
Setiap 15 tahun, keempat keluarga yang ada di lembah es dan api berkumpul untuk menentukan kekuatan ilmu es dan api, serta menjalin persahabatan dan test kekuatan (pibu) , Pibu di lakukan di sebuah lembah yang hijau , lembah pengujian, penuh dengan rumput-rumput pendek dan bunga-bunga yang indah bermekaran. Ada sungai kecil yang jernih mengalir di sana, airnya dingin dan menyejukkan. Di sana dibangun beberapa bangunan yang kecil yang dibangun dengan kayu. Perasaan sejuk dan indah terasa sekali. Alam yang segar dengan udara yang enak serta suara binatang yang riuh menjadikan hidup terasa begitu tenang dan damai.
Dari dahulu kala, di tengah-tengah lembah ada sebuah batu aneh yang menjulang tinggi setinggi pria dewasa, batu itu adalah batu Kristal yang jernih , Batu Kristal itu mempunyai banyak cabang yang terus tumbuh dengan sangat perlahan, para tetua menunggu 15 tahun agar cabang-cabang dari batu Kristal itu dapat dipotong, potongan-potongan batu Kristal inilah yang kemudian dijadikan batu pengujian.
Saatnya tiba, keluarga Liang (Gurunya Wang Ci) ikut berangkat ke lembah pengujian, Suhu dan istrinya berkuda, sedangkan ke empat muridnya berjalan kaki. Wang ci dan xiau lin tentu saja sangat gembira bisa berjalan2 mencari pengalaman dan juga mencuci mata melihat hal-hal yang baru.
“Pasti batu uji akan memberikan nilai yang bagus buat saya” ujar Xiau lin bersenandung ria. Tak sampai setengah hari sampailah mereka di sana, sudah ramai, ke 4 keluarga berkumpul. Banyak keluarga yang punya puluhan murid sehingga di sana ada lebih kurang 50 orang. Semua memandang serius kepada batu pengujian, kira2 seberapa besar kemampuan mereka seandainya diuji oleh batu Kristal tersebut.
__ADS_1
Keluarga Chen yang juga berunsur es terdiri dari sekitar 15 murid yang anehnya semuanya wanita, dipimpin oleh Chen Ai Lin (ketuanya) yang juga wanita. Semuanya cantik2 dan menawan sehingga menjadi pandangan mata para pria keluarga yang lain. Di tengah2 wanita itu ada seorang wanita yang terlihat paling cantik tapi begitu dingin, Itulah Chen Mei Kui. Anak Tetua Chen, Memandang dengan penuh kepercayaan diri, di punggungnya tersarung sebuah pedang yang terasa begitu dingin. Kabarnya itu adalah pedang dari inti es dari kutub utara.
Keluarga Cang yg berunsur api adalah keluarga yang teramai, dengan sekitar 19 murid, sebuah keluarga yang sederhana, pakaiannya biasa2 saja dan terlihat selalu riang gembira. Saling menyapa dengan keluarga yang lain. Mudah bergaul dan penuh kasih saying. Murid2nya diterima dari semua kalangan, dipimpin oleh Cang Kiong Li yang terlihat bersahaja.
Keluarga Lim yg juga berunsur api dengan sekitar 10 murid, tetapi jelas dari sikap murid2nya semuanya terlihat kuat perkasa dengan tingkat kultivasi yang tinggi. Berpakaian seperti bangsawan, mereka terlihat angkuh dan berbeda dengan yang lain. Kabarnya murid2nya terpilih dari keluarga bangsawan. Memiliki banyak perpustakaan dengan ilmu-ilmu silat yang tinggi membuat murid2nya angkuh dan sombong. Apalagi keluarga Lim mempunyai banyak warisan pusaka yang aneh2 yang langka. Dipimpin oleh Lim Bun yi yang agak gendut , berjenggot namun berkharisma tinggi.
Akhirnya saat yang ditunggu –tunggu pun tiba, saat pengujian murid-murid, seluruh keluarga berkumpul mengelilingi batu Kristal pengujian. Satu persatu memperagakan ilmu es dan api, lalu mengambil batu Kristal pengujian yang telah dipotong oleh para tetua.
__ADS_1
Xiau lin lalu mengambil batu pengujian, mengerahkan ilmu es nya dengan kekuatan penuh, Kristal terlihat bersinar biru dengan terang. Setelah itu lalu mengambil sikap hormat sambil menunduk kepada ke 4 tetua.
“Delapan, “ kata ketua Cang Kiong Li, yang lain mengangguk2. Cukup tinggi untuk ukuran pengujian, berarti kelak xiau lin akan menjadi pendekar es yang bakal minimal bisa menguasai sampai tingkat 7 jurus es dengan bakatnya itu.
Murid2 yang lain juga mengambil batu ujian, batu Kristal berwarna biru untuk ilmu es, dan berwarna merah untuk ilmu api, semakin terang sinar Kristal menandakan semakin bagus bakat orang yang memegangnya. Bervariasi antara 6 sd 7. Hanya beberapa yang mencapai tingkat 8.
Lalu tibalah giliran Chen Mei kui , terlihat dingin dan anggun , sama sekali tidak mau memperagakan ilmu silat esnya, Para tetua saja geleng-geleng melihat kelakuannya, berjalan dengan santai ke batu Kristal, memegang batu Kristal lalu mengangkatnya seolah tanpa pengerahan ilmu es sama sekali , batu Kristal itu awalnya terlihat redup lalu perlahan mulai bersinar lalu bersinar dan terus bersinar semakin terang, berwarna biru jernih mempesonakan semua yang hadir. Semua tertegun melihatnya, Para Tetua lebih tertegun, ini yang kedua kalinya mereka melihat sinar ini, dahulu yang dapat melakukan hal ini hanya si wanita Iblis itu.
__ADS_1
Saling memandang kiri dan kanan dengan tatapan kagum. “Sembilan” kata ketua Lim Bun Yi dengan suara tertahan, merasa iri melihat bakat yang ada di keluarga Chen. Di samping nya Ketua Chen Ai Lin tersenyum simpul. Chen Mei Kui lalu berbalik , melangkah sombong tapi anggun dibawah tatapan mata kagum seluruh murid yang ada di sana. Gile, udah cantik ,berbakat pula. Tuhan gak adil nih pikir banyak orang.
Akhirnya Wang Ci yang jalan ke batu pengujian, lalu memperagakan beberapa ilmu kungfu yang biasa untuk kesehatan tubuh, kemudian mengambil batu lalu mengangkatnya, “Aduh, batunya tak mau bersinar…” pusing Wang Ci, lalu coba ia kerahkan segenap tenaga yang ada, eh ada sedikit .. Batu bersinar redup biru, lalu bersinar redup merah, lalu padam. Ketua Liang hanya bisa geleng2 kepala, “Satu lah ya”, lihat ke kiri ke kanan ke ketua2 yang lain yang mengangguk2 saja. Benar-benar gak ada bakat nih anak, pikir mereka semua. Ini adalah yang terendah dari semua yang ada. Ketua Liang cuma bisa berkeluh kesah, untunglah anaknya Xiau lin cukup berbakat, dan anak didiknya yang lain masih mendapatkan nilai 6 dan 7, paling sedikit tidak membuat malu nama keluarga Liang. Wang Ci Cuma bisa menunduk lemes. Jiah. Nasib, terima deh. “Malu deh aku sama Xiau Lin” pikirnya lemes tanpa daya.