Penderitaan Istri Pengganti

Penderitaan Istri Pengganti
Tidak ada Air Mata


__ADS_3

Sandy Bangun dari tempat tidur yang berseprai putih dengan emosi memuncak ia menarik gadis tersebut tanpa memperdulikan kondisi Maura yang berantakan.


Dia menyerah Maura ke nak mandi, tanpa memperdulikan jeritan maura, sandy terus memendam kn wajahnya Maura ke dalam n


bak mandi setelah merasa cukup ia menatap tajam kepada wanita yang selama ini ia bela mati matian.


"Kamu benaran wanita MURAHAN"suara Sandy terdengar dingin dan menekankan


Mendengar kata marahan Maura pun tersentak baru kali ini ia melihat sandy benar benar marah wanita yang biasa meneteskan ir mata untuk merayu sandy, kini hanya bisa terpaku tonggorokanya terasa kering, bahkan ia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya.


"Bukan begini caranya jik kau ingin kita kembali, kurang baik apa aku selama ono kepadamu? katakan"Auara sandy naik satu oktaf, tidak da tatapan lembut yang biasa sandy perlihatkan klau Maura melakukan kesalahan.


Maura tak mampu menjawab semua pertayaan sandy, karena kesal ia memutuskan mwninggalkb kmar yang merka pake untuk bercinta.


Sandy memungut lakinya yang berserakan tamp memperdulikn penampilanya yang berantakan ia berlaku setelah melemparkan segepok uang merah ke muka Maura.


"Inikah yang kamu inginkan"


sandy menghempakan pintu dengan kuat bahkan membuat orang yang di depan kamarnya tersentak.


"Tuan Sandy"


Mendengar namanya di sebut membuat sandy menoleh sandy kaget orang berpenampilan rapih berjalan ke arahnya


"Tuan menginap di sini juga? Sudah lm tidak bertemu" ucap pria yang berjas hitam mengulurkan tanganya sambil memperhatikan penampilan Sandy mungkin dia mencemooh penampilan Sandy saat ini berantakan jauh dari kata rapi.

__ADS_1


"Saya baik saya duluan yah" ucap Sandy buru buru dia tidak ingin pria itu berpikiran macam mcam walupun benar adanya.


"Jangan twrburu buru tuan bgiman klau kita mian sing bersama, bukunya mendekati waktu makan siang hmm? " ucap pria tersebut ia ingin tahu apa yang berusaha Sandy tinggalkan, bahkan memasang telinganya untuk mencuri dengar apa ada sesuatu yng aneh terjadi.


"Aku sedang ada janji lin kali aja ketemu"Sandy berjalan meninggalkan pria yang tersenyum penuh arti.


" Apa tuan tidak memperhatikan penampilan anda berantakan dan tanda kiamat di dada anda"pria tersebut tersenyum mengejek.


"Bukan urusan anda mengerti'


Tak ingin di tanya banyak hal sandi meninggalkan pria tersebut.


'sialasialan gara gara Maura perempuan siapan itu, bagaimana jika tuan handra menceritkn kepada orang lain arght'


Dengan pandangan lurus sandy tanp meme perdulikan senyumnya mengejek dari orang orang sekitar saat ia mencari kunci mobilnya ia tidak menemukan ya jika ia kembali ia malas melihat wajah Maura, sedangkn dari dah belakang maurah yang bernampilan rapi dengan paling semalam ia gunakan iaenutip penampilanya dengan kecamata hotm siapa ya tidak ada yang mengenali ya.


"Aku bisa memberikan mu kunci mobil ini tapi antarkan aku pulang" senyum merekah ada di bibir Maura krena Sandy mengambil pksa kunci mobil tersebut.


Sementara di parkiran kedua wanita cantik tersenyim bhkn wanita yang tidak memakai jilbab mbergalayut manja pda wanita berhijab.


"Kak. setelah kita bertemu temanku, kita lanjut shoping yah? aku ingin membeli sepatu"ucap mnja yang teryata Melani dan Aluna , Melani yang punya janji sama teman yang terutama seorang menejee hotel memutuakan menghampiri temanya, meskipun masih jam kerja.


"Males ah nanti ujung ujungnya nanti mu paksa aku beli yang tidak aku inginkan. " Ucap Aluna berpura pura merajut dan memajukan bibirnya.


Melani yang melihat wahh imut sang ipar malah gemas pada wanita yang bertubuh ramping tersebut.

__ADS_1


"Pokoknya harus mau"Melani mencubit gemas lengan Aluna dan membuat korban meringis.


Saking asiknya mereka berdua tidak melihat Sandy yang mentap lurus tanpa memeperhatikan mereka berdua.


BRUK


Melani membantu kakak iparnya yang terjatuh, sementara Sandy ingin rasanya menghilang dari hadapan kedua wanita yang ia sayangi, terutama melani krena adek kandungnya.


Saat ia ingin memaki pria tersebut alah terkejut melihat kakaknya apalagi di belakangnya ada wanita yang sangat doa benci.


"Kakak"



"Kamu"


Merek berdua menunjuk Sandy. Marani dan aluna tanpa sengaja melihat ke leher sangat suami merasa sakit hati dan nyeri di hatinya Tapi sebisa mungkin ia menahan dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan kakak tirinya tersebut.


"Dwk, Aluna kalian sedang pa disini" Ucap Sandy gugup pria yang biasanya berwibawah berusaha menutup lehernya tetapi terlambat mereka telah melihatnya. Alun yang berada di sampingnya


"Aku ada janji temu dengan temanku disini kalau kakak ngapain disini apa kalian."Tanya Melani penuh selidik aluan yang berada di sampingnya tak berniat menyapa suaminya, dia hanya perlu menunggu selama satu bulan


" Kamu ikut aku, pulang kerumah"Tanpa mersa bersalah Sandy menarik Aluna.


"Lepas lah dulu mndi dulu kmu jauh aku tidak ingin ku menyentuh kulitku" Jawab Aluna dengan dingin.

__ADS_1


"Dan satu lagi, waktumu sisa 29 hari lagi untuk membuktikannya! "...


__ADS_2