
Taksi online berhenti tepat di depan rumah mewah berlantai dua , rumah dengan gerbang tinggi berwarna hitam.
Kaki berjenjng dan berkulit putih baru saja turun dari taksi, gadis cantik yang mengenakan kecamatan hitam menatap lurus rumh tmng 2 bulan ia tinggalkan, rumah masa kecilnya hingga ia besar seperti sekarang
Gadis cantik berpakaian seksi memencet bell, seorang pria parubaya lari tergopoh-gopoh membuka pintu gerbang , dari kejauhan mang Marto sepertinya sudah paham siapa gadis itu
"Silahkan non" mang Marto mempersilahkan gadis itu masuk
"Lama banget si mang, keburu kulitku gosong"
Ucap wanita itu sengit
"Maaf non " Ucap Marto Membungkukkan
badanya
Tapi gadis tersebut menghempasan tatangannya menyuruhnya pertanda menyuruhnya untuk pergi
Suara dari sepatu heels yang beradu dengan lantai , Membuat wanita parubaya yang sedang
__ADS_1
memolea wajahnya di depan cermin menghentikan kegiatan ya.
'Siapa itu yang datang .? '
Heni membuka sedikit pintu kamenya membulat kan matanya ketika melihat sosok yang ia rindukn selama dua bulan ini.
"Maura. ..nak kamu sudah pulang.? " Heni tidak dapat menahan lagi kerinduanya, Ia berlari menuju putri tunggalnya, Putri yang selama ini ia bangga-banggakan, putri ia gadang-gadang akan menjadi istri dari keluarga terpandang, itu kgagal karena keegoisan anaknya sendiri.
"Mama" Maura merentangkan kedua tanganya menyambut pelukan hangat sang ibu .
"Sayang kemana kamu saja selama iniini? Mengapa kamu tega membuat papa dan mamamu malu.? " Heni menodongkan banyak pertayaan kepada sang putri
"Ma satu-satu pertayaanya Maura bingung jawabnya Maura istrahat dulu Maura capek." Uco Maura sambil menaiki tangga lantai dua milik pk Handoko sang papa
" Ma sebentar biarkan aku istirahat sebentar oke. Tanpa menjawab pertanyaan sang mam Maura berlalu meninggalkan Heni yang masih penasaran dwngn kedatangan sang anak tiba-tiba
Pukul 3 sore Pak Handoko datang memsuki rumah nya sejak istrinya menelpon siang tadi, dan mengabarkan bahwa putri kesayangan ya telah kembali.
"Dimana Maura papa mau bicara. " ucap pak Handoko tidak bersabar
__ADS_1
"Maura sedang istirahat adi biarkan saja dulu, biar nnti malam kita tanya apa yang terjadi dwngn putri kita. "Jawab santai Heni
Waktu makan mlam pun telah tiba dan Maura masih malas-malasan di kasurnya
" Non Maura waktunya makan tuan dan nyonya sudah menunggu di bawah . "ucap giyem kepada nona mudanya
" Iya bik sebentar " jawab amarah sambil teriak
Setelah itu mereka memuai acara makan malam mereka dan pak Handoko menyuruh Maura ke ruang tengah
"Apa yang membuat kamu kembali ke rumah ini hmmm. "tnya Handoko secara to the point kepada putrinya
" Pa" Heni menyentuh tnggn sang suami agar tidak emosi
"Diam m biar papa bertanya kepada putri kesayangannmu, dan aku harus menahan au hingga sekrang. "Wahh Handoko memerah akibt meluapkan kemarahannya
" Maafkan ma, pa Maura . " lirih gadis tertunduk karena Maura tahu pk Handoko tidak semarag ini
"Maaf katamu Maura lakukan Maura, ku pikirnya ayah tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan , kmu tidak memiliki apapun karier musiknya saja sudah hancur. " Emosi pak Handoko
__ADS_1
"Amarah sudah meminta maaf dan Maura janji tidak akan
" Pa maaf kan Maura sudah minta maaf, dan mura berjanji aku merebut kembali apa yang seharusnya menjdi milik ku , papa mengdwngr Maura akan merebut sandy dari tangan aluna