
Dan tentunya yang paling ditunggu-tunggu oleh para penonton dan pembaca cerita silat adalah pertarungan pendekar kita Wang ci, eh salah pertarungan Chen Mei Kui lah. Lawannya ternyata adalah seorang cowok dari keluarga LIM, tapi bukan sembarang cowok, ia adalah anak dari Tetua LIM BUN YI, yang tentu saja berilmu dan berkultivasi cukup tinggi. Penonton seperti biasa langsung membludak sangkin banyaknya, malahan udah pada buka pasar taruhan, siapa yang akan memenangkan pibu ini. “Saya bertaruh Mei Kui menang!!” teriak banyak cowok yang merupakan penggemarnya, sementara para murid tetua Lim tentu saja bertaruh untuk anak Tetuanya. Tempat jadi ramai bagaikan pasar tentunya. Pertarungan kali ini dipimpin oleh Tetua Cang.
Lim Chuan Yi adalah seorang yang berbakat cukup tinggi, anak dari Tetua LIM, terkenal sombong dan angkuh karena banyaknya ilmu2 sakti yang dipelajarinya. Suka memandang rendah kepada murid-murid yang lain, sebab berdasarkan silsilah , Tetua Lim itu punya darah biru, merupakan keluarga dari Raja-raja di masa lalu. Berwajah Tampan dengan tatapan mata tajam dan suka meremehkan orang, sifatnya yang terlalu angkuh membuatnya tidak disukai oleh banyak murid-murid keluarga lainnya. Ia melangkah dengan tenang ke tengah arena pertarungan sambil membawa kipas mengipasi tubuhnya seperti layaknya keluarga bangsawan, tentu saja semua diam saja melihat berjalan. Takut kalau-kalau nanti dia tersinggung. Sebab semua udah tau kalau Tetua Lim dan anaknya punya emosi yang cukup tinggi.
Untuk mereka yang berilmu api, hal terbaik adalah memiliki pedang dari batang dari pohon api yang tumbuh hanya di lembah api dan es, batang pohon itu bagus sebagai tempat mengalirnya aliran panas api, sehingga seperti pedang api kalau di alirin dengan elemen panas api. Namun Pohon ini tumbuh sangat perlahan, jadi memerlukan waktu bertahun-tahun untuk pertumbuhannya, dan di lembah es dan api hanya ada puluhan pohon saja, jadi hanya murid-murid yang cukup tinggi levelnya yang punya pedang ini, kalau murid-murid biasa hanya berbekal batang pohon apa saja yang bisa didapat. Namun pedang di pinggang Lim Chuan Yi itu bukan pedang dari pohon api biasa, tetapi dari batang Pohon Api yang berusia ribuan tahun yang dahulu dimiliki oleh keluarga kerajaan. Kabarnya pedang ini dapat meningkat kan kekuatan api sampai 5 x lipat dari yang biasa. Sarungnya saja terbuat dari emas dan gagang pedangnya bertatahkan berlian. Keluarga Lim pun hanya memiliki 3 pedang sakti ini. Diturunkan dari generasi ke generasi.
Lalu tibalah Chen Mei Kui, berlenggak lenggok dengan anggun dan tak kalah angkuhnya dengan Lim Chuan Yi, namun bedanya kebanyakan penonton berdiri , riuh tepuk tangan, Dasar pemihakan terlihat jelas. Terlihat penonton cowok memang lebih banyak. Cuit.. Cuitt… berbaju biru langit, perlahan Chen Mei Kui naik ke panggung pertarungan dengan santainya. Di punggungnya tetap ada pedang yang selalu dibawanya ke mana-mana. Pedang itu membawa hawa dingin yang sangat mengerikan. Tatapan matanya tajam, alisnya begitu menawan, rambutnya panjang berkibar dengan indah di bawah semilir angin sepoi2.
__ADS_1
Melihat tajam kearah Lim Chuan Yi lalu membuang muka, sama sekali tak berniat memberikan muka kepada lawannya. Lim Chuan Yi tentu saja jadi emosi, dia adalah keturunan bangsawan, wanita biasa selalu menjilat kepadanya. Dalam pandangannya semua wanita dunia bisa didapatnya. “Harus kuberi pelajaran kepadanya, kupermainkan dia di arena biar malu luar biasa dan tak sok lagi” pikirnya emosi.
