
Aluna hanya mematung atas apa yang di lkukn oleh Sandy dia sedang berpikir kenapa aansy kadang bisa kejam kadang bisa lembut apakah dia mempunyai 2 kepribadian
"Lepaskan"Aluna mendorong sandy agar melepaskan pelukanya, bukanya gadis ini membenci sandy yang masih berstatus suaminya meski terkadang pria itu menyakiti batin dan fisiknya saat ini Aluna sedang menjaga hatinya agar dia tdk mudahnya memafkan kesaahn suaminya dengan perlakuan lembut sandy, dia berpikir membalas perbuatan sandy dengan cara cantik.
"Maaf aku terbawa suasana saja" Jawab gugup sandy karena tanpa sadar ia menempatkan posisi Aluna seperti orang yang sangat ia cintai. padahal saat ini sandy sedang bingin dengan perasaanya sendiri tak tahu apa yang sedang terjadi.
"Jika tidak ada hal penting yang ingin ku katakan aku ke kamar"Ucap Aluna tegas sepertinya Aluna muli bisa menebak jika mungkin saat ini keadaan sandy sedang kacau dan Aluna muli ber smirk dalam hatinya.
'apa saat ini kau mulai bimbang diam hatimu dengan kakaku, mari kita liat'
"Tanpamenunggi jawaban dari sandy Aluna oun pergi ke bawah menuju kamarnya sandy sedang dalam keadaan kondisi mood.
Pagi pun telah menyapa dengan suara kicuan burung berterbangan dengan kicuan indah dan membuat bulu bulu mata lentik mengerjak, gadis tanpa hijab itu segera meihat jam yang berada di atas nakas
"aku kesiangan kenap aku bisa kwsingan seperti ini"mengumpat dirinya sendiri dan gara-gara sandy semalam
Tamp memperdulikan pwnampilanya aluna pergi mempersiapkan makanan seperti biasanya krena selama ini dirinya lah memasak di rumah sandy melihat alun sedang membuat roti bakar kesukaan sandy sedang terpesona dengan kecantikan istrinya yang ia sia-siakan selama ini
__ADS_1
"Ekhem"
"kemana jilbabmu" tanya sandy sedikit serak karena harus mati-matian menahan sesutu.
"astagafirullah" alun berusaha menutupi rambutnya dan ia ingin ke kamar mengambil jilbab instan yang dia gantung di belakang pintu kamarnya.
"kamu mau kemana" cekal sandy bhkan sandy sedikit melirik tubuh ramping itu dan tanpa sengaja mata manik indah mereka bertemu, sandy sedang memejamkan matanya menghiruo arom yang menenangkan dari tubuh istrinya.
"Lepas aku inginmbil jilbab instan"aun mencoba melepaskan ceklan tangan sandy
" Tidak perlu, kamu lanjutkan pekerjaanmj toh aku udah liat rambutmu" ucap sandy dengan tenang.
"maaf aku kesiangan karena itu aku lupa pake jilbab"ucap aluna swdikit menunduk.
" ya sudah aku mndi dulu"tnp aba-ana sandy mwncium bibir alun sebelum berlalu ke kamarnya.
"kamu" alun spontan mwndorong dan membuat sandy terkekeh.
__ADS_1
"kamu adalah milikku secara sah jadi sewajarnya aku meminta hakku" sandy berbisjk di telinganya aluna.
"sayang"
tiba-tiba suara seorang wanita yang sandy kenal, dia adalah marah dia ada di hadapan sandy dengan pakaian menantang yang hmpir tidak menutupi gunung kwmbarnya membuat sandy merasa jijik, justru membandingkan ya dengan istriku
"kamu datang hmmm? "sandy bersiri menghampiri wanita yang beberapa hri membuatnya merasa bersalah
" ap kmu melamun sehingga kmu tidak sadr akan kehadiranku hmm" ia memancing kan bibirnya, gadis cantik itu berpura-pura merajuk, karena ia berharap sandy merasa bersalah dan meminta maaf krena selama ini begitulah sikapnya jika akh marah.
"maaf aku sedang memikirkan proyek yng akan ku kerjakan minggu depan" alasan sandy
Maura pun mwngelus senyuman dan yang malu ia duduk di pakuan sandy dan melilitkan tangny di leher sandy perlakuan sandy sungguh membuat Maura terkejut
Tiba-tiba sandy menolak tubuh sinyal itu terjerumus ke lantai.
"kamu? "
__ADS_1