
"Nanti malam mama papaku mwnginap jangan sampai mereka curiga jika kita tidur terpisah. jadi kamu nanti ke kampus, kamu pindahkan barang-barangku ke kamar ku. Tapi ingat kamu tidur di lantai " Ucap sandy sambil mwngoles selain coklat pada roti
"Hmmm"
"Apa kau tak punya mulut hanya untuk sekedar menjawab 'iya'?" Protes sandy saat mendengarku berdehem
Aku hanya menatap jengah wajah tampan bak dewa yunani tersebut. Meski tampan tapi tak berperasaan, Itu saja percuma, bak pohon pisang dia memiliki jantung tak memeliki hati
Tak ingin berdebat akhirnya aku yang di sakiti , Lebih baik aku ke dapur menyelesaikan pekerjaanku. aku berniat membuat brownies coklat untuk menyambut kedatangan kedua mertuaku. Apalagi ini pertama kali mereka mengunjungi ku. Bahkan semenjak menikah satu bulan lalu, Aku tak perna di ajak Sandy ke rumah orang tuanya
Setelah menjemur pakian, aku pun menyiapkan bahan-bahan menyiapkan brownies.
"Non. Di depan ada tuan dan nyonya" Ucap mba asih
Mbo asih adalah wanita parubayah berusia 46 tahun, ia bekerja di sini 3 kali seminggu. Itupun hanya setrika dan membersihkan halaman belakang yang luas itu
"Maksud Mbo asih, Mertua ku "Tanyaku penasaran, Bukanya tadi moster bilang mama dan papa akan datang sore nanti
" Baiklah, Terimakasi mbo
__ADS_1
Aku bergegas ke ruang tamu, untuk menymbut kedatangan mereka jangan sampaierwka berfikir aku tidak memiliki sopan santun
"Assalamu'alaikum, Ma" Ku ulurkan tanganku untuk Mencium kedua tangan mama dan papa mertua ku, sementara Melani hanya tersenyum
"Kak, Melani apa kabar? Sapaku sopan , Meskipun statusku adik iparnya, Usianya 2 tahun di atasku.
" Jangn panggil aku kakak, akan ku ini adik ipar mu hmm"Gadis itu tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya
"Maaf ka... maksudku Melani" Ucapku kikuk, Rasanya belum biasa kalau aku memanggilnya pake nama tanpa embel-embel kakak
"Iya sayang panggil saja Melani. Ap kata orang jika kamu memanggil kakak kepada adik iparmu" Ucap wanita yang memaki hijab hijau tersebut
" Apa sandy ke kantor nak "Tanya papa yang sedaritadi tersenyum mendegar kami berbicara
" Iya pa, aas Sandy pergi bekerja baru saja berangkat"Rasanya aku ingin muntah memanggil moster tersebut mas. Aku lakukan ini agar kedua mertuaku tidak curiga
"Oh iya nak kamar kami mana nak"
DEG
__ADS_1
"Gawat aku lupa belum memindahkan brang-barangku ke kamar moster itu, Bagaimna ini? ayo berpikir aluna" umpat ku dalam hati
"Hei kalau di tanya jawab kenapa bengong"Mama menyentuh lembut bahuku
" Maaf ma aluna belum membersihkan ya heheh" aku berusaha mengalihkan perhatian mama yang sedari tadi memandang kamar yang biasa aku tempati
"Ma kita baru sampai ko malah mikirin kamar"Ucap papa yang membuatku sedikit lega, semoga aja aku ada waktu memindahkan bangku
Di tngah berdekatan kecil kami, Mulai justru melangkah menuju kamarku. Aku ingin mengejar Melani, Tapi aku takut mama semakin curiga padaku. lebih baik ku biarkan gadis cantik itu, Siapa tahu melani bisa mengerti dan setelah itu aku jelaskan nanti
"Mba Alun nanti ke kamar Melani ada ya g aku bicarakan" gadi rambut panjang mengangkat telpon yang sedari tdi berdering
"Sebaiknya kamu urus dulu suamimu, itu manja di mana ia mencari baju ganti klau bukan di siapkan
Setelah itu aluna je kamar sandy
" Cariin aku piyama tidur"Perintah sandy di belakang ruangan ganti.
akupun mencari baju piyama di letakkan saat aku berbalik aku melihat sandy hanya mwmaki handuk sepinggang, aku memalingkan wajahku, karena barusan aku melihat orang bertelanjang dada biarpun itu suamiku sendiri
__ADS_1
APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SHARE