
"Aluna aku tidak bermaksud menyamakan kamu dengan Maura aku mohon dengarin aku! aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita" Ucap Sandy dengn tatapan Sendunya.
Alun yang tadinya tidak ingin melayani Sandy tapi akhirnya ia luluh juga, toh tidak da saling jik ia memperbaiki sebuah hubungan, tapi soal urusan asma biarlah nanti alun lupakan sejenak.
Alun alun mwnduduki sofa empuk yang berada di depan kamar Sandy, yang biasanya hanya menjadi pajangan, baru kali ini ia bisa menikmati suasana lantai atas yang benar-benar indah, apalagi sudut mengarah ke arah balkon apalagi da kaca yang mengarahkan pda langit biru apalagi klau mlm hari sangat cantik.
Alun duduk tepat di samping aluna mersa salah tingkah, jik selama ini berdekatan itupun hanya keterpaksaan tau ketidakaengajaan.
'Sial banget kenapa ini orang duduk dekat bnget' ucap Alun dalam hati sedamgkn Sandy salh tingkah apalagi agama tubuh istrinya membuat gejolak laki-lakinya berontak apalagi mereka selama ini tak perna melakukan hubungan layaknya suami dan istri.
DEG
Aluna terpaku saat Sandy meraih tanganya dengan lembut bhkan Sandy yang terkenal arogan dan sifatnya yang dingin todak tahu klu sudah jtuh hati kapada istrinya, Sandy hanya naif tidk mu mengakui perasaannya, ia justru berharap Alun yang lebih dulu menunjukkan rasa sukanya terlebih dahulu, tapi ia salah wanita yang berada di sampingnya ini bukan Maura kalau Maura rasa suka seseorang biarkn tubunybdia ksih berbeda jauh Dengan Aluna.
"Aluna aku minta maaf atas semua perlakuaku selama ini , tolong beri aku kesempatan memperbaiki hubungan kita ini"
Ucap Sandy mwmwgang tangan Aluna dan membawanya ke dada bidangnya tersebut, mata Aluna membola. Ingin rasanya ia menarik tangannya dari gengaman Sandy, ia menyadari bhwa Sandy berjas atasnya hanya saja Aluna mencoba mengetes Sandy ia mgkn melihat swtulus apa Sandy kepadanya.
__ADS_1
Aluan menghala nafas untuk mengatur dwgupan jantungnya yang sejak taxi tidak berhenti berdetak.
"Bukanya sudah ku katakan jik aku ingin melihat dalam satu bulan ini jika Maura tidak datang kesini mengaku hamil maka aku akan tetap bertahan dengan mu walaupun aku harus terus mengalmengalah" Jawab Aluna dengan mantap entah darimana keberaniannya itu dengan lancrnya ia mengeluarkan uneg uneg nya
"Terima kasih telah memberiku kesempatan walaupun sedikit, aku janji aku akan memperbaiki hubungan rumh tangga kita"Ucap Sandy tak ia pyngkiri ada rasa takut menyeruak, ia takut apa yang di katakn oleh istrinya menjadi kenyataan.
Tanpa sadar Sandy m3mbawa alun ke dalam dekapanya, mencium krama tubuh istrinya, Aluna tak kuasa menolak dekapan hangat dari sang suami, karena baru kli ini ia merasakan depan seorang pria bhkan dari sang papa saja tidak perna ia rasakan.
'Ya Tuhan begini rasanya dekapan seorang pria'. ucap Alun dalam hati dan mata berkaca-kaca.
Aluna ingin menarik tubunya dari dekaoan Sandy Ia tidak ingin terbuai dengan yang di lakukn oleh Sandy saat ini
Malam kini telah datang keheningan terasa di rumah mewah Sandy karena mbok asih yang biasanya menemani Aluna tiba-tiba pulang sepertinya mbok asih ingin memberi ruang untuk sepasang suami istri tersebut supaya lebih dekat,mbok asih tak ingin Maura leuasa merebut hti mjikanya yaitu Sandy suami Aluna.
Aluna sejak tadi gelisah ia menatap langit-langit kamarnya dan daritadi menggulingkan tubunya kiri dan ke kanan di kasur , ia ingin rasanya menonton televisi tapi ia takut Sandy saat ini menonton karena ayn mendengar suara televisi sedangkn Sandy tidak jauh berbeda dengan Aluna daritadi hanya mencari siaran televisi tapi tdk ada menarik dia liat.
Dengan k3b3ranian Sandy menuju ke arah kamar sang istri karena perutnya sudah tidak bisa di kompromi sejak sore makanan sudah tersaji tapi sudah dingin Sandy tidak tahu bagaimana menghangatkan makananya.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
"Alun apa kamu sudah tidur? " Tanya Sandy berusaha membangunkan sang istri walaupun ia tahu klau Aluna tidak tidur karena sejak tadi lampu kamar Alun masih menyalah.
3 menit kemudian wanita cntik keluar dengan rambut di ikat, terlihat leher yang putih terlihat di hadapan Sandy.
"Kamu? " ucap Aluna kaget melihat dada bidang Sandy yang tidak memakai baju atasannya, Alun mengalihkan pndangan ya wajhny terlihat seperti tomy msak yang membuat Sandy tersenyum.
"Baiklah" Aoun dengan cepat menuju dapur dan mengerjakan dengan cakatan sedangkan Sandy duduk di meja makan melihat leher putih mulus Aluna
"Makanlah, tapi sebelum itu pakailah bajumu terlebih dahulu nanti kmu msuk angin" ucao Aluna datar sedangkn Sandy menahan senyum krena ia tahu bukn alasan itu yang membuatya harus memakai bajubaju, setelah mengucapkan itu alun menuju ruang tengah.
Sandy yang telah selesai makan menghanpiri Aang istri yang tertidur
__ADS_1
'Hm capek sekai sampi tertidur' Dengan lembut Sandy mengendong sang istri menuju pantai atas ke arah kamar miliknya entah apah yang di lakukn Aluna jika sadar tidur dengan Sandy satu kamar tanp isinya terlebih dahulu