang yang gagah perkasa, namanya Cang Bu Kie, anak ke-2 dari tetua Cang, sifatnya rendah hati dan penyabar,  berani dan suka menolong. Ilmu Apinya juga sangat sakti, terkenal dengan tendangan Ular api nya. Cang Bu Kie yang supel dan dinamis memang mudah bergaul dengan siapa saja dan menjadi pujaan banyak wanita, Tampan, Sakti, rendah hati, penyabar, pandai bergaul, sepertinya lengkaplah sudah semuanya ada di Cang Bu Kie.


Ia adalah salah satu yang ditakuti di pibu sebab ilmu tendangannya sangat lihai , jurus-jurusnya sangat mumpuni, tenaga sinkang dan ginkang udah sulit diukur tingginya. Xiau Lin ternyata adalah temen kecilnya Cang Bu Kie, Dari kecil mereka sering bermain bersama, makan bersama, bercanda bersama serta tumbuh bersama. Sekarang mereka berdua telah tumbuh menjadi pendekar yang gagah perkasa, dan tak heran jikalau ada benih2 cinta tumbuh di hati mereka berdua. Setiap pibu Cang Bu Kie, Xiau lin terlihat ada di sana melihatnya.


Lalu bagaimana nasib cinta Wang Ci yang diam2 menyukai Xiau Lin ? kira-kira bagaimana ya ? jelas Wang Ci kalau dibandingkan dengan Cang Bu Kie… jauhhh….lah.. terpaksa rasa suka ini harus dipendam jauh2 di dalam dada.. ahhh..


Lalu kita kembali ke cerita pertarungan pendekar kita Wang Ci, yang mendapatkan pibu di arena no.4 juga , jadi setelah Xiau Lin bertarung setelahnya adalah Wang Ci yang pibu, dan lawannya juga dari keluarga Chen , Langsung tanpa ba bi bu, seorang wanita yang manis , berpenampilan menarik naik ke atas arena disertai sorakan penonton yang bergemuruh. 


Sepertinya kecantikannya cuma kalah segaris oleh Chen Mei Kui, namanya adalah Hui Lien, Tak lama kemudian pendekar kita Wang Ci naik perlahan sambil memandang ke tanah dengan gontai, diikuti suara “uhhhhhhh” dari penonton. Ingin rasanya dia kabur dari arena, namun apa daya, ini adalah tugas yang harus dipikulnya sebagai murid dari keluarga Liang. 


Hui Lien berumur sekitar 19 tahun, pada test batu Kristal saja mendapat nilai 8, Lawan yang tangguh sekali untuk Wang Ci., Hui Lien dengan mudahnya mengambil air dari tempat yang disediakan lalu diolah menjadi pedang Es yang tangguh , terlihat kokoh dengan panjang sekitar 1 meter.  Tajam berkilau dan bening bagaikan inti es utara. 

__ADS_1


Sementara Wang Ci berusaha dan berusaha eh es nya gak jadi2, keciwa ,kesel dan malu plus grogi di depan cewek cantik lagi, akhirnya matanya melirik melihat kesana kemari, eh ada pedang es yang patah yang dimiliki oleh lawan Xiau Lin, belum mencair,  Ok deh. Gak ada rotan , akarpun jadilah pikir Wang Ci, pedang buntung itu dipungutnya.  Malu benar deh liatnya. Pibu ini penontonnya banyak benar lagi. Benar-benar mau kabur rasanya.


“Mulai Pibu” Tetua Lim memberi aba-aba, segera pertarungan dimulai, 


Hui Lien yang baik hati, merasa iba dengan Wang Ci hanya mengerahkan tenaga 1/5 saja, tapi sudah membuat Wang Ci bergeliat kayak cacing kepanasan, menghindar ke sana kemari karena  pedang buntungnya tentu tak bisa dipakai untuk melawan, hanya untuk bertahan. Waktu terus berlalu, dan jurus-jurus telah dikeluarkan, namun tentunya sang wanita juga kesel plus cape, ini lawannya lari-lari melulu. 


Ia jadi ingin cepat2 menyelesaikan pibu ini, lalu ia mulai meningkatkan kekuatannya sampai puncak, ia merapal  Jurus es yang sangat hebat. Inilah jurus "Jarum es penyayat sukma"  yang berhasil dikuasainya melalui latihan yang berat selama 5 tahun. Jurus yang cocok buat lawan yang suka kabur ke sana kemari. 