“Pertarungan dimulai” Kata Tetua Cang… Semua penonton diharap duduk. Langsung semua menjadi sunyi sepi , seolah ingin melihat pertarungan yang jarang ada ini. Semua diam-diam ingin tau siapa yang bakal memenangkan pertarungan ini.
Lim Chuan Yi segera mengeluarkan pedang apinya, terlihat berwarna hitam kelam, membawakan hawa mistis yang membuat semua hati tercekat melihatnya. Dikerahkan tenaga inti api, pedang bersinar bagaikan pedang api yang istimewa. Berkobar-kobar seolah ingin menelan wanita cantik yang ada didepannya.
“Huh, “ Chen Mei Kui mencibir, Pedang bututmu tidak layak menjadi lawan Pedang Es ku.” Mimpi kau!! , latihan sono dulu seribu tahun baru kamu layak melawan aku.” Kata Chen Mei Kui pedes bagaikan cabe rawit seribu biji + air panas sekaligus menyiram harga diri Lim Chuan Yi.
__ADS_1
Kata-kata hinaan Chen Mei Kui membuat ubun-ubun Lim Chuan Yi langsung panas dan berasap, Terlihat kekuatan elemen api di pedangnya meningkat drastis, Lupa dia dengan katanya-katanya mau mengalah 1 jurus, dikerahkannya jurus yang sangat kuat. “Jurus Api Sakti membakar hutan” , jurus ini bagaikan api yang disemprotkan dengan kekuatan yang sangat besar dari ujung pedang api sehingga bisa membakar hutan, terlihat dari ujung pedang berkumpul kekuatan api yang sangat kuat membentuk bola yang semakin besar dan besar, hawa di arena meningkat drastis mencapai 100 derajat Celcius. Lalu kekuatan Bola api raksasa dilontarkan dengan kekuatan penuh menyerang Chen Mei Kui.
Semua penonton bergegas mundur ke belakang. Tetua Cang juga terkejut melihat jurus sakti itu. Akankah Chen Mei Kui binasa ? Tapi Chen Mei Kui terlihat tenang-tenang saja, tidak ada tanda terkejut atau pun bingung, santai saja dikibaskan tangannnya , langsung saja didepannya terbentuk perisai es yang bening namun ternyata hawa panas bola api yang begitu hebat tak mampu menembusnya. Cuma membentuk uap akibat tubrukan es dan api. Lalu dari dalam perisai Es, Chen Mei Kui dengan elegan mengibaskan beberapa kali tangannya dengan perlahan, lalu berbalik kemudian balik dan turun dari arena dengan anggun, lalu perlahan berjalan ke penginapannya. Sama sekali tidak memandang ke belakang lagi.. Nah….bingung semua.
“Hah ?” penonton kebingungan, sebab akibat es dan api , seluruh arena seperti penuh dengan uap sehingga tidak terlihat apa-apa. Yang terlihat cuma Chen Mei Kui yang lagi berjalan santai dengan angkuh dan anggun balik ke penginapannya. Apa dia menyerah? Sebab turun dari arena berarti menyerah. Perlahan-lahan uap mulai menghilang dari arena dan di sana terlihat Lim Chuan Yi bertekuk lutut di arena, kedinginan, menggigil dengan gemetar yang tak tertahankan, segera Tetua Cang mengerahkan elemen api , disalurkan ke punggungnya untuk menyelamatkannya dari penderitaannya. Sungguh pertarungan yang kejam dan dramatis , akhirnya Lim Chuan Yi pingsan di arena. Kekuatan Inti Es Chen Mei Kui benar-benar luar biasa kuatnya, belum lagi jikalau ia mengerahkan kekuatan dari pedang es dari utara yang ada di punggungnya itu. Siapakah yang dapat melawannya ?
“Chen Mei Kui pemenangnya, menang KO“ kata Tetua Cang dengan pelan. Tapi disambut riuh oleh para penonton yang kebanyakan bertaruh untuk kemenangannya. Asyik!!.. Kebanyakan mereka mendapatkan uang dari murid-murid Tetua Lim yang tentumya banyak duit dan tentu saja membela anak ketuanya. Sementara murid-murid tetua Lim segera ke arena mengangkat anak ketuanya dan membawanya ke penginapannya. Kabar kesaktian dan kesadisan Chen Mei Kui segera merebak ke semua orang, semua ngeri dengan kesaktiannya dan berharap jangan ke undi pibu dengannya.
__ADS_1