
Hari ini merupakan hati ke 2 aku berada di ruang sakit, sungguh aku tak perna menyukai tempat ini, apalagi aroma obat yang menyengat hidungku, apadaya kwadaanku msih sakit kalau berjalan rasanya kakiku nyeri.
Di halaman belakang tepatnya parkir di rumah sakit tempat Aluna di rawat , terlihat wanita cantik bertubuh ramping keuar dari mobil yang berpakaian celana jeans dan kaos panjang berwarna hitam kesukaan ya membahagiakan kesan kecantikanya melangkah bersamaan dengan sahabatnya.
"Mell si dian memang sakit apaan?" Bertanya dengan Melani sahabt yang tak klah cantik juga dengan Aluna , s3dang berjalan memasuki rumah sakit untuk meng jenguk temanya yang sedang sakit, tanp Melani tahu teruata kk iparnya/sahabatnya sedang di rawat di rumah sakit tersebut.
"Katanya mamanya si dona dia sakit lambung, kamu tahu sendiri gimana dona susah sekali di suruh makan dan pola mkn yang tidak teratur. " Jawab Melani kepada sahabnya desi yang berada di sampingnya.
Gadisbtersebut betulan melewati lorong-lorong kamar yang mereka lewati tanpa sadar jika sat ini mereka telah berdiri di depan kamar rawat Aluna
"Desi apa kita tidak salah tempat." Tanya Melani kepada sahabtnya tersebut
" Enggak kyaknya mwl karena ini ruangan mawar, tapi aku lupa nomornya berapa lagi. "Jawab desi mwbggaruk lehernya.
. " Bagaimana kalau kita intip satu- saya mnggak mungkin kita telpon dia kan kita mu ksih dia suprise.
Kedua gadis itu pun memeriksa kamar satu persatu tiba-tina melin melihat orang seperti kakak ipar Aluna
__ADS_1
" Sebentar Desi ku mu melihat orang di ruangan ini seperti kakak iparku. " ucap Melani meminta izin kepada sahabnya kemudian msuk ke dalam kamar tersebut.
Kriek..
Sura pintu membuat Aluna membuka matanya dia mwmbulatkan matanya saat melihat adek iparnya, wang dominan terkejut kekuatan dari wahh Aluna.
"Melan" Jawabku lirih ketika melihat Melani mwnataoku penuh selidik.
"Ini benaran kakak, kanapa bisa?. "Melani pun segera menghampiri sang kakak ipar keliatan dia khawatir melihat keadaan Aluna
" Kamu ngapin disini Mel. " Tanyaku untuk mengalihkan pertayaan kepadaku aku tak ingin melno tahu permasalahan dalam rumah tangga ku.
"Kakak baik-baik saja Melani, Kka cumn demam. " jawabku berbohong tapi sepertinya Melani tak mempercayai ku.
"kakak kenapa" Melani merasa aneh dengan sikapku pun menyangkut selimutku dan melihat bekas luk di kakiku yang msih berwarna ungu tersebut.
"Ya ampun kakak. "Melani menutup mulutnya dwngn kedua tanganya, gadis tersebut terkejut melihat bekas luka di kakiku, akupun tak bisa lagi mengelak.
__ADS_1
" Kak cerita sama Melani, apa semua ini perbuatan kak Sandy"tangan Melani mengepal kuat ia tak menyangka kalau kakak nya akan melakukan hal ini kepada istrinya.
"Bukan Melani ini semua terjadi karena diriku tak sengaja mengenai pwcahan kaca sehingga kakiku infeksi. "aku berusah suntuk menutupi perbuatan sandy.
Terlihat Melani mengembuskan nafasnya berat sebelum mwnengok ke arah temanya
"Desi maaf aku sampai lupa klau kita tadi bersama, oh ini kenalkan kakak iparku, istri dari kak Sandy.
Melani terlihat mengotak atik ponselnya aku bru menyadari bahwa gadis cantik itu pasti sedang memberi tahu mamamnya tentang kondisiku.Reflek aku merebut handphone nya sudah tidak memberi tahu kondisiku kepada mama mertuaku.
"Kak kenapa di ambil, aku ingin telpon mama. "Ucap Melani menatapku heran, kerena merebut handphone nya.
" Kakak mohon rahasiakan ini dari mama. " Lirihku pada Melani, sementara Desi menatapku iba, gadis imut itu sedikit mengerti mengenai ceritaku.
"Tapi kenapa kak. "Tanya Melani aneh.
" Kakak tidak mau kakakmu semakin benci dengan kakak. "Ucapku memohon kepada Melani.
__ADS_1
Hingga suara hempasan pintu membuat kamu bertiga kaget