“Mampus gue, kata Wang Ci” tak bisa berbuat apa2 lagi, yang penting lindungi kepala deh. Jurus melindungi diri ala kura2 ninja. Ia lalu telungkup dengan kepalanya disimpan diantara kakinya, tanpa ampun Hui Lien melihat targetnya udah tak bergerak di tengah arena, langsung mengarahkan jarum-jarum es yang penuh energi es  untuk menghantam punggung Wang Ci, jubahnya langsung  berlobang di punggung, tapi anehnya jarum-jarum itu sepertinya meresap ke dalam punggung Wang Ci lalu menjadi uap yg sangat banyak sehingga arena pertarungan menjadi kabur oleh uap, dan di sana tiba-tiba huruf2 aneh yang di punggungnya mulai bersinar, kekuatan Es dan api yang tersimpan di tubuhnya seakan-akan mau meledak sehingga membuatnya mulai kehilangan kesadaran. 


Hui Lien turun ke tengah arena, mengira ia sudah menang,  namun di sana dia melihat dalam kabut uap, perlahan Wang Ci mulai berdiri, namun ada yang aneh, matanya terlihat berwarna merah dan biru. Aneh, “Halusinasi kabutkah ?”

__ADS_1


Wang Ci tiba-tiba merasakan otaknya bekerja cepat sekali, merekam semua peristiwa dan jurus yg dilihatnya sebelumnya, lalu mulai dianalisanya. IQ nya tiba-tiba menjadi 200 tanda ia menjadi super Jenius. Pertama jurus Xiau Lin, Pembentukan PEDANG. Pedang buntung di tangannya lalu diangkat tinggi-tinggi ke langit , lalu ia mengikuti gaya Xiau Lin, gerak tubuh dan gerakan tangannya , menarik nafas terus menarik embun-embun pagi dari pohon dan rumput, Pedang ditangannya terbentuk lagi. Membentuk pedang yang kuat dan kokoh namun menakutkan. Semua terjadi dalam waktu yang sangat singkat.


Hui Lien terkejut melihat hal itu, kok tiba-tiba ilmu Wang Ci jadi meningkat drastis , apa dari tadi berlagak bloonkah dia ? detik berikutnya ia lebih kaget lagi melihat Wang Ci mulai merapal jurusnya sendiri, Gerakan tubuhnya dan tangannya  meniru dirinya dalam  “ Jurus Jarum Es Penyayat Sukma”, HAH ? Oh No!! pikirnya..bagaimana mungkin Wang Ci bisa jurus itu, itu jurus yang dilatih oleh nya selama 5 tahun dengan bersusah payah. Detik berikutnya terlihat  dari jarak dekat ujung pedang Wang Ci menghamburlah jarum-jarum es kearah dia, segera menyambar seluruh tubuhnya, dan detik berikutnya ahh.. Semua pakaiannya hancur oleh Jarum Es, sedangkan Jarum Es memang tidak akan berpengaruh ke tubuhnya karena ia memiliki ilmu es dan singkang yang tinggi sehingga bisa ditangkisnya, Terbengong2 dia melihat jurusnya dilakukan dengan sempurna oleh lawannya, mimpikah dia ? Dan baru sadar dia kalau ia udah tak memakai apa2 lagi, dan gawatnya kabut uap mulai sirna.


Dalam kegalauan dan ketidak berdayaannya, seperti wanita umumnya, ia kebingungan memikirkan nasibnya, malunya dan air mata tak terasa mulai menetes di pipinya,  tiba-tiba ia merasakan kehadiran Wang Ci di sampingnya, dengan lembut memandang tepat ke matanya, membuka jubahnya yg berlobang di punggungnya  dan memberikannya kepadanya. Tanpa pikir panjang Hui Lien segera mengambil jubah Wang Ci, memakainya dan kabur dari arena ke penginapannya dengan ilmu ginkangnya yang tinggi. 


“Terima Kasih” gumamnya,  sebab dia tidak melihat Wang Ci melihat tubuhnya yg tidak berbusana dengan pandangan cabul, namun malah terlihat tulus dan menawan dan penuh iba,  tanpa disadari olehnya, sebentuk kekagumanan pun tumbuh di hatinya, apakah itu tanda2 cinta mulai tumbuhkah ? Siapa yang tau, cinta tidak tau kapan akan datang dan kapan dia mau pergi. Cinta hanya misteri. Hanya rumput yang tau.. Lho ??


“Hah ???” penonton kebingungan, sebab setelah kabut uap hilang, yg tersisa hanya Wang Ci, berdiri dengan kokoh di arena , Cuma memakai celana saja. Tampangnya kebingungan, Apa yang terjadi ? Potongan kain bersebaran di arena,  Lalu perlahan berjalan turun, memberi salam ke kiri dan ke kanan, diikuti suara “buuuuuuu” dari penonton yang keciwa pada kalah taruhan.


“Hui Lien melarikan diri, Wang Ci menang WO!” kata Tetua LIM setelah melihat arena tersisa Wang Ci saja. Ia tahu bahwa ada bayangan yang lari dari arena, hanya ia tak mengira bahwa justru Hui Lien yang menghilang.

__ADS_1


__ADS_2